LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menghelat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat Tahun 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Podomoro City, Jl S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat, Kamis (21/5/2026).
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman didampingi seluruh jajaran, memimpin seluruh jalannya persidangan Rakernas sebagai agenda penting penetapan arah strategis olahraga nasional lewat perumusan program kerja strategis tahun ini yang akan jadi acuan penyusunan program kerja daerah oleh 38 KONI Provinsi se-Tanah Air.
Sekaligus, agenda Musornaslub juga akan memutuskan penetapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032 yang per dinamis hingga hari H bertepatan 28 tahun peristiwa kejatuhan rezim Soeharto 21 Mei 1998 silam.
Praktis, dua provinsi bertetangga terpisahkan Selat Sunda sekaligus 'saudara tua': Banten dan Lampung, yang telah jauh berproses terkait pengajuan keduanya sebagai bakal calon tuan rumah bersama. Disusul visitasi tuan rumah oleh tim KONI Pusat dengan fokus serap aspirasi kesiapan dan tinjau bakal calon venue pertandingan, ke Banten pekan pertama dan ke Lampung pada pekan kedua April lalu.
Lampung misal, sebagaimana Sekdaprov Lampung Dr Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sampaikan dalam rapat koordinasi visitasi kesiapan, bersama DPRD Provinsi, Forkopimda Plus, kepala daerah kabupaten/kota, pimpinan PTN/PTS se-Lampung, serta tim verifikasi dan validasi venue laga cabor PON XXIII/2032 Lampung-Banten dipimpin Waketum I KONI Pusat cum Ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) PON, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno didampingi jajaran KONI Lampung, di Rupatama Kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung, 15 April 2026 lalu, afirmatif.
Bahwa, Pemprov Lampung memandang pencalonan dirinya didukung oleh kekuatan potensi daerah, baik sisi geografis, aksesibilitas, dan fasilitas eksisting yang dimiliki termasuk rencana proyek pembangunan kawasan sentra olahraga terintegrasi Lampung Sport Center di bilangan Kota Baru Bandar Negara, Jati Agung, Lampung Selatan pada 2027 mendatang sebagai bagian daya dukung. Afirmasi Marindo, mantan atlet sofbol ini, turut diperkuat pula pemaparan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.
Hemat Pemprov, kolaborasi Lampung-Banten strategis tak hanya dari sisi geografis, juga untuk dorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor keolahragaan. Pemprov memastikan dukungan melalui perencanaan pembangunan daerah, penganggaran bertahap, dan peningkatan sarpras olahraga sesuai standar nasional. Injeksi Pemprov, jadi tuan rumah bukan sekadar soal sukses penyelenggaraan nun jua hadirkan warisan pembangunan berkelanjutan, peningkatan prestasi atlet, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Rampung tugas visitasi surveilans lokasi bakal calon venue di beberapa kabupaten/kota di Lampung 14-18 April lalu itu, betik kabar anjangsana tim verval KONI Pusat itu dibaluti komentar cukup puas dan kalimat beragregat "Lampung memenuhi syarat", kala itu turut kontan memantik publik Lampung merespons ekstra hangat. Apresiasi tak hanya dari masyarakat olahraga setempat.
Seperti diwartakan, saat rakor, di situ Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menjelaskan Lampung-Banten telah memenuhi persyaratan pencalonan, dan kini calon tunggal tuan rumah PON XXIII 2032. Seiring, semangat kebersamaan Lampung-Banten terus diperkuat sebagai bentuk kesiapan bersama emban amanah tuan rumah.
Kolaborasi antarwilayah, dia sebut menjadi bagian penting memastikan penyelenggaraan PON enam tahun kelak dapat berjalan optimal dan bermanfaat luas, dari sisi prestasi olahraga maupun dampak pembangunan daerah.
Taufik menggarisbawahi visitasi TPP PON KONI Pusat itu menjadi momentum penting sekaligus kehormatan bagi Lampung dalam proses menuju pencalonan sebagai tuan rumah PON 2032. “Kami sangat mengharapkan masukan, arahan setelah rekomendasi dari tim KONI Pusat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan jelang pelaksanaannya tahun 2032,” ucapnya, pun berkomitmen untuk bekerja keras, berkolaborasi, memastikan Lampung mampu memenuhi seluruh persyaratan dan standar yang ditetapkan.
Sinergi multipihak persiapkan bertahap, sarana prasarana venue dan fasilitas pendukung, termasuk rencana program pembangunan Lampung Sport Center di luasan lahan 70 hektare milik PTPN I Regional 7 bilangan Kotabaru Bandar Negara dekat exit tol GT Kotabaru Jati Agung, Lampung Selatan; menjadi bagian kesiapan.
Terungkap, dari total sementara 56 cabor diperlaga PON 2032 (bertambah satu cabor dari PON 2024 lalu: sambo), direncana, Lampung kebagian jatah laga 21 cabor wajib utama, 5 cabor cadangan. Lalu, Banten yang notabene berfasilitas lebih unggul kebagian 23 cabor wajib, idem 5 cabor cadangan. Sisanya 2 cabor jatah KONI Pusat.
