HELOINDONESIA.COM - Dalam seni meracik aromaterapi tidak sekadar memahami apa saja perlengkapan yang harus disiapkan, tapi juga mengenali jenis-jenis minyak aromaterapi yang akan diracik.
Beberapa jenis yang umumnya bisa diracik di antaranya minyak atsiri khas Indonesia, di antaranya kayu cendana, nilam, kenanga, pala, kayumanis, akar wangi, cengkeh, melati, adas, jahe, sereh, dan minyak kayu putih.
Sementara jenis minyak atsiri yang berasal dari negara lain secara umum adalah lavender, chamomile, rosewood, neroli, bergamot, geranium, rosemary, tea tree, clary sage cypress, dan eucalyptus.
Praktisi aromaterapi Ir. Dian SS Maulana Said dalam workshop Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF 2024) yang digelar selama tiga hari pada tanggal 6,7 dan 8 Desember 2024 di Orange Grove, Pantai Indah Kapuk 2 mengatakan bahwa tak cukup dengan jenis-jenis minyak atsiri tersebut.
Baca juga: Setelah 32 Tahun, Seratusan Aktivis SMID-PRD Lampung Akan Serbu Jakarta
“Beberapa minyak atsiri yang disebutkan di atas masih membutuhkan minyak dasar yang digunakan sebagai pengencer. Di antaranya minyak jojoba, minyak zaitun (Olive oil), minyak kelapa (Coconut Oil), minyak jagung (Corn oil), minyak kedelai (Soya oil), minyak biji bunga matahari (Sunflower oil), minyak Kanola (Canola oil), dan minyak biji anggur (Grapeseed oil),” paparnya.
Selain itu, Anda juga harus memahami tingkat kecepatan penguapan minyak esensial yang akan diracik dan cara pengaplikasiannya.
Dian SS membagi tiga tingkat kecepatan penguapan minyak esensial.
Pertama, Top Note.
Jenis ini cepat menguap terutama dari jenis citrus. Lama penguapan antara 1 hingga 20 menit. Fungsinya dari jenis Top Note ini bermanfaat untuk menyegarkan, menyelaraskan
pikiran, mengaktifkan mental.
Kedua, Middle Note
Jenis ini kecepatan penguapannya sedang. Lama penguapan mulai dari 20 menit hingga 1 jam. Jenis minyak esensial ini berfungsi untuk menenangkan, menyelaraskan, menyeimbangkan dan mengaktifkan raga.
Baca juga: Guru Thailand Dihukum 111 Tahun Penjara karena Melakukan Pelecehan Terhadap Ratusan Anak
Ketiga, Base Note
Jenis minyak esensial ini memliki kecepatan penguapan lambat antara 1 hingga 2 jam lamanya.
Fungsi minyak esensial dari jenis ini untuk memusatkan pikiran,
merilekskan, menguatkan dan memantapkan tubuh
Berikut tiga cara pengaplikasian minyak esensial.
Pertama, dihirup
Pengaplikasian ini menggunakan diffuser, burner atau vaporizer.
Cara penggunaannya: tambahkan beberapa tetes essential oil ke dalam diffuser yang sudah diisi air. Langkah ini membantu menyebarkan aroma ke seluruh ruangan, memberikan efek
menenangkan atau menyegarkan. Atau bisa juga dengan cara inhalasi langsung.
Teteskan beberapa tetes essential oil ke tisu atau kapas, lalu hirup aromanya. Cara ini lebih efektif untuk meredakan stres atau meningkatkan fokus.
Kedua pengaplikasian dengan cara dioleskan pada kulit
Sebelum mengoleskan essential oil ke kulit, campurkan dengan carrier oil untuk menghindari iritasi.
Oleskan campuran ini ke area tertentu seperti pelipis, pergelangan tangan, atau bagian tubuh yang membutuhkan perawatan
Bisa juga diaplikasikan saat pemijatan.
Gunakan campuran essential oil dan carrier oil untuk pijat. Ini dapat membantu meredakan otot yang tegang dan meningkatkan sirkulasi darah
Ketiga, pengaplikasian essential oil yang dicampur dalam air mandi.
Tambahkan beberapa tetes essential oil ke dalam air mandi hangat. Ini memungkinkan kamu untuk menghirup aromanya sekaligus merasakan manfaatnya pada kulit.
Keempat, dimanfaatkan sebagai spray pengharum ruangan
Campurkan essential oil dengan air dan sedikit alkohol dalam botol spray. Gunakan sebagai pengharum ruangan alami untuk menciptakan suasana yang menyenangkan di rumah
Kelima, pengaplikasian dengan cara kompres
Untuk kompres hangat, gunakan air hangat (bukan panas). Untuk kompres dingin, gunakan air dingin atau es.
Caranya, celupkan kain bersih/handuk kecil ke dalam campuran air dan essential oil.
Pastikan kain menyerap campuran dengan baik. Kemudian peras kain untuk menghilangkan kelebihan air, lalu letakkan kain tersebut pada area tubuh yang membutuhkan perawatan.
Biarkan selama 15-20 menit atau sampai kain mulai kehilangan suhu awalnya.
Baca juga: WTF 2024: Fajar/Rian Menang Susah Payah atas Sabar/Reza, Setting sampai Angka 28
Dian mengingatkan bahwa pencampuran minyak esensial dengan minyak pembawa (carrier oil), penting untuk mengikuti panduannya seperti takarannya, wadahnya, jenis essential oilnya dan juga uji coba bau (aroma) yang dimiks untuk memeriksa eseimbangan sesuai selera.
“Ingat wewangian akan berubah seiring waktu jadi tahan keinginan untuk terlalu banyak mengotak-atik,” tambahnya.
Untuk penggunaan topikal (kulit) untuk dewasa campurkan 5 sampai 7 tetes essential oil dengan 1 sendok makan (15 ml) base oil
Sementara untuk anak-anak. Gunakan perbandingan yang lebih rendah, sekitar 3 hingga 4 tetes essential oil dengan 1 sendok makan base oil
Sedangkan untuk diffuser, tambahkan 3 hingga 5 tetes essential oil ke dalam diffuser yang sudah diisi dengan air sesuai petunjuk penggunaan diffuser.
Baca juga: PMI Jakpus Buka Posko Kesehatan dan Salurkan Bantuan Warga Korban Kebakaran Jalan Kemayoran Gempol
Untuk pemijatan beda lagi. Campurkan 10 tetes essential oil dengan 20 ml base oil untuk pijat seluruh tubuh
“Untuk Mandi tambahkan 5 sampai 10 tetes essential oil ke dalam 1 sendok makan base oil, lalu campurkan ke dalam air mandi,” tutup Dian SS.
