HELOINDONESIA.COM -India dikenal dengan Ayuverda atau Yoga sebagai bagian dari olah raga pernapasan tradisional mereka yang memang sudah mendunia.
Namun demikian, bukan berarti Indonesia tidak memiliki olahraga pernapasan asli khas nusantara.
Salah satu olahraga pernapasan yang dimiliki tanah air berasal dari Perguruan Silat Merpati Putih. Meski demikian tidak menutup kemungkinan perguruan silat lain pun memilikinya.
Hal ini terungkap dari paparan Marsyel Marcheanes Ririhena, Pengurus Pusat Perguruan Pencak Silat Merpati Putih
webinar yang dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (26/2/2025).
Baca juga: Selamatkan Warga, Polresta Beri Tanda Jalan Bopeng di Bandarlampung
Dari informasi yang dihimpun, Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako).
Salah satu peninggalan sejarah budaya nusantara ini merupakan salah satu aset budaya bangsa yang mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an.
"Kami dari pengurus pusat ingin memberikan pelatihan atau program pelatihan merpati putih ini sesuai dengan arahan dan petunjuk dari pewaris dan dewan guru," papar Marsyel.
Dikatakan Marsyel, sama seperti olahraga pernapasan Yoga, dalam Merpati Putih juga ada program latihan olah pernafasan.
Baca juga: Miliaran Sia-Sia, Proses Penyelenggara Pilkada Pesawaran yang Telah Teledor
Menurutnya, dalam konten pelatihan Pencak Silat Merpati Putih itu ada tiga.
"Pertama untuk kekuatan fisik dan yang kedua untuk fungsi organ tubuh dan peningkatan imunitas," kata Marsyel.
Dalam konten pelatihan Merpati Putih di olah pernapasan itu ada tiga. Satu latihan fisik untuk meningkatkan fungsi organ tubuh.
"Fisik itu dilatih terutama untuk kekuatan otot dan rangka tubuh. Karena Merpati Putih mengutamakan pola penyaluran tenaga atau potensi dalam setiap latihannya," terangnya.
Baca juga: Warga Semarang, Mau Nonton Kirab Budaya Dugderan? Ini Rute yang Dilalui
Kedua psikologis, visualisasi dan meditasi. Secara psikologis, latihan pencak silat dengan pernapasan ini biasanya dapat meningkatkan kepercayaan diri.
"Melakukan hal-hal yang tidak bisa menjadi bisa. Misalnya menahan napas yang semula cuma 20 detik, 40 detik tiba-tiba bisa sampai 1 menit. Secara psikologis kita percaya bahwa dengan adanya latihan kita akan semakin sehat dan kuat," paparnya.
Ketiga, metafisis yang mengarah pada segala sesuatu yang memang enggak bisa dijelaskan secara fisik.
Tapi sebenernya, sambung Marsyel , bukan cuma belum ketemu teorinya dan mungkin sudah ada. Contohnya bisa membaca tulisan dengan tutup mata. Mungkin juga dengan cara mematahkan benda-benda keras yang mungkin secara logika susah dilakukan oleh orang biasa.
Baca juga: USM Wisuda Profesor dari Kota Palembang, Kuliah Master Psikolog
"Inilah tiga konten latihan pernapasan ini yang membuat merpati putih mempunyai satu ciri khas dari setiap perguruan beladiri yang lain. Tentunya beberapa perguruan beladiri diri yang lain juga sangat bagus, asal ditekuni dengan baik," jelas Marsyel.
