HELOINDONESIA.COM - Kondisi banjir wilayah Kabupaten Ngawi semakin memprihatinkan, setelah terjadi hujan selama 6 jam banjir semakin meluas hingga mencapai 35 desa, Senin (11/3/2024).
Sebanyak 35 desa yang yang digenangi air banjir itu terjadi di enam kecamatan, berada di sepanjang aliran bengawan solo dan bengawan Madiun di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Kalaksa BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra mengungkapkan Pemkab Ngawi saat ini fokus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir.
Sementara wilayah enam kecamatan yang terdampak banjir itu masing-masing adalah Kecamatan Ngawi Kota, Kwadungan, Geneng, Pangkur, Karanganyar, Mantingan dan Paron
Sementara keenam wilayah kecamatan yang banjir itu memang berada di sekitar aliran bengawan Solo dan Madiun.
Kondisi banjir saat ini selain menggenangi pemukiman penduduk juga menggenangi lahan pertania siap padi siap panen.
Berdasarkan catatan dari Dinas Pertanian setempat, total kawasan terdampak banjir mencapai 1.393 hektar.
Sementara untuk lahan pertanian yang merupakan tanaman padi seluas 1.373 dan sisanya adalah lahan tanaman jagung.
Baca juga: Inilah Daftar Korban Tewas dan Luka-luka Rombongan Parpol yang Terbalik di Tol Ngawi-Solo
Berikut ini adalah data-data kawasan terdampak banjir yang terjadi di tujuh wilayah kecamatan Kabupaten Ngawi:
1. Kecamatan Kwadungan luas terdampak banjir 926 hektar
2. Kecamatan Pangkur luas terdampak banjir mencapai 62 hektar
3. Kecamatan Padas luas terdampak banjir 9 hektar
4. Kecamatan Geneneng luas terdampak banjir 343 hektar
5. Kecamatan Paron luas terdampak sekitar 15 hektar
6. Kecamatan Ngawi Kota luas terdampak banjir 26 hektar
Wilayah Kecamatan Kwadungan merupakan kawasan terdampak paling parah hingga kawasan terdampak banjir luasnya mencapai 926 hektar.
Lahan pertanian yang terdampak banjir terjadi di beberapa desa seperti Desa Mojomanis, Budug, Banget, Karangsono, Kwadungan, Wadukkalong, Simo, Sumengko, Tirak, Purwosari, Dinden, Pojok, Jenangan dan Kendung.
Bahkan padi yang tergenang banjir di wilayah Kecamatan Kwadungan milik para petani yang usianya sudah mendekati siap panen atau berusia antara 70 hingga 90 hari.
Baca juga: Kecelakaan Rombongan Pelajar SMAN 1 Sidoarjo di Tol Ngawi-Solo Dikabarkan Meninggal Dua Orang
"Untuk sawah petani di Kecamatan Kwadungan ini, mayoritas sudah ansuransi. Dan yang terdampak sudah mau panen, seluruhnya," ujar Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono kepada wartawan, Minggu (10/3/2024).
Dampak dari terendamnya tanaman padi dipastikan akan merugikan petani, biasanya kualitas gabah menurun menjadi berubah warna kehitam-hitaman.
Sementara jika gabah yang terdampak banjir tetap diolah dan dipanen saat dijual nanti harga akan men jadi murah. **
