✕

Pesan Sejuk Kapolri dan Gus Baha di Rembang, Sinergi Ulama-Umara Kunci Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 27 September 2026 12:02
Hadiri Ngaji Kebangsaan Bareng Gus Baha di Rembang, Kapolri mengajak ulama dan umara perkuat persatuan

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk jaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, persatuan menjadi modal penting agar pembangunan nasional tetap berjalan menghadapi berbagai tantangan global.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu 26 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar Polri dan para santri secara langsung maupun virtual.

Baca juga: Bukan Sekadar Lari, Borobudur 100 Ajak Pelari Ulur Tangan untuk Anak Cerebral Palsy

Kapolri mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks sehingga persatuan harus terus diperkuat. Perbedaan yang menjadi bagian dari karakter bangsa Indonesia, menurutnya, perlu dikelola agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat maupun negara.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya memiliki sejarah perjuangan bersama sejak masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” kata Kapolri. Ia mengajak ulama dan umara terus bergandengan tangan menjaga persatuan, merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Menurut Kapolri, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Sementara keberadaan ulama diharapkan terus memberikan tuntunan moral melalui nasihat, ilmu, dan doa bagi kehidupan masyarakat.

Apresiasi

Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Baha dan pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri mengikuti Ngaji Kebangsaan. Pertemuan tersebut dinilai menjadi momentum bagi jajaran Polri untuk memperoleh ilmu, nasihat, sekaligus doa sebagai bekal menjalankan tugas.

Baca juga: Merawat Tradisi Lewat Aksi: Festival Unen-Unen Rembang Genjot Regenerasi Seniman

Ngaji Kebangsaan tersebut diikuti 700 peserta secara langsung di Rembang yang terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara sebanyak 41.449 peserta dari berbagai wilayah mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Dalam tausiyahnya, Gus Baha menyampaikan pesan tentang pentingnya kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Ia juga memberikan pandangan mengenai tanggung jawab polisi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Gus Baha mengatakan ibadah seharusnya membentuk seseorang agar menjauhi perbuatan buruk dan menjaga perilakunya. Menurutnya, prinsip serupa juga harus tercermin dalam tugas kepolisian, yakni menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harusnya sholat itu ibadah yang menjadikan orang untuk tidak berbuat jelek, sama harusnya polisi itu yang jaga keamanan,” ujar Gus Baha.

Dia menambahkan, apabila terdapat oknum yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan tugas tersebut, persoalannya kembali kepada manusia yang menjalankan amanah tersebut. (Aji)

Berita Terkini