SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 kini telah memasuki garis akhir. Sebagai salah satu pusat penyelenggaraan utama, Kota Semarang tancap gas mematangkan berbagai aspek, mulai dari infrastruktur pendukung hingga penyambutan megah kirab Api Porprov dan seremoni pembukaan di Stadion Jatidiri.
Kesiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam audiensi antara jajaran pengurus KONI Jawa Tengah dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, di Kantor Wali Kota Semarang, Selasa sore 29 September 2026.
Rombongan KONI Jateng dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sujarwanto Dwiatmoko, didampingi Wakil Ketua Umum I Urip Sihabudin, Wakil Ketua Umum III Prof Mugiyo Hartono, Sekretaris Umum Budi Santoso, serta Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara beserta jajaran pengurus dan perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng maupun Kota Semarang.
Baca juga: Kuasai 37 Persen Pasar Jateng, 3.000 Keluarga Pilih BYD untuk Mobilitas Harian
Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda krusial yang dibahas adalah rute kirab Api Porprov yang akan diambil dari sumber legendaris Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan.
Sujarwanto memaparkan, api abadi tersebut akan diarak melintasi sejumlah wilayah di eks-Karesidenan Semarang dan sekitarnya.
“Kirab dimulai 24 hingga 25 Oktober. Api Porprov yang diambil dari Api Abadi Mrapen akan diarak di Demak, Salatiga, Kabupaten Semarang, kemudian Kendal pada 24 Oktober. Selanjutnya pada 25 Oktober dilanjutkan di Kota Semarang,” jelas Sujarwanto.
Rangkaian kirab di Kota Semarang nantinya akan berujung di Stadion Jatidiri, yang sekaligus menjadi lokasi digelarnya grand opening atau seremoni pembukaan Porprov XVII Jateng pada malam hari, 25 Oktober 2026.
Libatkan 10.528 Atlet dari 58 Cabor
Ajang olahraga empat tahunan terbesar di Jateng ini dipastikan bakal berlangsung masif dan meriah. Sebanyak 10.528 atlet dari 58 cabang olahraga dipastikan turun gelanggang memperebutkan 2.714 medali, dengan dukungan 3.777 wasit serta panitia pelaksana.
Dari total 58 cabor, Kota Semarang mendapat mandat terbesar dengan mempertandingkan 29 cabor. Sementara sisanya disebar ke beberapa daerah mitra seperti Salatiga (12 cabor), Kabupaten Semarang (9 cabor), Kendal (8 cabor), dan Demak (4 cabor). Tiga cabor spesifik lainnya terpaksa dihelat di luar wilayah Semarang Raya karena keterbatasan venue, yakni balap sepeda di Solo, aeromodeling di Blora, dan gimnastik di Pati.
Baca juga: Mundurnya 8 Anggota KP-KBP Tak Goyahkan PSSI, KLB Asprov Jateng Digelar 8 Oktober
Adapun penutupan rangkaian Porprov XVII Jateng dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kendal pada 30 Oktober 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut sangat antusias penunjukan ibu kota provinsi ini sebagai pusat pembukaan sekaligus salah satu episentrum pertandingan. Ia menegaskan, Pemkot bersama KONI Kota Semarang terus bergerak cepat membenahi infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan di sekitar venue.
Kendati KONI Kota Semarang mengusung target mempertahankan gelar juara umum, Agustina mengingatkan bahwa kesuksesan Porprov tidak hanya diukur dari raihan medali, melainkan bagaimana kemeriahannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Pekerjaan rumah kita sekarang agar pelaksanaan kirab dan seremoni pembukaan bisa gegap gempita. Masyarakat dapat terlibat dan terhibur, khususnya saat kirab Api Mrapen,” ujar Agustina.
Ia berharap iring-iringan kirab api dari Balai Kota Semarang menuju Stadion Jatidiri tidak sekadar menjadi agenda seremonial birokratis, melainkan menjelma sebagai pesta rakyat yang meriah.
“Dari Balai Kota ke Jatidiri, libatkan masyarakat. Jadi kegiatan ini milik seluruh masyarakat, baik kirab maupun pembukaan,” pungkasnya penuh semangat. (Aji)
