Helo Indonesia

Pilkada 2024, Bawaslu Pesawaran Libatkan Pengawasan Partisipatif Disabilitas

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 21 Mei 2024 14:13
    Bagikan  
Pilkada 2024, Bawaslu Pesawaran Libatkan Pengawasan Partisipatif Disabilitas

Bawaslu Pesawaran menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama kelompok disabilitas/Foto: Rama

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bersama kelompok disabilitas di kabupaten setempat.

Ketua Bawaslu Pesawaran Fatihhunajah diwakili Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Mutholib mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud peduli dari Bawaslu Pesawaran kepada para kelompok disabilitas dalam menghadapi Pilkada 2024 mendatang.

"Karena kelompok disabilitas ini memiliki hak dan akses yang sama seperti yang lainnya, sehingga mereka juga perlu diperhatikan dan dilibatkan dalam proses Pilkada," kata Mutholib di Saung D'Junjungan Desa Sukabanjar Kecamatan Gedongtataan, Selasa (21/5/2024).

Baca juga: Pemkot Balam Gelar Rakerwil Apeksi Sumbagsel

Menurutnya, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan informasi kepada kelompok disabilitas terkait dengan proses Pilkada 2024.

"Jika tahapan-tahapan Pilkada ini sudah mulai, mereka juga mempunyai hak partisipasi dan mengawal atau melaporkan dugaan-dugaan yang melawan hukum saat proses Pilkada," ujarnya.

Ia berharap kepada kelompok disabilitas agar tetap percaya diri karena mereka memiliki hak-hak politik yang sama dan bisa ikut serta membantu Bawaslu dalam melakukan pencegahan-pencegahan pelanggaran Pilkada.

"Kegiatan sosialisasi baru pertama kali, dan Insyaallah kedepannya kita akan melaksanakan sosialisasi ini di tempat yang lain di Kabupaten Pesawaran," jelasnya.

Baca juga: ABG Racun Polisi yang Kabur dari Lapas Berhasil Dibekuk Lagi

Sementara, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesawaran sebagai narasumber kegiatan Nurul Azmi mengapresiasi langkah Bawaslu Pesawaran yang telah melibatkan dan mengikutsertakan kelompok disabilitas dalam mengawal proses Pilkada 2024.

"Saya harap para kelompok disabilitas ini tidak merasa malu atau minder karena memiliki kekurangan, mereka harus percaya diri dan fokus untuk menyampaikan bila mana ada pelanggaran-pelanggaran Pilkada ini," pungkasnya. (Rama)