LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM --.--- Ribuan petani singkong asal Lampung Timur bersama petani kabupaten lain akan merangsek kantor gubernur dan DPRD Senin (13/1). Mereka menuntut pemerintah secepatnya mengatasi harga bahan dasar tepung tapioka itu yang kian merugikan petani.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum Paguyuban Petani Singkong Lampung Timur Maradoni pada persiapan aksi damai yang akan digelar Senin (13/1) mendatang.
Persiapan dimaksud menyangkut ijin, transportasi serta jumlah petani yang akan bergerak menuju pemprov dan DPRD. Selain itu, tim korlap telah menyiapkan sejumlah tuntutan saat aksi atau dialog.
"Semua persiapan sudah final. Petani tinggal bergerak menuju pemprov dan dewan,"ujar Doni.
Selain dari Lampung Timur, aksi itu juga akan melibatkan ribuan petani singkong asal Lampung Tengah, Lampung Utara, Tuba, Tubaba dan Mesuji.
"Kami rencanakan pukul 10.00 kami sudah di pemprov dan dewan,"tuturnya.
Terkait tuntutan petani, diantaranya agar Kejagung mengusut tuntas dugaan kejahatan ekonomi khususnya petani ubi kayu yang sudah berlangsung puluhan tahun. Dimana, pengusaha semena- mena membeli singkong petani dengan harga rendah dan hal itu merugikan petani.
Tuntutan lain, pemerintah secepatnya menetapkan harga maupun besaran potongan atau refpraksi yang berpihak ke petani
"Selama puluhan tahun, petani singkong terzolimi dan pengusaha merasa aman. Ada apa ini,"tegas Doni.
Lewat aksi damai, petani berharap pemerintah segera menetapkan harga ubu kayu baik di pabrik atau lapak milik pabrik.
"Kami berharap lewat aksi damai ada hasil yang kami bawa pulang yakni petani singkong di Lampung sejahtera," pungkas Maradoni.
(Khairuddin)
