Catatan Samping Perjalanan Haji (10) Tempat Ziarah dan Maknanya

Sabtu, 24 Mei 2025 19:40
GAF

PUTRA DAERAH Itulah salah alasan yang biasanya seseorang lontarkan ketika berniat maju dalam pilkada untuk menjadi kepala daerah. Dalam masyarakat primordial, alasan putra daerah ini cukup penting. Seperti misalnya alasan mengapa Jack Mania lebih memilih Rano Karno di pilkada DKJ berapa waktu lalu.

Masyarakat primordial adalah masyarakat yang sangat kuat ikatannya dengan hal-hal yang melekat sejak lahir, seperti suku, agama, ras, atau kelompok tertentu. Ikatan ini membuat mereka lebih loyal pada kelompok mereka sendiri dan cenderung mengutamakan kepentingan kelompok mereka dibandingkan kepentingan kelompok lain.

Itulah mengapa banyak orang sering mempertanyakan apakah seseorang bacakada memiliki hubungan historis (primordial) atau hanya karena punya uang atau orangtua yang kaya dan berkuasa saja?

Saya pernah ditanya tentang apa pertimbangan Rasulullah SAW memilih Yatsrib (Madinah) dari pada Habasyah sebagai tujuan hijrah. Padahal secara sosial, ekonomi dan politik pada waktu itu Habasyah lebih kuat posisi nya. Karena raja Najasi penguasa Habasyah sudah memeluk Islam.

Ya, tentunya, perjalanan je Habsyi lebih sulit karena harus menyeberangi Laut Merah dibanding perjalanan ke Madinah. Secara geopolitik kedepan, Madinah juga lebih strategis dan lebih mandiri secara politik, tidak di bawah pengaruh Romawi maupun Persia. Disamping itu juga, ada alasan primordial Nabi SAW dengan Kota Madinah.

Tetapi yang pasti, Madinah sebagai tujuan hijrah memang sudah menjadi rencana Allah. Dan itu juga diketahui oleh orang orang Yahudi melalui Kitab Taurat. Itulah yang membuat orang Yahudi berimigrasi ke Yatsrib.

Rencana Allah tersebut diwujudkan dengan mengalirnya darah Madinah dalam tubuh Nabi. Kakek Nabi yaitu Abdul Muthalib bin Hasyim (nama aslinya Syaibah bin Hasyim) ber-ibu kan Salma binti Amr dari Bani Najjar dari Suku Khazraj yang merupakan suku terbesar di Yatsrib (Madinah).

Oleh karena itu, Beliau di Madinah tidak dipandang sebagai orang luar, karena di tubuhnya mengalir darah Bani Najjar. Di sini juga ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dan dikuburkan. Dan diperkampungan bani Najjar inilah Rasulullah mendirikan Masjid Nabawi yang kita kenal sekarang.

Bisa mengapa Islam begitu cepat tumbuh dan berkembang di Madinah, hanya dalam 1 tahun, menurut laporan Mushab bin Umair, hampir semua rumah di Madinah, minimal ada 1 orang yang sudah memeluk Islam. Maka saat musim haji tahun ke-13 kenabian (266 M) berlangsunglah Baiat Aqabah ke-2 di suatu tempat di Mina. Baiat Aqabah ke-2 ini dilakukan dengan 73 laki-laki dan 2 perempuan dari Yatsrib (Madinah).

Dengan adanya baiat atau janji setia untuk taat dan loyal membela Islam dan kepemimpinan Nabi SAW, maka Nabi memerintahkan para sahabat Mekkah untuk hijrah ke Madinah, sehingga mereka di sebut muhajirin, orang yang berhijrah.

Mengapa Nabi memerintahkan berhijrah ke Madinah, karena dengan Baiat Aqabah ke-2, Madinah bisa dikatakan sudah memiliki basis sosial, basis politik, basis ekonomi dan basis militer yang sangat dibutuhkan untuk mendirikan sebuah negara yang mandiri dan berdaulat.

Itulah Madinah yang al munawarah, yang bercahaya. Yang kemudian terbukti, dari sinilah cahaya Islam terpancar ke seluruh penjuru dunia menyebrangi lautan, menembus gunung dan menuruni lembah.

Jamaah haji dan umrah dari Indonesia hampir dipastikan menyempatkan diri ke Madinah. Salat di Masjid Nabawi, yang aslinya adalah yang sekarang dikenal dengan Raudhah, dan berdoa di depan Makam Nabi. Saat di Makam Nabi, jangan lupa sampaikan kepada Beliau untuk dimasukkan dalam daftar penerima syafaatnya.

Disamping itu, tempat yang juga perlu dikunjungi jamaah haji saat ziarah ke Madinah adalah Bukit Uhud. Bukan untuk menaikinya, tetapi untuk mengenang para suhada yang syahid dalam Perang Uhud.

Disini kita merenungkan tentang perikehidupan dari Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang oleh Beliau disebut penghulunya para syuhada. Bisa mengenang Mush'ab bin Umair, dai dan murabi pertama yang dikirim Nabi ke Madinah dan dalam waktu janya satu tahun menyiapkan Madinah sebagai darul hijrah.

