KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Tim Sinergitas Pentahelix untuk Rujukan Kampanye, Konseling, dan Edukasi (Gitar Melodi) untuk pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan konseling selama dua hari Kamis - Jumat, 31 Oktober - 1 November 2023 di Gedung Dakwah Muhammadiyah lantai 1 Kendal.
Kegiatan pelatihan kedua ini merupakan pelatihan lanjutan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tim dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan pernikahan dini.
Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan melalui Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arti Setyaningsih, mengajak pada semuanya yang hadir untuk memanfaatkan pelatihan sebaik mungkin. Dan menjadikan pelatihan ini sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang tepat bagi keluarga yang rentan pernikahan dini.
"Harapannya kita bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman yang benar tentang risiko pernikahan dini, serta mampu memberikan dukungan bagi anak - anak dan remaja agar mereka memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa terjebak pada pernikahan dini," ujar Hendri.
Konseling
Ditambahkan, pelatihan konseling bagi Tim Sinergitas Pentahelix merupakan bagian dari program Gitar Melodi yang bertujuan memperkuat peran kolaboratif berbagai pihak dalam pencegahan pernikahan dini.
"Mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan sektor bisnis diperlukan untuk memberikan solusi efektif dalam mengurangi angka pernikahan dini di masyarakat," imbuhnya.
Ia berharap materi yang diberikan para narasumber dapat menjadi rujukan, kampanye, konseling, dan edukasi dalam mengaplikasikan ketrampilan yang diperoleh dalam setiap upaya preventif dilapangan.
"Mengembangkan pemahaman praktis tentang teknik konseling yang relevan, termasuk konseling berbasis gender, membangun kolaborasi antar sektor mendukung program Gitar Melodi secara berkesinambungan," harapnya.Acara dilanjutkan penyampaian materi oleh fasilitator dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang, dilanjutkan diskusi mengenai kasus dan strategi pencegahan pernikahan dini. Serta interaksi langsung antara peserta dan narasumber.(Anik)
