LAMPUNG, HELOINDONESIA -- Mulai H-6 pelantikan Minggu (20/10/2024), Presiden RI terpilih Prabowo Subianto memanggil maraton 49 calon menteri kabinet, Senin (14/10/2024), 57 calon wakil menteri dan kepala badan, Selasa (15/10/2024), ke kediaman Jl Kertanegara IV Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Menjawab pers, Prabowo Subianto yang juga pensiunan jenderal kehormatan (HOR) TNI, eks Danjen Kopassus, pendiri/Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf 2019-2024 memastikan.
Bahwa seluruh nama calon menteri, calon wakil menteri, dan calon kepala badan yang dia panggil telah menerima tawarannya, dan menyatakan kesanggupan menjadi pembantu kabinet, menjalankan tugas negara di kabinet pemerintahan baru Prabowo-Gibran. Berikut, telah meneken pakta integritas, sekaligus.
Prabowo Subianto, putra begawan ekonomi Orde Baru Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo ini mengaku, sebetulnya dia telah cukup lama memantau para calon menterinya, berdiskusi, dan menyatakan keinginannya menjadikan mereka sebagai menteri, wakil menteri, dan kepala badan di pemerintahan barunya.
Dalam pertemuan bersama calon menteri pada kesempatan pertama Senin, disusul para calon wakil menteri dan kepala badan, pada kesempatan kedua Selasa, kesemuanya berlangsung satu per satu, dia mengintensi terkait arah kebijakan pemerintahannya kelak.
“Secara garis besar, saya puas ya, suasana sangat baik. Semuanya mengerti bahwa kita harus bekerja dengan baik, bekerja keras sebagai tim dalam suasana dunia penuh ketidakpastian,” ujar Prabowo menandaskan.
Notabene tercatat dipanggil pertama dan muncul di Kertanegara Senin lalu, Prasetyo Hadi, S.Hut., politikus Partai Gerindra.
Kulik profil singkatnya, kelahiran Ngawi, Jawa Timur, 28 Oktober 1979 (45 tahun) pengampu riwayat studi SD Katolik Santo Yosef, Ngawi medio 1986-1992, SMPN 2 Ngawi 1992-1985, SMA Taruna Nusantara Magelang 1995–1998, lalu kuliah S1 Konservasi Sumberdaya Hutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) 1999–2006.
Sesuai nama tak lompat pagar sini-sana, sejak awal bergabung saat dia 29 tahun, hingga saat warta ini naik siar, Prasetyo Hadi tercatat awet Prabowo percayai pertahankan menjabat Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Gerindra sejak 2008-sekarang.
Prasetyo Hadi yang tercatat pernah menjadi Komisaris PT Sentra Strategis Indonesia medio 2014-2020, juga menjadi Direktur Utama PT Tusen Hutami Lestari kurun 2016-2020, serta Wakil Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara sejak 2019-sekarang ini, mencalon anggota DPR RI pada Pemilu 2019 namun gagal melenggang.
Kendati meraup 34.522 suara sah Pileg 2019 di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VI meliputi 5 wilayah pemilihan yakni Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kota Magelang, nun demikian raihan suara sahnya menempati posisi suara sah terbanyak kedua.
Dibawah, raihan suara sah caleg DPR terpilih Harry Poernomo, saat itu bertugas di Komisi VII DPR sebelum mengundurkan diri Juli 2020. Prasetyo Hadi lalu menggantikan Harry.
Pengingat, kala itu Ketua DPR Puan Maharani melantik Prasetyo Hadi sebagai anggota DPR Pengganti Antar-Waktu (PAW) Fraksi Partai Gerindra Harry Poernomo, sisa masa jabatan 2019-2024 di Rapat Paripurna IV DPR Masa Sidang 2020-2021 di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada 1 September 2020.
Prasetyo Hadi dilantik usai pimpinan DPR menerima Surat Keputusan Presiden Nomor 85/P/2020 tentang Peresmian Pengangkatan Antar-Waktu Anggota DPR sisa masa jabatan tahun 2019-2024 tertarikh 28 Agustus 2020.
