Helo Indonesia

KONI Jateng Gelar Raker di Solo, Suksesi Kepemimpinan dan Porprov 2026 Jadi Bahasan

Ajie - Olahraga
Kamis, 12 Desember 2024 05:45
    Bagikan  
KONI Jateng Gelar Raker di Solo, Suksesi Kepemimpinan dan Porprov 2026 Jadi Bahasan

Ruangan di Hotel Sunan Surakarta yang akan dijadikan arena Rapat Kerja sudah siap.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - KONI Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di The Sunan Hotel Surakarta, mulai Kamis 12 Desember hari ini hingga Jumat besok 13 Desember 2024.

Dalam Raker ini, beberapa agenda penting akan dibahas di antaranya laporan keikutsertaan pada PON XXI di Aceh - Sumatera Utara, rencana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, dan yang lebih jadi perhatian suksesi kepemimpinan KONI, mengingat masa bakti kepengurusan akan berakhir Desember 2025 mendatang.

Persiapan untuk Raker sudah dilakukan di Hotl Sunan sejak Rabu (11/12). Beberapa staf dan pengurus KONI Jateng sudah berada di lokasi untuk menyiapkan agenda acara tersebut.

Baca juga: 4 Cara Pengaplikasian Aromaterapi dan Mengenal Kecepatan Penguapannya

Beberapa rancangan materi yang akan dibahas dalam Rakerda terungkap dalam rapat panitia di Kantor KONI Jateng, Jumat (6/12) lalu. Hadir dalam rapat tersebut Ketua Umum KON Jateng Bona Ventura Sulstiana selaku penanggung jawab Rakerprov, Wakil Ketua Umum I dan V Bambang Rahardjo Munadjat dan Sudarsono, Bendahara Umum Prasetyo Budi Yuwono serta Kabid Organisasi Joko Priyono yang merupakan panitia Rakerprov.
Maka dalam sambutan pembukaan rapat Bona Ventura menyebut thema tersebut selaras dengan apa yang diraih oleh Jateng pada PON XXI 2024 yakni perolehan medali yakni 71 emas, 74 perak dan 115 perunggu.

''Kan pada Rakerprov 2023 kita membuat tema 'Memantapkan langkah Menuju PON Aceh - Sumut'. Syukur alhamdulillah, hasil kita pada PON menggembirakan, maka kita memberi pondasi bagi pengurus periode selanjutnya, yakni menuju orbit prestasi nasional,'' paparnya.

Lebih lanjut Bona menjelaskan, sudah saatnya Jateng bersaing untuk memperebutkan posisi ''3 Besar''. Hal itu diakuinya sangat berat karena berhadapan dengan tiga provinsi yakni DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat yang mampu mengucurkan anggaran pembinaan di atas Rp 300 miliar.

''Prestasi itu linier dengan besaran anggaran. Maka kita perlu memberi masukan kepada Pemprov bahwa untuk bisa berprestasi lebih tinggi diperukan anggaran lebih besar,'' paparnya.

Baca juga: Syarat Monetisasi Fb Pro untuk Menghasilkan Uang dari Reels Facebook

Beberapa rancangan materi rapat adalah pelaksanaan babak kualifikasi (BK) Porprov 2026 yang dimulai April 2025, mutasi atlet antar kabupaten/kota (yakni 17 bulan sebelum Porprov 20206). Hal lain adalah organisasi dan pengelolaan keuangan.

Mengingat 2025 adalah tahun terakhir kepengurusan KONI 2021 - 2025, maka ada rancngan juga untuk penetapan Tim Jaring dan Saring untuk menjaring calon-calon ketua KONI Jateng periode 2025 - 2029.
''Ini kan Rakerprov terakhir yang kita gelar, sebab pada 2025 nanti kita gelar Musorprov. Jadi kita harus menetapkan Tim Jaring - Saring,'' kata Bona.

Dihadiri KONI Pusat
Sementara Ketua Panitia Rakerprov Joko Priyono menyebut acara tersebut juga akan dihadiri utusan KONI Pusat. Peserta yang sudah pasti adalah KONI Kabupaten/Kota serta cabang olahraga di Jawa Tengah ''Kita akan undang tiga pengurus KONI Pusat. Kita akan meminta dalam paparan agar ada info tentang perkembangan organisasi dan rancangan PON 2028,'' kata Joko.

Baca juga: WTF 2024: Fajar/Rian Menang Susah Payah atas Sabar/Reza, Setting sampai Angka 28

Disebutlkannya, dalam Rakerprov nanti juga akan dibahas dalam Porprov 2026 cabang olahraga yang dipertandingkan mengacu pada PON 2028. Untuk sementara racangan PON 2028 adalah 40 cabang olahraga yakni masing-masing NTB dan NTT 20 cabang olahraga.

''Memang belum final. Maka kita menunggu keputusan atau minimal inforamasi dari KONI Pusat,'' katanya.
Dalam tertib organisasi, Rakerprov hanya akan memberikan hak suara kepada KONI kabupaten/kota dan pengprov cabang olahraga yang masih aktif masa kepengurusannya.

Pada bagian lain Bona menambahkan, dalam rapat komisi maupun pleno akan dilakukan seideal mungkin. Artinya pembahasan materi dilakukan secara serius sehingga dihasilkan keputusan yang berguna. ''Jadi istilah ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus kita abaikan. Kita rancang dan putuskan materi demi untuk memandu kepengurusan mendatang,'' tegasnya. (Aji)