Untuk Lampung, kendati ada 21 nun secara administratif seharusnya cuma 20 sebab bola voli indoor dan voli pantai dinaungi Pengprov yang sama. Lalu 5 cabor cadangan kategori privelige yang Lampung usulkan sebagai bagian kekuatan daerah, di antaranya aero sports (paralayang, paramotor, aeromodeling, terjun payung), angkat berat, serta hapkido.
Perinci rencana venue yang diajukan KONI Lampung lokus Bandarlampung: cabor anggar di Gedung Mahligai Agung Pascasarjana UBL Gedong Meneng Rajabasa, angkat besi di GSG Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, atletik di Stadion Pahoman Enggal, bola voli indoor di GOR Siger Way Halim,
dan e-sport di Hotel Novotel Lampung Bumi Waras.
Lalu, kick boxing di Graha Mandala Alam Gang PU Kedaton, pencak silat di GSG Unila Rajabasa, senam di GOR Siger Way Halim, sofbol di Lapangan Softball Perak Way Halim, tenis meja di Hall Tenis Meja SIM Sepangjaya Kedaton, tinju di GSG Herman HN Pramuka Rajabasa, dan wushu di Graha Mandala Alam Gang PU Kedaton. Ada 11.
Kemudian 6 lokus Lampung Selatan: baseball di Lapangan Baseball ITERA Kotabaru Jati Agung, bola tangan di GOR Way Handak Kalianda (indoor) dan Kalianda Resort (pantai), bola voli pantai di Kalianda Resort, bulutangkis di Ryuga Badminton Hall Hajimena Natar, panahan di Lapangan Raden Intan Talang Way Sulan, dan cricket di Taman Kehati Kotabaru Jati Agung.
Lainnya, dua lokus Pesawaran: catur di Marriot Lampung Resort and Spa, dan ski air di Kyokko Beach, keduanya di Hurun Padang Cermin. Serta, cabor dayung di Lumbok Seminung Ranau Lampung Barat dan Bendungan Way Sekampung Pringsewu, selancar ombak di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat.
Kembali ke Pullman, Ketua Umum Marciano Norman pun telah sejumlah kali menegaskan terkait prioritas visitasi dan penganggaran, bahwa KONI Pusat memprioritaskan venue cabang olahraga Olimpiade, pembangunan venue baru tak dari APBN tapi APBD.
Diketahui, selain bahas program kerja tahunan dan tentukan tuan rumah PON 2032, Rakernas dan Musornaslub KONI Pusat 2026 juga bahas progres persiapan PON XXII/2028 Nusa Tenggara yang juga di dua provinsi bersaudara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTT–NTB).
Plus, yang ide briliannya antara lain terilhami sukses silam Indonesia Martial Art Games (IMAG) I/2023 Bogor-Bekasi, serta teranyar sukses raya taja perdana PON Beladiri I/2025 perlagakan 10 cabor beladiri di Kudus Jawa Tengah, yakni penetapan PON Beladiri II/2026 di Manado, Sulawesi Utara perlagakan 8 cabor beladiri lainnya circa Oktober nanti. PON Beladiri ini, bakal jadi kalender rutin dua tahunan.
Dan juga, rencana program penyelenggaraan multieven olahraga pantai nasional diluar ajang PON reguler, yakni PON Pantai atau Indonesia Beach Games perdana (PON Pantai I/2026) di Ancol, Jakarta.
Kedua itu: PON Beladiri dan PON Pantai, bagian dari empat multieven olahraga nasional terobosan inovatif KONI Pusat lainnya era kepemimpinan Marciano kurun 2023–2027 ini, bareng Indonesia Indoor Games, dan PON Remaja.
Pengingat, sebagai lembaga independen induk organisasi pembinaan olahraga prestasi di Indonesia yang bertugas merencanakan, mengoordinasikan, membina, mengelola dan mengembangkan olahraga prestasi di Tanah Air, KONI yang didirikan 15 Oktober 1938 silam, kini menaungi setotal 78 induk cabor prestasi, 6 organisasi fungsional, dan 38 KONI Provinsi yang membawahi 514 KONI Kabupaten/Kota.
Pantauan, selain Ketua KONI Provinsi Banten Dr Abdul Rasyid mendampingi Gubernur Andra Soni, dari dua provinsi calon tunggal tuan rumah bersama PON 2032, hadir pula pejabat Pemprov setempat. Dari Lampung, selain Ketua KONI Taufik Hidayat, Gubernur Mirza hadir langsung didampingi Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan dikawal Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr Mulyadi Irsan dan Karo Perekonomian Asrul Tristianto; Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto, Kadispora Lampung Mery Harika Sari, dan Kadisperindag M. Zimmy Skill. (Muzzamil)