SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah atlet menjadikan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 sebagai panggung terakhir mendedikasikan diri sebagai atlet. Selain alasan sudah saatnya menepi karena usia, ada juga yang memilih jalan sunyi sebagai pelatih.
Bagi atlet wushu taolu Kota Semarang Dessy Wulandari Emmylia, Porprov 2026 dijadikan sebagai penutup perjalanan panjangnya menjadi atlet wushu.
Atlet asal Kota Semarang kelahiran 30 September 1993 itu mengakhiri kiprahnya di arena wushu dengan meraih medali emas nomor Changquan Putri Senior setelah membukukan skor 9,630 di Gedung Tenis Indoor Kridanggo, Salatiga, Selasa (27/10/2026) lalu.
Baca juga: Taklukkan Fase Grup, Srikandi Muda MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026
Dessy harus bersaing ketat dengan atlet Kabupaten Semarang, Ervina Yulia Sari, yang finis di posisi kedua dengan skor 9,600. Dessy memastikan medali emas nomor Changquan Putri Senior setelah meraih skor tertinggi 9,630, unggul tipis 0,030 poin dari Ervina. Sementara itu, medali perunggu diraih Zanuba Hayfanisa Isnu dari Kota Magelang dengan skor 9,396.
"Kalau saya setelah di Porprov ini selesai. Jadi event terakhir saya sebagai atlet wushu," kata Dessy seusai pengalungan medali.
Keputusan untuk menuntaskan karier melalui Porprov 2026 bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah lama menyimpan keinginan untuk menutup perjalanan sebagai atlet dengan prestasi terbaik.
Target tersebut sebenarnya telah direncanakan pada periode sebelumnya. Namun, adanya pembatasan usia dalam pelaksanaan Porprov saat itu membuatnya belum bisa mewujudkan keinginan tersebut.
Kesempatan kembali terbuka pada Porprov tahun ini ketika ketentuan usia memungkinkan dirinya untuk tampil. Dessy pun memutuskan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan perjalanannya sebagai atlet.
Sebagai atlet Jateng, Dessy pernah meraih perunggu di nomor Jianshu (pedang) dan Qiangshu (tombak) pada PON XIX 2016 di Jabar, dan menyabet perak di PON XX Papua 2021 pada nomor gabungan Jianshu dan Qiangshu Putri.
Fokus Jadi Pelatih
Sementara itu, bagi petinju Kota Tegal Letda Sus Sherly Yusinta Titis Anjaya SKep, Porprov 2026 ini merupakan panggung terakhir baginya di ring amatir. Dia ingin konsentrasi sebagai pelatih untuk melahirkan talenta-talenta baru. Kalau pun harus naik ring, dia memilih menjajal pertarungan profesional.
Baca juga: Lebih Ringan dari Tennis, Olahraga Padel Bukan Berarti Tak Rentan Cidera Siku dan Lutut
Sebagai atlet eks PON, Sherly masih menunjukkan kematangannya di Porprov 2026. Pada babak final di kelas light welter 63,5 kg putri, di GOR Futsal Manunggal Jati, Semarang, Kamis (29/10) lalu, dia berhasil mengalahkan Ratih Erlyna Larasati (Kota Salatiga) dengan kemenangan angka.
''Cukup sampai di sini bertinju di amatir. Banyak suka duka yang sudah saya lalu. Sudah tiga kali ikut Porprov, dan pernah tampil di PON Papua. Saatnya memberikan kesempatan untuk petinju muda,'' kata wanita angkatan udara kelahiran Kota Tegal, 13 September 1990 itu.
Yang menarik, Sherly mungkin satu-satunya atlet yang merangkap menjadi pelatih dan pengurus. Pasalnya saat ini dia tercatat sebagai Ketua Pertina Kota Tegal periode 2026-2030.

Selain Dessy dan Sherly, Jalu Aji Dharma Suseno, atlet Muay Thai senior andalan Kota Surakarta (Solo) juga telah memberikan sinyal kuat untuk pensiun dari Porprov setelah menyelesaikan penampilannya di Porprov Jateng XVII di Salatiga.
Jalu sukses meraih medali emas di kelas -71 kg putra setelah mengalahkan Sigit Purnomo Jati (Kudus) di GOR Hati Beriman, Salatiga. Emas ini melengkapi koleksi luar biasanya yang telah mencapai lebih dari 33 medali sepanjang kariernya.
”Mungkin ini jadi Porprov terakhir saya karena umur sudah hampir lewat dari persyaratan. Untuk Porprov berikutnya mungkin saya sudah tidak bisa bergabung lagi dengan tim Solo. Semoga adik-adik penerus saya bisa lebih berprestasi. Saatnya regenerasi,” kata atley kelahiran Solo pada 29 September 1995 tersebut.(Aji)
