Helo Indonesia

Kebudayaan Perlu Dilihat Sebagai Investasi Masa Depan, Bukan Beban Anggaran

1 jam 3 menit lalu
    Bagikan  
Kebudayaan Perlu Dilihat Sebagai Investasi Masa Depan, Bukan Beban Anggaran

Sekolah Seni Tubaba kembali menggelar pagelaran Resital

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Sekolah Seni Tubaba kembali menggelar pagelaran Resital 2026 sebagai puncak proses pembelajaran para peserta didik setelah menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) itu menjadi ajang unjuk kemampuan sekitar 100 peserta didik dari berbagai disiplin seni sekaligus langkah awal menuju Festival Seni Tubaba yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, mengatakan resital merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan sebagai bentuk presentasi akhir hasil pembelajaran para siswa.

"Ini merupakan kegiatan rutin Sekolah Seni Tubaba. Selama kurang lebih tiga bulan mereka telah mengikuti sekitar 16 hingga 20 kali pertemuan dengan materi seni tari, teater, musik, dan seni rupa. Hari ini adalah presentasi akhir dari seluruh proses latihan tersebut," ujarnya, Jumat (10/07/2026).

Menurut Semi, meski kualitas pertunjukan tetap dipersiapkan secara maksimal, jumlah peserta tahun ini hanya sekitar 100 orang atau lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi keterlambatan dimulainya proses pembelajaran. Idealnya, latihan dimulai pada akhir Februari atau awal Maret, namun pada tahun ini baru dapat dimulai pada April sehingga waktu persiapan menjadi jauh lebih singkat.

"Kendala terbesar tahun ini adalah waktu. Tim harus bekerja sangat keras untuk menyesuaikan jadwal latihan agar seluruh materi bisa tersampaikan kepada peserta. Kondisi itu tentu berpengaruh terhadap jumlah peserta yang dapat kami libatkan," katanya.

Selain persoalan waktu, Semi juga menyoroti belum pastinya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk operasional Sekolah Seni Tubaba.

Ia mengaku memperoleh informasi adanya rencana alokasi dana sekitar Rp70 juta, namun hingga kini belum mengetahui besaran anggaran yang benar-benar akan direalisasikan.

"Pemerintah daerah pernah menyampaikan akan menganggarkan sekitar Rp60 juta, tetapi saya belum mengetahui berapa yang nantinya direalisasikan. Kami tetap berharap ada dukungan dari pemerintah daerah. Namun apabila memang belum memungkinkan, Sekolah Seni Tubaba akan tetap menerima kondisi tersebut dengan ikhlas," ungkapnya.

Lebih lanjut, Semi mengungkapkan Festival Seni Tubaba 2026 yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang juga belum mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah daerah.

Meski demikian, ia berharap pemerintah tetap menempatkan sektor kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, kebudayaan telah menjadi identitas sekaligus karakter khas Kabupaten Tulang Bawang Barat yang selama ini dikenal luas melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

"Kebudayaan harus terus dirawat karena sudah menjadi karakter Tubaba sekaligus kebanggaan masyarakat. Saya berharap pemerintah memiliki literasi bahwa kebudayaan adalah investasi penting bagi daerah. Saya memahami kondisi keuangan saat ini sedang sulit, tetapi jika ada kemauan politik atau political will, seharusnya kebudayaan tidak menjadi sektor yang diperkecil," tegasnya.

Resital Sekolah Seni Tubaba 2026 diharapkan menjadi momentum menjaga semangat para pelaku seni sekaligus memperkuat eksistensi kebudayaan lokal di tengah berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran yang dihadapi daerah.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih tajam dengan sudut pandang kritis mengenai minimnya komitmen anggaran pemerintah terhadap pelestarian kebudayaan di Tubaba.

(Rohman).