Di Uhud ini, kita juga bisa menaiki Jabal Ramyu, bukit tempat pasukan pemanah ditempatkan. Dan bagaimana saat para pemanah taat dengan perintah Nabi SAW agar tidak turun dari tempatnya apapun yang terjadi, jalannya peperangan unggul dipihak kaum muslimin.

Tetapi ketika mereka pada turun untuk ikut berebut ghanimah, harta rampasan perang, jalannya pertempuran berbalik dan kaum muslimin akhirnya kalah dengan meninggalnya 70 syuhada dan sekitar 150 luka cukup berat.

Dari sini kita bisa mengambil hikmah, bahwa sedikit saja pelanggaran dari perintah Nabi SAW (atau pimpinan) maka fatal akibatnya. Begitu pentingnya taat kepada qiyadah!

Diantara Bukit Uhud dan Jabal Ramyu (Bukit Pemanah), ada makam 70 syuhada. Hanya makam itu dipagar tembok tinggi, sehingga hanya bisa melihat dan berdoa dari luar pagar. Tidak bisa nyekar. Karena memang tidak ada yang jualan bunga kantil, mawar, atau melati.

Di sebelah Masjid Nabawi, ada pemakaman yang fenomenal, pekuburan Baqi'. Di sini dimakamkan sejumlah besar sahabat Nabi, ada Utsman bin Affan, dan 10.000 sahabat lainnya. Istri istri Nabi juga dimakamkan di Baqi', diantaranya Siti Aisyah, Hafshah, Juwairiyah, Zainab, Mariyah dan lainnya.

Begitupun putra-putri Beliau, Ibrahim, Faithimah, Zainab dan Umi Kultsum. Juga ibu susu beliau, Halimatus Sa'diyah.

As'ad bin Zurarah tercatat sebagai sahabat anshar yang pertama yang dikuburkan di Baqi', sedangkan Utsman bin Mazh'un sebagai sahabat muhajirin yang pertama.

Sama dengan pemakaman Uhud, Baqi' juga sekarang dikelilingi pagar tinggi, dan hanya waktu waktu tertentu diperbolehkan ziarah ke dalamnya. Dulu, waktu tahun 2006 pintu Baqi' dibuka siang dan malam dan kita berziarah kapan pun.

Ada destinasi yang tidak ada di Mekah tapi ada di Madinah, yaitu kebun kurma. Mungkin bagi peziarah dari Indonesia, tidak begitu aneh, karena sedikit mirip dengan mengunjungi kebun sawit. Tetapi dengan mengunjungi kebun kurma ini, kita bisa memahami karakter masyarakat Madinah (kaum Anshar) yang relatif lebih lembut karena merupakan masyarakat agraris.

Ini bisa dibandingkan dengan karakteristik masyarakat Mekah yang sedikit lebih keras, karena merupakan masyarakat pasar, pedagang.

Selain itu, selama di Madinah kita bisa mengunjungi Masjid Quba, yaitu masjid yang dibangun ditempat pertama kali Rasulullah Saw melaksanakan salat jumat yang diikuti oleh 40 sahabat. Bisa dikatakan sebagai cikal bakalnya salat jumat.

Tentang masjid ini, Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berwudu dari rumahnya kemudian salat di masjid ini, pahalanya setara dengan pahala umrah. Jarak dari masjid Nabawi sekitar 5 kilometer.

Kemudian ada masjid Qiblatain. Disebut masjid dua kiblat karena ini merupakan saksi bisu perpindahan kiblat dari arah utara yaitu Baitul Maqdis berubah ke arah selatan ke Kakbah Baitullah di Mekah.

Hal itu terjadi saat Rasulullah sedang salat dzuhur tanggal 15 Sya'ban tahun ke-dua Hijriyah di tempat masjid itu berdiri sekarang, di perkampungan bani Salamah. Sehingga kemudian masjid Bani Salamah ini lebih dikenal sebagai masjid Qiblatain. Jaraknya dari masjid Nabawi sekitar 7 kilometer.

Masih adalagi Sumur Rauman yang sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu, tetapi masih mengalir airnya hingga sekarang. Sumur tua ini mulanya milik seorang Yahudi yang menjual airnya kepada penduduk Madinah dengan harga mahal. Kemudian dirunding oleh Utsman, sehingga akhirnya 50% saham kepemilikan sumur menjadi miliknya.

Kemudian, dengan kepiawaiannya, tidak lama menjadi 100 % menjadi milik Utsman yang kemudian diwakafkan untuk umum. Karena sudah sampai di sumur yang rasanya mirip dengan rasa air zamzam, maka baiklah kita istirahat dulu sambil mengingat ziarah kita dulu saat haji. Atau meresapi sambil terus memupuk harap agar Allah segera memanggilnya untuk haji atau umrah...

Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)

Berita Terkini

Haji Mabur atau Haji Mardud?

Opini • 18 jam 15 menit lalu