HELOINDONESIA.COM -Banyak orang nekat mencari pesugihan karena tekanan hidup yang berat, seperti kesulitan ekonomi, utang yang menumpuk, atau keinginan cepat kaya tanpa usaha besar.
Dalam kondisi tersebut, pesugihan dianggap sebagai jalan pintas yang menawarkan solusi instan untuk mengatasi masalah finansial. Keterbatasan akses terhadap pendidikan atau pekerjaan layak juga menjadi faktor yang mendorong seseorang mengambil risiko besar, termasuk berurusan dengan hal mistis.
Rencana Swasembada
Baca juga: Menteri Pertanian Yakin Kalimantan Barat Jadi Eksportir Pangan pada 2025
Menurut Hadi Sumarto pesugihan dapat dibagi menjadi dua golongan utama: pesugihan tidak nyata dan pesugihan nyata.
Pesugihan Tidak Nyata
Pesugihan tidak nyata melibatkan ritual yang tidak langsung berkaitan dengan uang. Contohnya adalah pesugihan Gunung K#, di mana seseorang harus melakukan ritual berdoa di makam atau ziarah kubur kepada seorang tokoh. Setelah melakukan ritual ini, usaha orang tersebut dipercaya akan maju pesat dan menjadi kaya.
Kisah haru
Baca juga: Ada Siswi SD Menolak Makan Siang Gratis, Ujungnya Mengagetkan
Namun, menurut Hadi Sumarto, pesugihan semacam ini bisa jadi hanya sugesti. "Setelah pulang ziarah, orang tersebut mungkin menjadi lebih rajin bekerja dan berdoa, sehingga kesuksesan yang dicapai belum tentu berasal dari ritual itu sendiri," jelas Hadi.
Jenis pesugihan tidak nyata lainnya termasuk ritual berselingkuh atau membagi bingkisan setiap hari Jumat. Menurut Hadi, banyak sekali jenis pesugihan tidak nyata yang bisa dianggap sebagai bias atau sugesti.
Pesugihan Nyata
Pesugihan nyata melibatkan ritual yang langsung berkaitan dengan uang. Contohnya adalah pesugihan tuyul. Memelihara tuyul dipercaya dapat membuat uang asli mengalir ke pemiliknya tanpa perlu bekerja. "Uangnya masuk ke tempat yang sudah disepakati," tambah Hadi Sumarto.
Selain itu, ada juga ritual "Uang Balen", di mana makhluk halus menyerupai uang asli. "Uangnya jika diraba dan diterawang persis seperti uang asli, bahkan bisa masuk mesin ATM," jelas Hadi. Uang balen ini, jika digunakan untuk membeli barang, akan kembali ke pemiliknya secepat mantra diucapkan, seperti "Ojo lungo lungo Ndang balio."
Jenis pesugihan nyata lainnya termasuk, Babi ngepet, Pocong ngepet, ini sejenis cara mencuri uang tapi orang yang bersangkutan bisa menghilang hingga tidak ketahuan, karena orang tersebut berubah menjadi babi gaib atau pocong
Kalau pesugihan Blorong, itu dengan ritual menikahi makhluk halus berupa ular, atau menikahi Genderuwo. "Seperti halnya prostitusi, jadi ritual dulakukan, mahluk gaibnya langsung bayar tunai, berupa uang asli hasil curian atau uang hilang." ungkap Hadi.
Namun, Hadi menekankan bahwa semua jenis pesugihan memiliki risiko, mulai dari yang ringan hingga yang berat, kehilangan nyawa.**
