LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Mulai panas jelang Musdaprovlub KONI Lampung, dua nama tokoh muncul pascalengsernya Arinal Djunaidi sebagai ketum KONI Lampung. Keduanya adalah Faisol Djausal dan Amalsyah Tarmizi. Musdaprovlub target Juli-Oktober 2025.
Nama Faisol Djausal muncul setelah Alzier Dianis Thabranie (ADT) memberikan dukungan kepada Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lampung. Entah menyindir siapa, ADT bilang jangan pilih pensiunan, orang tak ngerti dunia olahraga hingga jadi beban APBD.
Begitu nama Faisol dimunculkan ADT, Nero Koenang yang pernah ikut mendukung pencalonan Amalsyah langsung mengingatkan agar para cabor tidak terjebak permainan kotor segelintir pengurus KONI Lampung yang mengabaikan etika demi kepentingan pribadi.
Pada Pemilihan Ketua KONI Lampung tiga tahun lalu (2/2/2023), Nero yang mengambilkan formulir pencalonan Amalsyah Tarmizi yang kini ketua Harian KONI Lampung. Dia kemudian "ngalah" dengan Arinal yang kala itu masih menjabat gubernur Lampung.
Walau masih enam bulan lagi deadline, ibarat mesin diesel, agaknya kursi ketum KONI Lampung mulai menghangat mencari sosok yang pantas untuk mendudukinya dimulai dari kedua nama tokoh olahraga tersebut, Faisol vs Amalsyah.
ADT menyatakan keyakinannya bahwa Faisol yang paling bisa menjadikan olahraga Lampung Maju. Demikian pula Nero, menurutnya, Amalsyah paling berpengalaman mengurus olahaga.
KONI Pusat telah menunjuk Budhi Darmawan sebagai plt ketua umum KONI Lampung yang tugas utamanya adalah menggelar Musdaprovlub masa bakti 2025-2029 paling lambat bulan Oktober 2025.
Dua hari lalu (29/4/2025), Budhi Darmawan Rakor Persiapan Musdaprovlub KONI Lampung. Ada yang menyarankan Musadaprovlub dipercepat dua bulan lagi. Dia akan mengusahalannya.
Soal calon ketum KONI, katanya, bisa berasal dari internal KONI Lampung bisa juga dari eksternal, yang pasti harus memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Terkait mekanisme pemilihan dan syarat calon Ketum KONI, Budhi mengatakan semuanya akan disusun oleh tim.
Namun idealnya, calon Ketum KONI harusnya sosok yang mengerti olahraga dan mau berkorban untuk kemajuan olahraga Lampung.
Selain itu, calon Ketum juga harus memiliki visi, gagasan dan program yang bisa menyukseskan prestasi olahraga Lampung. (HBM)
