KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Kota Semarang berjaya di cabang olahraga kickboxing di Porprov XVI Jateng 2023 yang menyelesaikan 19 nomor final di Aula Universitas Muria Kudus, Kudus, Kamis 10 Agustus 2023.
Para fighter dari ibu kota provinsi Jateng itu berhasil membawa pulang empat emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Satu emas didapatkan di kategori full contact yakni Febiola Amelia Prasasti yang bermain di kelas full contact 56Kg. Pada final, Amelia menumbangkan atlet Kabupaten Grobogan Nurdiana Puspitasari.
Baca juga: Kemas Enam Emas, Banyumas Peringkat Teratas dalam Paralayang Porprov
Tiga emas lainnya dari kelas low kick, oleh Bening Intan Arya (48Kg), Arief Sanjaya (60Kg), dan Fakri Maksi Prayoga (71 kg). Pada laga puncak, Bening menang atas Dinni Alimah (Kendal), Arief sukses mengatasi Hasan Fajri Rodli (Kudus), sedangkan Fakri sukses menaklukkan Noval Ari Priyanto (Wonosobo).
Pada perolehan medali cabor kickboxing ini, urutan kedua ditempati tim Grobogan dengan empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Empat emas Grobogan dipersembahkan oleh Joko Prasida (full contact 60 kg putra), Pamungkas Sapto Nugroho (full contact 63 kg putra), Faisal Giru Tegar (low kick 57 kg putra), dan Abdul Aziz (low kick 63,5 kg putra).
Sementara urutan tiga ditempati oleh Kota Surakarta dengan tiga emas, melalui Dwi Ani Retno Wulan (low kick 52 kg putri), Firman Muharram Syach (low kick 67 kg putra), dan Ananda Wahyu Setyo Prabowo (low kick 75 kg putra).
Apresiasi
Atas pencapaian Kota Semarang yang berhasil menjadi juara umum cabor kickboxing, pelatih Kota Semarang Achmad Amri mengapresiasi perjuangan para atletnya.
Baca juga: 50 Pusaka Jalani Ritual Jamasan dari Mata Air Tuk Lanang DTW Curug Sewu
Meski demikian, Amri mengatakan para fighter Kota Semarang tetap memiliki evaluasi usai mengikuti Porprov ini.
Kick Boxing Kota Semarang sebetulnya menargetkan lima emas namun hanya empat emas yang berhasil didapatkan.
"Mungkin ini rezekinya Kota Semarang dikasih segini, ke depan kita harap bisa lebih bagus lagi. Evaluasi dari Porprov ini, untuk menghadapi kejuaraan harus latihan dan disiplin. Jangan main-main, harus disiplin dalam latihan," tegas mantan petinju Jateng dan Tim Nasional Indonesia di SEA Games 2009 tersebut.
Tim kickboxing Kota Semarang membawa sebelas atlet di Porprov kali ini. Hanya ada satu yang gagal mendapatkan medali karena overweight sehingga gagal lolos ke babak semi final.
Di semifinal, dari sepuluh yang lolos, tujuh di antaranya lolos ke final. Kemudian pada partai finall, menempatkan empat atlet yang sukses meraih medali emas.
"Yang gagal di awal itu karena overweight, anaknya terlalu menggampangkan dan itu jadi pelajaran bagi anaknya dan juga buat saya. Harusnya saya pantau, tadinya hanya percaya saja kepada anaknya. Dia sebenarnya potensi emas," tandas juara tarung derajat PON 2016 itu.
Sementara itu, salah satu peraih medali emas kick boxing Kota Semarang, Arief Sanjaya mengaku senang sebab hasil kerja kerasnya dalam latihan berbuah hasil. (Aji)
