Helo Indonesia

Kuasai 37 Persen Pasar Jateng, 3.000 Keluarga Pilih BYD untuk Mobilitas Harian

1 jam 11 menit lalu
    Bagikan  
Kuasai 37 Persen Pasar Jateng, 3.000 Keluarga Pilih BYD untuk Mobilitas Harian

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan sedang memberikan keterangan di arena GIIAS

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Tren elektrifikasi kendaraan kini semakin mengakar di tengah masyarakat Jawa Tengah. Kehadiran kendaraan listrik atau New Energy Vehicle (NEV) bukan lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi pilihan utama mobilitas harian.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 yang digelar di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu 30 September 2026.

Baca juga: Mundurnya 8 Anggota KP-KBP Tak Goyahkan PSSI, KLB Asprov Jateng Digelar 8 Oktober

Jawa Tengah tercatat menjadi salah satu wilayah strategis yang turut menopang pertumbuhan pasar BYD di Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 3.000 keluarga di Jateng telah mempercayakan mobilitas harian mereka menggunakan kendaraan BYD, dengan kontribusi sekitar 37 persen terhadap pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

"Selama lebih dari satu abad kita bergantung pada bahan bakar fosil. Hari ini dunia otomotif memasuki era baru dalam mobilitas. Elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi masa depan mobilitas," ujar Luther di hadapan awak media.

Secara nasional, laju pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia mengalami lonjakan masif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, penjualan BYD Group di Indonesia telah menembus angka lebih dari 40.600 hingga 40.700 unit. Angka ini membawa BYD menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

Luther mengenang, sebelum kehadiran BYD, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia sempat berada di bawah 1 persen. Namun, dalam kurun waktu relatif singkat, adopsi kendaraan listrik nasional melonjak hingga menyentuh angka 22 persen, menandakan transisi masyarakat menuju era elektrifikasi berjalan jauh lebih cepat.

Baca juga: Demi Kenyamanan Studi, IO USM Kawal Ketat Akademik dan Administrasi Mahasiswa Asing

Secara global, BYD sendiri telah mencatatkan penjualan lebih dari 2,6 juta unit kendaraan di seluruh dunia yang menjangkau lebih dari 121 negara, dengan mengusung komitmen Green Dream dalam pengadaan, penyimpanan, serta penerapan energi bersih.

Siapkan EV dan DM
Melihat potensi pasar yang masih terbuka lebar, di mana sekitar 65 persen pasar otomotif Indonesia masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil, Luther menilai bahwa satu jenis teknologi saja tidak cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan konsumen yang beragam.

Berdasarkan data Januari–Agustus 2026, penjualan NEV nasional telah menembus lebih dari 110.000 unit. Segmen Battery Electric Vehicle (BEV) pada semester pertama 2026 bahkan melampaui 84.000 unit atau melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) atau Dual Mode (DM) turut mencatat pertumbuhan fantastis hingga menembus sekitar 7.000 unit, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 2.000 unit.

"Peluang transformasinya sangat besar. Karena itu, BYD membangun ekosistem New Energy Vehicle yang lengkap melalui dua teknologi terbaru kami, yaitu EV dan DM untuk menjangkau berbagai karakter penggunaan konsumen," jelas Luther.

Seiring dengan masifnya adopsi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, BYD berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan produk unggulan, tetapi juga memperkuat layanan purnajual dan ekosistem pendukungnya. Saat ini, BYD telah memiliki 7 lokasi dealer yang beroperasi di Jawa Tengah, dan menargetkan ekspansi hingga mencapai 16 lokasi di masa mendatang.

Selain memperkuat jaringan ritel regional, BYD juga menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap industri otomotif nasional melalui pembangunan fasilitas produksi kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat. Pabrik di atas lahan seluas 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun dan melibatkan lebih dari 200 mitra lokal dalam rantai pasoknya.

GIIAS Semarang 2026 yang digelar ada 30 September - 04 Oktober 2026 di Muladi Dome, pada Rabu (30/9) dibuka oleh Kepala Bapenda Jateng Muhamad Masrofi,

(Aji)