BANJARBARU, HELOINDONESIA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kalimantan Selatan (BMKG Kalsel) meramalkan periode kemarau 2024 di wilayah ini akan terjadi mulai bulan Mei hingga pertengahan Juni.
Meski demikian, BPBD Kota Banjarbaru telah merancang langkah-langkah untuk meminimalkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mereka telah merencanakan program baru yang dinamakan sekat bakar.
Sekat bakar adalah saluran air selebar satu setengah meter yang akan dibuat di lokasi-lokasi rawan Karhutla.
Tujuannya adalah untuk memisahkan lahan dan memastikan sumber air lebih mudah diakses di titik-titik sulit.
"Air akan dialirkan dari embung. Sekat bakar akan diterapkan terutama di area sekitar Bandara Syamsudin Noor," ujarnya pada hari Minggu (12/5/2024).
Zaini menyatakan bahwa program sekat bakar akan dimulai menjelang akhir Mei atau awal Juni, sebelum musim kemarau benar-benar tiba.
"Ini sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh BPBD Provinsi Kalsel, dan akan dilakukan secara berkelanjutan," tambahnya.
Selain program sekat bakar, BPBD Banjarbaru juga telah menerima bantuan berupa mesin apung.
Harapannya, mesin apung ini dapat membantu petugas dalam menanggulangi Karhutla, terutama dalam pelaksanaan program sekat bakar.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan mesin apung ini untuk penanggulangan Karhutla di Banjarbaru. Target kami adalah menyelesaikan semua persiapan sebelum musim kemarau tiba," tandasnya.
