KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tim taekwondo Jateng nomor poomsae dan poomsae freestyle di PON Bela Diri 2025 Kudus akhirnya hanya mampu meraih 4 medali perak dan 2 perunggu.
Dalam unjuk peragaan yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu,Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/10), meskipun diperkuat atlet Pelatnas SEA Games, taekwondoin Jateng gagal menjadi yang terbaik di nomor seni jurus ini.
Keempat perak yang diraih oleh para taekwondoin Jateng ini disumbangkan oleh Muhammad Hafizh Fachrur R di nomor tunggal putra, perseorangan putri atas nama Besta Noviana Khusof, tim beregu putra atas nama Muhammad Fadli, Muhammad Verrell Ra, Farrel Putra Pratama.
Baca juga: Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan Bersama Provinsi Peserta PON Bela Diri Kudus 2025
Serta satu medali perak lagi dipersembahkan oleh Besta Noviana Khusof, Besti Noviane Khusof, Angela Khansa Nathania, di nomor beregu putri.
Sedangkan dua perunggu Jateng di nomor freestyle putra atas nama Yazid Bustomi dan Alina Yasha Nafiasari.

Secara keseluruhan, di perseorangan putra, taekwondoin Jateng, Muhammad Hafizh yang menghuni Pelatnas SEA Games gagal meraih medali emas setelah kalah tinggi dalam pengumpulan angka dari taekwondoin Jabar, Muhammad Riza.
Perunggu di nomor ini disabet oleh taekwondoin DIY, Muhammad Daffa Wahyu Putra dan Ahmad Ihsan dari DKI Jakarta.
Di nomor tunggal putri Besta Noviana Kusof gagal mengungguli poin taekwondoin Jabar, Maheswari Enisia Irianto dalam pengumpulan nilai.
Perunggu di nomor perseorangan putri ini diraih oleh atlet Erviko Andrea dari DIY dan Rohadatul Aisy dari DKI Jakarta.
Baca juga: Tiga Petarung Derajat Jateng Melaju ke Perempat Final PON Bela Diri 2025
Besta Noviana Khusof yang digadang-gadang menjadi terbaik perseorangan putri, juga gagal di beregu putri setelah penampilannya bersama saudaranya Besti Noviana Khusof dan Angela Khansa Nathania juga kebagian medali perak.
Medali emas lagi-lagi diraih tim Jabar, sedangkan perunggu bersama diraih oleh tim dari Sumatera Utara dan DIY.
Sementara itu, tim beregu putra Jateng yang dipimpin oleh Muhammad Fadli, Muhammad Verrell RA, dan Rahlil Farrel Putra Pratama hanya mampu meraih medali perak.
Emas di nomor ini tetap menjadi milik Jabar yang turun dengan materi Muhammad Rizal, Muhammad Alfi Kusuma dan Muhammad Nadim FH. Sedangkan perunggu, diraih bersama oleh regu DIY dan Sulawesi Tengah.
Jam Terbang dan Postur
Menurut Pelatih Nomor Poomsae Jateng Hakiman, sebenarnya Jateng berharap banyak pada nomor tunggal putra dan beregu putri untuk meraih medali emas. Pasalnya dari sisi kualitas teknik bisa.
''Tapi ini kan nomor yang tak terukur. Unggul teknik, tapi faktor perform atau postur yang kurang tinggi ikut berpengaruh. Selain itu, atlet putra Pelatnas SEA Games Jabar turun semua di sini, sedangkan atlet kami atlet-atlet muda dan baru main di level nasional. Jadi kalah jam terbang saja,'' katanya.
Baca juga: Jateng Hanya Tambah Satu Emas di Hari Kedua PON Bela Diri 2025, Bona Tetap Optimistis
Pelatih poomsae lainnya, Jasmin Nuhaina juga menilai, faktor postur atletnya yang mungkin kalah dari atlet-atlet Jabar membuat Jateng belum meraih angka terbaik di nomor seni jurus ini.
''Secara speed dan power sudah oke kok atlet kami. Di level internasional sebenarnya postur tak berpengaruh, tapi di tingkat nasional bisa jadi iya,'' katanya tertawa.
Sementara itu, atlet putri Besta Noviana juga mengakui, nomor ini memiliki tingkat subjektivitas tinggi. Sebenarnya dirinya sudah tampil maksimal, tapi harus puas dengan perak.
''Kurang beruntung saja. Mungkin jurinya lagi suka permainan atlet Jabar,'' kata peraih perunggu PON Aceh-Sumut 2024 itu sambil ternyum. (Aji)
