SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana haru dan bangga menyelimuti Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu siang 27 September 2026. Jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama pengurus cabang olahraga menyambut kepulangan para atlet wushu kebanggaan Merah Putih yang baru saja berjuang di ajang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
Kedatangan para pahlawan olahraga yang mendarat pukul 11.30 WIB ini disambut dengan pengalungan bunga sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan luar biasa mereka mengharumkan nama bangsa dan tanah kelahiran.
Baca juga: Bukan Sekadar Lari, Borobudur 100 Ajak Pelari Ulur Tangan untuk Anak Cerebral Palsy
Atlet wushu yang baru saja mendarat setelah terbang dari Negeri Sakura itu adalah Bintang Reindra Nada Guitara, Thania Kusumaningtyas, dan Tharisa Dea Florentina.
Dari tiga atlet itu, dua di antaranya sukses mempersembahkan medali untuk kontingen Merah Putih.
Mereka adalah Bintang Reindra Nada Guitara menyabet medali perunggu di nomor sanda putra 60 kilogram serta Thania Kusumaningtyas yang juga mendapatkan perunggu di nomor sanda 60 kilogram putri.
Keduanya merupakan atlet asal Salatiga.
Adapun satu atlet wushu lain, yakni Tharisa Dea Florentina belum berhasil meraih medali. Atlet wushu nasional asal Kabupaten Semarang itu mengalami cedera pada babak perempat final pada nomor yang diikutinya, sehingga tak bisa sampai di partai puncak.
Ketiga atlet wushu kebanggaan Jateng tersebut tiba di Bandara Ahmad Yani sekitar pukul 11.30 WIB.
Baca juga: Merawat Tradisi Lewat Aksi: Festival Unen-Unen Rembang Genjot Regenerasi Seniman
Mereka disambut oleh Pengurus Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabang Beladiri KONI Jawa Tengah David Hasian B Sinaga serta didampingi Wakabid Binpres Rivan Saghita dan Dian Listiyarini, serta Kabid Humas Agus Hermanto.
Turut hadir dalam seremoni pengalungan bunga ucapan selamat di pintu kedatangan antara lain Ketua Harian Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jateng Sudarsono dan Sekretaris Heny Setyawati, Ketua Umum KONI Kota Salatiga Agus Purwanto, serta keluarga atlet.
"Mereka mengharumkan nama Indonesia dan Jawa Tengah dikancah internasional. Jadi KONI Jateng mengapresiasi perjuangan mereka dengan menyambut kedatangan patriot olahraga ini di Bandara Ahmad Yani," ujar David Hasian B Sinaga yang mewakili Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko.
Baca juga: Pesan Sejuk Kapolri dan Gus Baha di Rembang, Sinergi Ulama-Umara Kunci Jaga Keutuhan NKRI
Penyambutan pengurus KONI Jateng dan rombongan di Bandara Ahmad Yani Semarang membuat Bintang Reindra Nada Guitara merasa bangga dan berterima kasih.
Hal itu membuatnya termotivasi untuk mempersembahkan yang terbaik lagi buat Jateng dan Indonesia pada event-event mendatang.
"Saya bangga dan mengucapkan terima kasih atas penyambutan ini. Perhatian dari KONI Jateng dan Salatiga ini membuat saya harus semakin giat serta fokus berlatih agar bisa meningkatkan prestasi," kata Bintang Reindra Nada Guitara.
Menurut Bintang, peluang untuk meraih medali emas atau perak pada Asian Games masih sangat terbuka.
Mengingat kekuatan dan kemampuan atlet wushu di Asia masih merata. Namun, yang membedakannya hanya mental bertanding.
"Kita cuma kalah jam terbang internasional dengan atlet-atlet wushu negara lain di Asia ini. Secara teknik, kita punya kemampuan dan kekuatan seimbang," terang Bintang.
Adapun Thania Kusumaningtyas mengaku bangga dengan perolehan medali perunggu pada Asian Games 2026 ini. Mengingat ini merupakan debutnya membela Indonesia pada ajang Asian Games.
"Pada penampilan pertama di Asian Games kali ini, saya hanya berusaha maksimal mempersembahkan yang terbaik. Hasilnya bisa meraih perunggu. Ini tetap disyukuri," kata Thania Kusumaningtyas.
Ketua Harian Pengprov WI Jateng Sudarsono juga mengaku bangga dengan capaian para atlet wushu Jateng yang berlaga di Asian Games. Mengingat lima medali perunggu dari cabang wushu, dua di antaranya dipersembahkan oleh atlet Jateng.
"Capaian di Asian Games ini jadi modal yang sangat berharga untuk menghadapi PON pada 2028 mendatang. Kami optimistis cabang wushu juga bisa berkontribusi medali untuk Jateng," tegas Sudarsono yang juga Kabid Binpres PB WI.
Pada cabang wushu di Asian Games 2026, jumlah atlet Indonesia total ada 13 orang, dan 3 di antaranya merupakan atlet Jawa Tengah.
Adapun total jumlah atlet Jateng yang membela Indonesia di ajang Asian Games ini adalah 41 orang. Mereka tersebar di 15 cabang olahraga yang dipertandingkan pada ajang tersebut.
Hingga Minggu 27 September 2026, atlet-atlet Jateng telah berkontribusi menyumbang medali untuk Indonesia antara lain dua perunggu di cabor wushu, satu perak di cabor menembak beregu putra, dan satu medali emas di cabor bulu tangkis beregu putra. (Aji)
