KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Harga telur ayam yang rendah di tingkat peternak berdampak terhadap penghasilan para peternak ayam petelur. Terlebih harga pakan yang saat ini terus melonjak membuat para peternak limbung, bahkan hingga gulung tikar.
Salah seorang peternak di Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Kamiyanto mengatakan, saat ini harga telur di tingkat peternak berkisar Rp 23.000 perkilogram. Padahal sebelumnya mencapai Rp 25.000 perkilogram.
"Sekarang harga telur sangat rendah sekali. Natal dan tahun baru juga tidak naik. Bahkan kemarin pernah di harga Rp 22.500. Sudah enam bulan harganya turun, sebelumnya bisa sampai Rp 25.000 keatas," terangnya, Rabu 10 Januari 2024.
Menurutnya, dengan harga pakan yang terus melambung membuat dirinya dan para peternak lainnya sulit mendapatkan keuntungan. Bahkan tidak sedikit peternak yang sudah gulung tikar akibat sulitnya mendapatkan keuntungan.
"Saat ini tekor nggak untung, apalagi dengan jagung yang tidak ada dan harga tinggi dan mencapai Rp 8 ribu perkilogram, sebelumnya Rp 5 ribu. Konsentrat per 50 kilogram Rp 470 - 500 ribu sebelumnya Rp 420 ribu, kalau bekatul kenaikannya tidak tinggi," beber Kamiyanto.
Stabilkan Harga
Kamiyanto menyebut, sudah hampir lima bulan dirinya susah mendapatkan untung. Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga pakan ternak dan lebih memperhatikan nasib para peternak ayam petelur seperti dirinya.
"Harapannya pemerintah dapat menstabilkan harga telur dan kita bisa dapat subsidi jagung murah. Sehingga kita tidak tekor terus," bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, pihaknya telah melibatkan para peternak secara langsung sebagai pemasok dalam program bantuan sosial seperti program stunting.
"Untuk menyerap telur saat harganya murah kita melibatkan teman-teman peternak sebagai suplier tidak hanya di Kendal saja dalam kegiatan berupa pemberian bantuan keluarga stunting sejak April tahun kemarin," ungkap Kepala Dispertan Kendal.
Sementara terkait harga lonjakan harga jagung, pihaknya telah menginisiasi terkait pemberian subsidi harga jagung sejak dua bulan yang lalu sebagai bentuk antisipasi fluktuasi harga telur.
"Ini memang mrnjadi evaluasi kami. Ada saatnya memang harga telur anjlok, harga pakan naik. Nah ini sudah kita antisipasi," tandasnya. (Anik)
