Helo Indonesia

Geopark Meratus Menuju Pengakuan Dunia: Evaluasi UNESCO Dimulai

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 12 Juli 2024 18:15
    Bagikan  
Global Geopark
Pegunungan Meratus

Global Geopark - Geopark Meratus dievaluasi untuk menjadi Unesco Global. (ist/helokalsel)

BANJARBARU, HELOINDONESIA.COM - Geopark Meratus di Kalimantan Selatan segera mendapatkan pengakuan internasional. Kedatangan Hiroko Tarigoe dan Tran Tan Van, tim asesor UNESCO, ke Kalimantan Selatan pada Jumat (12/7), menjadi langkah awal penting. Selama tiga hari, mereka akan mengevaluasi Meratus Aspiring UNESCO Global Geopark.

Harapan besar tersemat pada Geopark Meratus untuk menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Pengakuan dunia ini akan membawa berbagai manfaat, termasuk perlindungan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya di Geopark Meratus. Pengakuan ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan seperti perubahan iklim.

Selain itu, pengakuan ini berpotensi besar meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang dan menjadi daya tarik geowisata yang berdampak positif pada perekonomian lokal.

"Meratus bukan hanya keindahan alam, tetapi juga kekayaan geologi dan budaya yang tidak ternilai," ujar Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Jumat (12/7/2024). “Evaluasi oleh UNESCO adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia betapa berharga warisan bumi Kalsel," tambahnya.

Meratus telah memiliki status sebagai Geopark Nasional sejak 2018. Kini, pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark adalah tantangan besar yang dihadapi.

"Kedatangan tim asesor dari UNESCO merupakan bagian dari penilaian untuk menentukan kelayakan Meratus menjadi UNESCO Global Geopark," ujar Hanifah Dwi Nirwana, Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus. "Mereka akan mengunjungi 17 dari 54 situs di Geopark Meratus untuk menilai pengelolaan dari sisi geologi, biologi, hingga budaya. Tentu akan menjadi kebanggaan jika Meratus mendapat pengakuan dunia," katanya.

Pegunungan Meratus memiliki kekayaan alam yang beragam, antara lain:

  1. Flora dan Fauna: Pegunungan Meratus adalah rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies endemik dan langka. Terdapat hutan hujan tropis yang lebat dengan berbagai jenis tumbuhan seperti anggrek, kantong semar, dan berbagai jenis pohon besar. Fauna yang menghuni kawasan ini termasuk owa, orangutan, burung rangkong, dan banyak spesies serangga.

  2. Formasi Geologi Unik: Meratus memiliki formasi geologi yang sangat beragam, termasuk batuan metamorf, batuan beku, dan endapan sedimen yang memberikan wawasan tentang sejarah geologi wilayah tersebut.

  3. Sumber Daya Air: Terdapat banyak sungai, mata air, dan air terjun yang mengalir melalui pegunungan Meratus, menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat setempat dan habitat penting bagi flora dan fauna.

  4. Mineral dan Batuan Berharga: Wilayah ini kaya akan berbagai jenis mineral seperti emas, batubara, dan batu bara. Beberapa jenis batuan yang ditemukan di sini juga memiliki nilai ekonomi dan ilmiah.

  5. Hutan Tropis: Hutan tropis yang lebat di pegunungan Meratus berperan sebagai paru-paru dunia, menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Hutan ini juga berfungsi sebagai penyimpan keanekaragaman hayati yang penting.

  6. Keanekaragaman Hayati: Pegunungan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan banyak spesies tumbuhan dan hewan yang tidak ditemukan di tempat lain. Ini termasuk berbagai jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat adat.

  7. Ekosistem dan Lahan Basah: Pegunungan Meratus memiliki ekosistem yang beragam, termasuk lahan basah, hutan mangrove, dan padang rumput, yang mendukung kehidupan berbagai spesies dan menjaga keseimbangan lingkungan.

  8. Budaya dan Pengetahuan Lokal: Selain kekayaan alam, Pegunungan Meratus juga kaya akan pengetahuan dan praktik budaya masyarakat adat yang tinggal di wilayah ini, yang telah hidup harmonis dengan alam selama berabad-abad.

Semua kekayaan alam ini membuat Pegunungan Meratus menjadi kawasan yang sangat penting untuk konservasi, penelitian, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.