BAZNAS Kota Tangerang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Indeks ZIS Semester I 2026

Rabu, 22 Juli 2026 17:28
BAZNAS Kota Tangerang Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Indeks ZIS Semester I 2026 Foto: Heloindonesia

HELOINDONESIA.COM - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp16,5 miliar sepanjang Semester I 2026 atau sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar Rp23,7 miliar. Pada periode yang sama, Kota Tangerang mencatatkan skor Indeks Zakat Nasional (IZN) sebesar 8,7, tertinggi di Provinsi Banten dan menempati peringkat kedua secara nasional.

Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan bertema "Mengokohkan Gerakan Zakat untuk Mendukung Program Pemerintah" itu dihadiri perwakilan Wali Kota Tangerang, para camat, serta pimpinan perusahaan sebagai mitra strategis BAZNAS.

Wakil Ketua BAZNAS Kota Tangerang Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sekaligus Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Danni Budianto Saragih, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari target kinerja yang ditetapkan melalui rapat koordinasi BAZNAS tingkat provinsi maupun nasional.

"Hasil pengukuran IZN yang dipublikasikan pada Maret 2026 menunjukkan Kota Tangerang memperoleh skor 8,7 dengan kategori sustainable. Nilai ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dan peringkat kedua secara nasional," kata Danni.

Baca juga: Wujud Kepedulian, Pemkab Gandeng BAZNAS Pesawaran Bedah Rumah Warga

Menurut dia, pengelolaan zakat pada Semester I 2026 diarahkan untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Tangerang, yakni Program 3G yang meliputi Gampang Sembako, Gampang Sekolah, dan Gampang Kerja. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat yang tepat sasaran.

Selain penghimpunan yang tercatat dalam neraca (on balance sheet) sebesar Rp16,5 miliar, BAZNAS Kota Tangerang juga mencatat penghimpunan di luar neraca (off balance sheet) sebesar Rp251,3 miliar atau melampaui target Rp250 miliar yang ditetapkan BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS RI. Dengan demikian, total penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan DSKL selama Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp267,8 miliar atau sekitar 98 persen dari target sebesar Rp273,7 miliar.

Danni menjelaskan, zakat fitrah menjadi penyumbang terbesar penerimaan dalam neraca dengan nilai Rp7,8 miliar. Selanjutnya zakat aparatur sipil negara (ASN) sebesar Rp2,2 miliar, zakat non-ASN Rp1,1 miliar, serta penerimaan infak sebesar Rp3,9 miliar. Sebagian besar dana infak tersebut berasal dari bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan korban bencana di Sumatra.

Dari sisi penyaluran, BAZNAS Kota Tangerang mencatat Allocation to Collection Ratio (ACR) sebesar 89,9 persen atau melampaui standar kategori baik yang berada di atas 80 persen. Sepanjang Semester I 2026, dana sebesar Rp14,9 miliar telah disalurkan kepada 35.987 mustahik melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan.

Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Tubaba Dinobatkan Terbaik I di Lampung

Tren penghimpunan zakat di Kota Tangerang juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, penghimpunan ZIS tercatat sekitar Rp6,1 miliar, kemudian naik menjadi Rp7,6 miliar pada 2022, Rp17,8 miliar pada 2023, Rp18,1 miliar pada 2024, dan mencapai Rp22,1 miliar pada 2025. Tahun ini, BAZNAS Kota Tangerang menargetkan penghimpunan sebesar Rp23,7 miliar.

Danni menambahkan, mulai 2026 pengelolaan zakat diperkuat melalui integrasi Indeks Zakat Nasional ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri yang didukung Bappenas. Integrasi tersebut memungkinkan data zakat menjadi salah satu indikator hasil pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dari aspek tata kelola, BAZNAS Kota Tangerang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya. Lembaga tersebut juga mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, sementara seluruh amil tetap telah memiliki sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada 2025, BAZNAS Kota Tangerang juga meraih tujuh penghargaan dari BAZNAS RI dalam Rapat Koordinasi Nasional.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, mengapresiasi capaian BAZNAS Kota Tangerang yang dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat.

"Capaian ini luar biasa. Kota Tangerang mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk berzakat. Nilai Indeks Zakat Nasional yang menjadi tertinggi di Banten dan kedua secara nasional menunjukkan lompatan prestasi yang sangat baik," ujarnya.

Baca juga: Dua Alasan Nanik Kibarkan Bendera Putih sebagai Kepala BGN

Meski demikian, Wawan berharap keberhasilan tersebut dapat dipublikasikan lebih luas melalui berbagai media agar menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan tata kelola dan penghimpunan zakat.

Pada kesempatan yang sama, Danni juga mengajak masyarakat Muslim di Kota Tangerang untuk menunaikan zakat sebagai salah satu kewajiban dalam Islam. Ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang dijalankan BAZNAS.

Berita Terkini