MEDAN, HELOINDONESIA.COM - Petinju Jawa Tengah Burhanuddin Aduraf yang menjadi harapan satu-satunya Jateng untuk merebut emas cabang tinju di PON Aceh Sumut 2024 kandas di laga final.
Tampl di laga kelas 71-75 kg putra di GOR Universitas HKBP Nommensen, Medan, Burhan panggilannya, Kamis (19/9), gagal mengatasi perlawanan petinju gaek Sulut, Vinki Montolalu.
Dia dinyatakan kalah angka dari Vinki, dan hanya berhak atas medali perak. Sedangkan perunggu diraih petinju Sulsel, Kore Fira dan Ibnu Hibban (Aceh).
Baca juga: Jateng Juara Umum Paralayang PON dengan 3 Emas 1 Perak, Nur Cholis: Bermodal Semangat Tempur
Ketua umum Pengprov Pertina Jateng Kairul Anwar ditemui usai pertandingan, meminta maaf kepada segenap masyarakat Jateng atas kegagalan untuk menjaga tradisi medali emas PON.
''Sata kira Burhan sudah berjuang maksimal. Dia hanya kalah beruntung, karena itung-itungan poin kita tidak kalah,'' kata Kairul.
Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para atletnya yang sudah melakukan persiapan melalui Pelatda dan juga berjuang di Pematang Siantar sejak 7 September 2024.
Baca juga: Panahan Jateng Penuhi Target PON Usai Tambah Dua Emas di Hari Terakhir
Sementara itu, pelatih Jateng, Puspa Aprilia mengaku agak kaget ketika pertandingan memutuskan Burhan kalah.
''Hitung-hitungan, dari ronde pertama ronde Burhan tidak kalah. Dia menang inisiatif, agresivitas dapat, pukulannya juga masuk. Tapi memang harus kita akui menghadapi petinju berpengalaman, memang tantangan bagi Burhan,'' katanya.
Puspa berharap, hasil pertandingan di Pematang Siantar akan menjadi bahan evaluasinya ke pengurus, karena ada beberapa petinjunya yang masih muda dan punya potensi besar ke depannya. (Aji)
