Wonderkid JPE Menggila, Tampil Juara Putaran Dua Proliga 2026 Usai Libas Phonska Plus

Senin, 20 April 2026 06:36
Para pemain muda Jakarta Pertamina Enduro melakukan selebrasi saat menghadapi Phonska Plus. Tim JPE ketika menerima hadiah.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sang juara bertahan tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menasbihkan diri sebagai penguasa putaran kedua Final Four Proliga 2026 setelah melumat Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 3-1 (25-18, 16-25, 25-15, 25-17) di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu malam 19 April 2026.

Kemenangan ini menjadi deja vu manis bagi skuad asuhan Bullent Karsioglu. Setelah menyapu bersih putaran pertama di Solo dua pekan lalu, JPE kembali membawa pulang predikat juara putaran kedua sekaligus mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta.

Baca juga: Samator Bekuk Garuda Jaya 3-1 di Final Four Proliga 2026, Sigit: Ini Soal Fighting Spirit!

JPE dan Phonska Plus kembali akan bertemu di babak grand final yang dimainkan di GOR Amongrogo, Yogyakarta pekan depan.

Kendati tiket Grand Final sudah di tangan, laga semalam jauh dari kata membosankan. Kedua pelatih memilih "berjudi" dengan melakukan rotasi besar-besaran agar pemain inti lebih bugar dan terhindar dari risiko cedera. JPE menurunkan barisan wonderkid seperti Yesky, Tina, Erie, dan Fiola di bawah komando pemain haus poin, Wilma Salas.

"Ini kesempatan yang kami tunggu. Memainkan pemain pelapis dan hasilnya luar biasa, kami bisa mengamankan kemenangan," ujar Bullent Karsioglu dengan nada puas usai laga.

Di sisi lain, Phonska Plus yang mengandalkan Rika, Ajeng Fiona, Bela Sabrina, dan Putri Agustin sempat kewalahan dan tertinggal jauh 9-16.

​Alessandro Lodi, juru taktik Phonska Plus, mencoba memecah kebuntuan dengan memasukkan Dhea. Pergantian ini sempat membuahkan hasil lewat dua angka beruntun, mengubah skor menjadi 12-17. Namun, JPE yang sudah menemukan ritme permainan tetap unggul 21-17 di fase kritis dan menutup set pertama dengan skor 25-18.



Memasuki set kedua, JPE sempat memimpin cepat 6-1. Namun, momentum berbalik saat Lodi memasukkan Geofani dan Dhea. Phonska Plus mencetak tujuh angka beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 8-6. Dominasi tim asal Gresik ini berlanjut hingga pertengahan set dengan skor mencolok 15-7.

​Tertinggal jauh 8-18, Bullent Karsioglu mengambil time out untuk menenangkan tim. Namun, kesalahan servis dari Nabila dan solidnya pertahanan Phonska Plus membuat JPE sulit mengejar. Set kedua berakhir dominan untuk Phonska Plus dengan skor 25-16, mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Baca juga: Tim FTIK USM Bekali Perempuan Tambakrejo Literasi Digital untuk Tingkatkan Income

Duel sengit kembali terjadi di set ketiga. Phonska Plus sempat memimpin 8-5 melalui aksi Bela Sabrina dkk. Namun, kematangan Wilma Salas membawa JPE menyamakan skor menjadi 9-9 dan 11-11, sebelum akhirnya berbalik unggul 13-11.

Kesalahan attack yang berulang dari pemain Phonska Plus dimanfaatkan dengan baik oleh JPE untuk menjauh 16-11. JPE terus melaju tanpa hambatan di akhir set dan menutupnya dengan kemenangan telak 25-15.

Set keempat berjalan cukup ketat di awal laga dengan aksi saling kejar poin. Namun, selepas pertengahan set, JPE berhasil melepaskan diri dari tekanan dan memimpin 18-13. Fokus pemain Phonska Plus mulai goyah di angka-angka tua, membuat JPE semakin menjauh 23-16. JPE akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup set keempat dengan skor 25-17.

​Meski bertajuk "laga formalitas", rotasi pemain yang dilakukan kedua tim memberikan tontonan menarik bagi publik Semarang. Kemenangan ini menjadi modal psikologis penting bagi JPE, sementara bagi Gresik Phonska Plus, performa pemain pelapis seperti Dhea dan Geofani menjadi catatan positif untuk kedalaman skuad mereka di musim mendatang.

Usai laga pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi mengatakan, mengatakan dia sengaja mengistirahatkan pemain ini, "Ini strategi kami untuk pertandingan grand final nanti," kata Lodi.

Ia juga menyayangkan pertandingan final tiga hari berturut-turut, " Makanya hari ini kami mengistirahatkan pemain startingnya. Ini juga bagian dari evaluasi dengan memainkan semua pemain di lapangan," tukas Lodi.

Baca juga: Tubaba Kukuhkan Diri Sebagai Pusat Sport Tourism Lewat Road Race 2026

Salah satu pemain Phonska Plus, Bela Sabrina mengaku sempat nervous, "Terus terang kami untuk kedua kalinya mengalami nervous, tapi kami sudah berusaha maksimal, untuk hasil kita sudah tau semuanya," kata Bela.

Pelatih JPE, Bullent Karsioglu usai laga mengatakan, hari ini yang ditunggu dengan memainkan pemain pelapis, "Ini kesempatan yang kita tunggu, dengan memainkan pemain pelapis. Dan hasilnya kita ketahui semua, kita bisa mengambil kemenangan," kata Bullent.

Ia juga menyebut permainan Tina hari ini, "Bukan hanya Tina tapi Fiola juga, mereka akan menjadi pertandingan berikutnya di final nanti," tukas Bullent Karsioglu.

Salah satu pemain JPE, Tina mengaku bahagia atas kemenangan ini, "Meski sempat ada nervous, " ujarnya. (Aji)

Berita Terkini