Alasan dan Catatan Kami Suka Aksi Heroik Polisi Berantas Begal

Minggu, 7 Juni 2026 19:55
RR HELO LAMPUNG

Penulis Dr. Rifandy Ritonga, SH, MH

Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) 

FENOMENA kejahatan jalanan, khususnya begal, masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Kejahatan yang dilakukan dengan kekerasan dan sering kali mengancam keselamatan jiwa korban ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menimbulkan rasa takut yang mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, publik tentu berharap negara hadir melalui aparat penegak hukum yang sigap, tegas, dan profesional. Karena itu, ketika masyarakat menyaksikan aksi heroik polisi yang berhasil menggagalkan aksi begal, menangkap pelaku, bahkan menyelamatkan korban dari ancaman kejahatan, respons yang muncul umumnya adalah apresiasi.

Tidak sedikit video maupun berita yang memperlihatkan anggota kepolisian mempertaruhkan keselamatan dirinya demi melindungi masyarakat. Tindakan semacam itu layak mendapatkan penghargaan karena mencerminkan semangat pengabdian yang menjadi inti profesi kepolisian.

Kita menyukai aksi heroik polisi bukan karena menyukai kekerasan atau tindakan represif, melainkan karena tindakan tersebut menunjukkan keberanian aparat dalam menjalankan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

Negara memiliki kewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Kepolisian sebagai alat negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan perlindungan tersebut.

Dalam perspektif hukum, kejahatan begal bukanlah tindak pidana biasa. Pelaku sering menggunakan senjata tajam, melakukan penganiayaan, bahkan tidak jarang menghilangkan nyawa korban. Oleh karena itu, tindakan cepat dan terukur dari aparat menjadi sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Ketika polisi bertindak tegas terhadap pelaku yang membahayakan masyarakat, sesungguhnya mereka sedang menjalankan fungsi perlindungan yang menjadi hak dasar setiap warga negara.

Namun demikian, apresiasi terhadap aksi heroik polisi harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap prinsip negara hukum. Setiap tindakan penegakan hukum tetap harus berada dalam koridor hukum, mengedepankan profesionalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas.

Heroisme yang sejati bukan hanya keberanian menghadapi pelaku kejahatan, tetapi juga kemampuan menjaga agar kewenangan yang dimiliki tidak disalahgunakan. Masyarakat juga perlu memberikan dukungan yang konstruktif kepada kepolisian. Pemberantasan begal tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum.

Diperlukan partisipasi masyarakat melalui pelaporan yang cepat, pengawasan lingkungan, serta pembangunan budaya hukum yang menolak segala bentuk kriminalitas. Keamanan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara negara dan warga negara.

Di sisi lain, keberhasilan polisi memberantas begal hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum sering mengalami pasang surut akibat berbagai kasus yang mencuat ke ruang publik. Oleh sebab itu, setiap keberhasilan aparat dalam melindungi masyarakat harus dijadikan modal sosial untuk memperkuat hubungan antara polisi dan rakyat.

Pada akhirnya, kita memang menyukai aksi heroik polisi yang berani menghadapi para begal. Keberanian tersebut memberikan rasa aman, menghadirkan harapan, dan menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam ketika warganya menjadi korban kejahatan.

Namun lebih dari itu, yang kita harapkan adalah lahirnya sistem keamanan yang efektif, profesional, dan berkeadilan, sehingga masyarakat tidak hanya merasa aman karena keberanian aparat, tetapi juga karena tegaknya hukum secara konsisten.

Polisi yang berani adalah kebanggaan masyarakat. Polisi yang berani sekaligus profesional adalah fondasi negara hukum yang kuat. Ketika keduanya berjalan beriringan, maka kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan oleh rakyat hingga ke jalan-jalan yang selama ini menjadi sasaran para pelaku begal. ***

Berita Terkini