Helo Indonesia

Pemicu Seseorang Melakukan Aksi Bunuh Diri, Simak Penjelasan Psikolog Unair Surabaya ini

Minggu, 25 Februari 2024 14:06
    Bagikan  
ILUSTRASI
pixabay.com

ILUSTRASI - Ilustrasi bunuh diri dengan cara seperti ini

HELOINDONESIA.COM - Aksi bunuh diri yang terjadi saat ini masih menjadi isu serius yang meresahkan sejumlah komunitas dan perlu penangan seirius.

Dalam kasus bunuh diri yang terjadi bisa menimpa siapapun, kelompok usia manapun baik orang tua maupun para remaja.

Bahkan tak bisa kita pungkiri jika kasus itu tidak hanya terjadi pada kelompok usia tua, namun juga semakin merayap ke kalangan remaja, lalu sebenarnya apa yang memicu seseorang untuk bunuh diri?

Fenomena bunuh diri sebenarnya menimbulkan sejumlah kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan mental dan masyarakat umum.

Baca juga: Sikapi Seorang Pelajar Bunuh Diri, Dinas Pendidikan Kota Semarang Intensifkan Konseling di Sekolah

Dilansir UNAIRNews, seorang dosen Psikologi Universitas Airlangga Dr Achmad Chusairi MA memberikan perspektifnya terkait penyebab dan faktor yang mungkin memicu tindakan bunuh diri. Berikut ini penjelasnyanya terkait perspektif itu:

Penyebab yang kompleks
Dr Achmad menyoroti pentingnya memahami bahwa kasus bunuh diri tidak selalu berkaitan dengan tekanan akademis secara langsung.

Sebelum dilaksanakannya kegiatan belajar atau sebelum dibangun lembaga belajar, pastinya lembaga tersebut sudah melakukan riset pengelolaan risiko.

Baca juga: Warga Selamatkan Wanita Hendak Bunuh Diri di Tower

"Karena, lembaga tidak mungkin menerima sumber daya manusia sembarangan, dan tugas yang diberikan tidak mungkin diluar batas kemampuan mahasiswa," ungkapnya.

Tekanan Akademis
Lebih lanjut, Dr Achmad Chusairi menjelaskan bahwa tekanan akademis tidak selalu menjadi pemicu tindakan bunuh diri.

"Penerimaan terhadap metode ini bervariasi setiap individu. Ada yang mengalami tekanan namun perilakunya malah semakin positif, sementara ada yang mengalami kebalikan," tambahnya.

Baca juga: Terlilit Pinjol, Remaja Putri 17 Tahun Bunuh Diri Terjun ke Way Besai

Pemahaman akan kompleksitas faktor-faktor yang dapat memicu tindakan bunuh diri menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.

Faktor-Faktor Bunuh Diri
Riwayat anxiety disorder atau gangguan kecemasan dapat menjadi faktor yang signifikan pada individu yang cenderung melakukan bunuh diri.

Kondisi gangguan kecemasan dijelaskan sebagai suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan dalam mengendalikan pikiran, ucapan, dan perilakunya.

Hal ini menciptakan ketidaksejajaran antara berbagai aspek kehidupan mereka, menimbulkan beban mental yang berat.

Baca juga: Prihatin Atas Dua Kasus Bunuh Diri Mahasiswi di Semarang, Mbak Ita Ajak Orangtua Peka Persoalan Anaknya

Gangguan kecemasan dapat memberikan beban emosional yang signifikan pada individu, menghambat kemampuan mereka untuk berpikir jernih dan membuat keputusan rasional.

Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan risiko tindakan bunuh diri.

Baca juga: Siang Ini, Jenazah Mahasiswi Bunuh Diri di Jogja Tiba di Jagabaya 2 Balam

Mengatasi Tekanan
Dalam menghadapi tekanan atau masalah, Dr Achmad Chusairi memberikan pesan khusus kepada masyarakat. Ia mendorong untuk segera berkonsultasi jika mengalami tekanan atau masalah, tidak hanya dengan profesional seperti psikolog, tetapi juga dengan teman atau kerabat.

Pentingnya untuk tidak menyimpan sendiri perasaan dan masalah yang dihadapi, namun bisa dengan mengeluarkannya kepada teman atau orang-orang terdekat maupun psikolog. **