Prasetyo Hadi ditugaskan partai duduk di Komisi II DPR Bidang Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah; Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Kepemiluan; dan Pertanahan dan Reforma Agraria.
Selain itu, Prasetyo Hadi tercatat dimandati partai jadi Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Fraksi Partai Gerindra di Komisi II DPR.
Berstatus legislator petahana, Prasetyo Hadi berhasil menang terpilih terlantik kembali periode kedua karirnya di DPR, menjabat anggota DPR/MPR 2024-2029 dapil sama, usai meraih 105.580 suara sah Pileg 2024 lalu.
Statistik Pemilu KPU mencatat Partai Gerindra meraih 232.962 suara dapil ini, berhak 1 kursi DPR yang Prasetyo berhasil duduki, urutan ketiga dibawah pemenang Pileg 2024 dapil ini berikut aleg terpilih terlantiknya, yakni PDI Perjuangan meraih 702.942 suara setara konversi 3 kursi, atas nama Sudjadi (169.106 suara), Vita Ervina (123.516 suara), dan Sofwan Dedy Ardyanto (115.094 suara).
Disusul PKB di tempat ketiga yang mendulang 416.270 suara dengan aleg terlantik Abdullah (106.817 suara), bersama Gerindra (Prasetyo Hadi kursi kelima) selanjutnya kursi keenam hingga kedelapan masing-masing satu kursi. Alokasi kursi DPR dapil ini 8 kursi.
Berikut aleg terlantiknya, diraih oleh Partai Golkar 218.624 suara dengan aleg terlantik Panggah Susanto (91.866 kursi), lalu Partai Demokrat 165.243 suara dengan aleg terlantik Bramantyo Suwondo (118.361 suara), Partai NasDem 147.372 suara dengan aleg terlantik biduanita cantik Nafa Urbach (67.652 suara).
Parpol yang gagal lenggang Senayan dapil ini, PPP meski meraup 137.168 suara, PKS meski meraih 128.966 suara, dan PAN meski dulang 101.075 suara.
Sementara menarik, caleg petahana gagal lolos, Abdul Kadir Karding dari PKB nomor urut 7, termasuk dalam 49 calon menteri yang dipanggil Prabowo, Senin. Senada Prasetyo.
Jika 20 Oktober 2024 mendatang, Prasetyo Hadi fixed jadi satu dari total nama menteri kabinet Prabowo-Gibran yang diumumkan, maka kursinya di DPR berkemungkinan akan digantikan peraih suara sah terbanyak kedua dibawahnya, kecuali partai memutuskan lain.
Merujuk DCT Pemilu 2024, tujuh nama caleg DPR dibawah Prasetyo Hadi nomor urut 1, berurutan nomor urut 2 hingga nomor urut 8 yakni Azis Subekti, Nadia Putriani, Slamet Suswanto, Sumarman, Kartika Pujamurti, Sutoyo Abadi, dan Muhammad Zuhaery.
Secara lanskap elektoral di Jawa Tengah, Gerindra berhasil menaikkan raihan kursi DPRD dibanding Pemilu 2019. Perolehan total 169 kursi Gerindra di DPRD kabupaten/kota se-Jateng pada 2019 naik jadi 195 kursi pada Pemilu 2024. Perolehan 13 kursi Gerindra di DPRD Provinsi Jateng di 2019, bertambah jadi 17 kursi 2024. Untuk kursi DPR total dapil di Jateng semula 8 kursi jadi 10 kursi pada 2024.
Kepo Seberapa Dekat Prasetyo dan Prabowo?
Sementara publik politik non Gerindra, tak sedikit yang sempat kepo, dengan Prasetyo Hadi yang notabene nama pertama yang Prabowo panggil merapat ke Kertanegara.
Terlebih, wajahnya dinilai kurang familiar misal di layar kaca, atau disebut-sebut pula jarang muncul di publik, meski dia sama sekali bukan sosok asing bagi orang-orang dekat Prabowo atau kalangan internal Gerindra, yang bahkan ada yang menyebut bahwa Prasetyo konon salah satu orang dekat Prabowo yang sering Prabowo mintai pendapatnya.
