Helo Indonesia

ULM Akan Mengelola 621 Hektare Lahan Mangrove untuk Riset dan Wisata di Hutan Mangrove Kotabaru

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Senin, 13 Mei 2024 11:23
    Bagikan  
Hutan Mangrove Kotabaru
wisata Mangrove

Hutan Mangrove Kotabaru - hutan mangrove Desa Langadai, Kotabaru Provinsi Kalsel (ist/heloindonesia)

HELOINDONESIA.COM - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kota Banjarmasin memiliki rencana ambisius untuk mengelola lahan mangrove seluas 621 hektare yang terletak di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini ditegaskan Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah ULM, Maya Amalia, dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang membahas potensi pemanfaatan lahan mangrove, Senin (13/5/2024).

Maya Amalia menyatakan bahwa ULM bermaksud menjadikan lahan mangrove tersebut sebagai pusat penelitian mangrove yang menjadi sorotan dunia. Rencananya, ULM akan membangun sebuah kawasan Stasiun Riset Mangrove di Kotabaru yang juga akan berfungsi sebagai destinasi wisata edukasi terkait mangrove.

"Di kawasan ini, akan ada edukasi mengenai jenis-jenis mangrove serta berbagai penelitian yang melibatkan peneliti baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Selain itu, ULM juga berencana untuk melakukan pemulihan terhadap sebagian lahan mangrove tersebut dengan menanam mangrove di lahan yang masih kosong. Selain itu, rencananya juga akan dikembangkan pertambakan Wanamina.

"Sebuah teknologi tradisional yang menggabungkan usaha perikanan dengan penanaman mangrove untuk meningkatkan produktivitas hasil tambak. "Semua ini tentu akan melibatkan kolaborasi dengan masyarakat setempat," tambahnya.

Maya Amalia menekankan pentingnya peran mangrove dalam lingkungan lahan basah, yang sesuai dengan visi ULM untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing, terutama dalam konteks lingkungan lahan basah.

"Keberadaan mangrove di area lahan basah merupakan komponen yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, dengan menjaga dan mengembangkan mangrove ini, hasilnya akan sangat positif bagi lingkungan," katanya.

Rencana ambisius ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, dengan harapan bahwa pengelolaan dan pengembangan lahan mangrove ini akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan, masyarakat lokal, dan penelitian ilmiah di masa depan.

Dengan langkah ini, ULM menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana untuk kesejahteraan bersama.