Helo Indonesia

Heboh Dugaan Asusila di Ponpes Mambaul Hikam Trenggalek, Polisi Dinilai Lamban

Satwiko Rumekso - Nasional -> Hukum & Kriminal
Minggu, 22 September 2024 14:26
    Bagikan  
Ponpes  Mambaul Hikam di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek
Surya

Ponpes Mambaul Hikam di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek - Diduga melakukan asusila hingga hamil

HELOINDONESIA.COM -Puluhan orang mendatangi Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu pagi (22/9/2024).

Kedatangan warga dipicu oleh ketidakpuasan mereka terhadap dugaan kasus kehamilan seorang santriwati yang melahirkan tanpa diketahui siapa ayah dari bayi tersebut.

Keluarga korban bersama tetangga menuntut pertanggungjawaban dari pondok pesantren karena korban diduga hamil setelah mengalami kekerasan seksual di pondok tersebut.

Baca juga: Ibu Pembuang Bayi di Perumahan Elit Mojoroto Kediri Ditangkap

Selain itu, warga juga mengkritik lambannya proses hukum di Polres Trenggalek. Mereka merasa penanganan kasus ini terkesan lambat dan tidak ada tindak lanjut meski bayi sudah lahir hampir dua bulan.

Selain keluarga, tetangga dan warga, bayi yang sudah berumur sekitar dua bulan beserta ibunya juga ikut dalam rombongan tersebut.

Sementara itu, Warto, ayah korban, menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak pondok pesantren dan kepolisian yang dinilainya lamban dalam menangani kasus ini.

Baca juga: Imbauan Nikita Mirzani Untuk Orang Tua yang Anaknya Menjadi Korban Tak Senonoh

"Saya tidak terima karena anak saya bercerita kalau dihamili oleh pemimpinnya pondok, tapi sampai sekarang saya sendiri belum bisa bertemu dengan pemimpin pondok bahkan polisi-pun diam saja," kata bapak korban, Warto, dikutip dari Surya, Minggu (22/9/2024).

Warto mengaku sudah melaporkan kasus anaknya tersebut ke kepolisian, dan pihak penyidik pun sudah menemui langsung korban dan Warto.

Dari beberapa kali pertemuan dengan penyidik, Warto diminta agar tidak nekat melabrak pemimpin pondok pesantren dan menyerahkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum yang tengah mendalami kasus tersebut.

Namun kenyataannya, proses di kepolisian berjalan lambat. Polisi sebelumnya beralasan masih kekurangan saksi, sehingga perlu menunggu bayi lahir terlebih dahulu.

Baca juga: Tragis, Remaja Kediri Hilang Digulung Ombak Dlodo, Nekat Walau Sudah Diingatkan

"Lha sekarang bayi sudah besar, tapi tidak ada hasilnya dari Polres," lanjut warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek tersebut.

Warto meminta penyidik bisa menjalankan tugasnya dengan cepat. Karena jika kasus tersebut tidak segera terungkap, maka masyarakat akan semakin gerah dan tidak justru semakin lupa.

Ia pun menolak.jika anaknya dinikahkan dengan orang yang telah menghamili ananaknya, sebab menurutnya perilaku orang tersebut sudah tidak baik.

"Kalau sudah ditemukan siapa pelakunya, saya juga tidak ingin punya mantu seperti itu, karena kelakuannya sudah seperti binatang. Saya hanya ingin proses hukum berjalan," pungkasnya.

artikel ini telah tayang di https://www.google.com/amp/s/surabaya.tribunnews.com/amp/2024/09/22/breaking-news-keluarga-santriwati-korban-asusila-di-trenggalek-geruduk-ponpes-minta-tanggung-jawab.***