KOTABARU, HELOINDONESIA.COM - Petani padi di Desa Sungai Limau, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan risau. Mereka tidak bisa memulai tanam karena lahan sawah kering.
Sawah petani kering karena lebih kurang sepekan hujan tidak mengguyur di wilayah tersebut. Akibatnya warga menunda kegiatan cetak lahan terhenti. Bahkan tidak hanya itu, bibit padi seyogyanya berusia 15 hingga 20 hari, diperkirakan baru bisa ditanam diusia 30 hari.
Hal itu dikatakan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Muda, Desa Sungai Limau, Jali Rahman, Jumat (19/4/2024). Ditambahkan Jali, saat usia bibit padi akan ditanam melebihi dari usia, dipastikan akan kurang produktif. Karena rumpun pagi akan lebih sedikit.
Dengan rumpun padi yang sedikit, tambah dia, juga akan berpengaruh pada hasil produksi. "Hasil panen jelas akan kurang. Karena bibit yang ditanam rumpunnya akan kurang (sedikit)," terang Jali.
Apa solusi dilakukan petani?, sekarang belum ada solusi. Kecuali menunda kegiatan cetak lahan dan tanam. "Harusnya ini sudah waktu musim tanam. Karena ditunda ya sudah pasti waktu panen akan terlambat," bebernya.
Sekarang yang bisa dilakukan para petani khususnya di Desa Sungai Limau, memperbaiki tanggul-tanggul sambil menunggu hujan turun. "Perbaikan tanggul-tanggul, saat hujan air untuk pengairan akan lebih banyak," ujarnya. "Kondisi ini memang terjadi tiap tahun, setiap musim angin utara," pungkasnya.
