HELOINDONESIA.COM -Sebuah penggilingan tebu di Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, ludes terbakar pada Jumat malam (27/9/2024).
Kebakaran diduga berasal dari sisa bara api tungku kayu yang belum padam setelah proses penggilingan selesai.nApi pertama kali terlihat sekitar pukul 22.30 WIB dan dengan cepat membesar.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api terus berkobar.
Tragedi
Baca juga: Tragedi di Trenggalek Pelajar vs Lansia, Kecelakaan Maut Renggut Nyawa, Kronologi
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung mengerahkan seluruh armada untuk menjinakkan si jago merah.
Mengutip Tribune, Butuh waktu sekitar 5 jam dan 84.000 liter air untuk benar-benar memadamkan api, mengingat banyaknya bahan mudah terbakar seperti sekam tebu di lokasi kejadian.
"Butuh waktu lama dan air yang banyak yaitu sebanyak 84 ribu liter air dalam pemadaman tersebut," tegas Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Habib Solehudin
Lho lho loho
Baca juga: Heboh Dugaan Asusila di Ponpes Mambaul Hikam Trenggalek, Polisi Dinilai Lamban
Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta, melalui Kapolsek Pule, Iptu Muhtar, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Iptu Muhtar, menjelaskan bahwa api diduga berasal dari tungku yang masih menyala dan tertiup angin sehingga menyambar limbah tebu." Dugaan sementara, api berasal dari tungku yang masih menyala dan kemudian tertiup angin hingga menyambar limbah atau sepah tebu," jelas Iptu Muhtar."
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini mengakibatkan kerugian material sekitar Rp50 juta.***