Ihwal seberapa jauh kadar kedekatan pribadi Prasetyo Hadi dengan Prabowo Subianto ini bak terbantu jawab terakhir sebagaimana terlihat saat dia berkesempatan bersama Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, mendampingi duet Prabowo dan wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 13 Oktober 2024.
Diketahui justru dari unggahan akun centang biru media sosial sang presiden ke-7, Presiden Joko Widodo (Jokowi,) @jokowi, yang menulis
“Diskusi akhir pekan bersama Presiden terpilih Pak @prabowo.” tersebut, dari foto unggahan tampak Prasetyo Hadi berbatik, dijepret kamera tampak belakang, duduk di kursi depan meja makan tepat di sebelah Jokowi duduk, dan keduanya berhadapan dengan Gibran, Prabowo dan Dasco.
Prasetyo di sejumlah kesempatan sebelum sebelumnya, juga ikut mendampingi Prabowo, baik pada saat acara partai mau pun saat Prabowo menjalankan tugas negara.
Dari itu, spekulasi pun mengelindan sosoknya, Prasetyo Hadi yang telah teruji 16 tahun setia ikut bersama Prabowo dalam suka duka sejak tahun pertama dirikan partai, paling awal pula muncul di Kertanegara 14 Oktober, menguat jua ujungnya, hembus kabar yang menyebut Prasetyo Hadi-lah calon Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), atau Sekretaris Kabinet (Seskab) 2024-2029.
Yang bersangkutan barangkali tak bermaksud untuk menampakkan "mendekati benar"-nya spekulasi tersebut.
Namun lelagi kala diintip dia unggahan terkini akun centang biru media sosial Instagramnya, @prasetyo.hadi28, pada Jum'at (18/10/2024), dia tengah bersama sejumlah tokoh sambangi kantor Prabowo. Ucapkan selamat HUT ke-73.
"Alhamdulillah berkah bisa mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung kepada presiden terpilih. Kebersamaan demi mewujudkan Indonesia maju, adil, makmur, sejahtera. Semoga Bapak Prabowo senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, serta langkah-langkah selalu diberkahi dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," tulisnya dua unggahan, disitat Sabtu (19/10/2024).
Foto mewarta, Prasetyo bersama Prabowo, Waketum cum Ketua Harian Gerindra/Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketum Demokrat cum Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum PKB/Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Ketum PAN/Mendag Zulkifli Hasan, Ketum Golkar/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, elit PKS Ahmad Heryawan.
Sedikit melenceng tapi lantaran selain senada hoki jadi satu dari sekian putra terbaik negeri, notabene juga sama-sama asal Ngawi Jawa Timur, olah data, putra Ngawi lainnya yang terakhir pernah jadi menteri, Prof M Nasir.
Lahir 27 Juni 1960, putra pendiri Ponpes Arba'i Kohar, Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, KH Mimbar Arba'i; kecil remaja nyantri, lulus Aliyah lanjut ke Universitas Diponegoro kelak dosen hingga terpilih jadi rektor nun belum sempat dilantik rencana 18 Desember 2014, malah ditunjuk Presiden Jokowi jadi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) pada Kabinet Kerja Jokowi-JK 2014-2019 pada 23 Oktober 2024 silam.
"Sekarang malah menjabat sebagai orang yang bisa melantik rektor," ujar Umi Hamda istri Umar Abdul Jabar kakak Nasir, medio 28 Oktober 2014, bangga Nasir si santri Ngawi adik mereka, jadi menteri.
Satu hari kedepan, andai prediksi benar dia lah Mensesneg 2024-2029, Prasetyo Hadi si kader Hambalang putra lainnya asal Ngawi, kabupaten yang meletak tepat atas Madiun, sekitar 183 km atau 2,5 jam perjalanan via Tol Solo-Kertosono sebelum Surabaya ini, bakal ngepos di area Bina Graha kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Kita nantikan, Minggu malam. (Muzzamil)
-
