Helo Indonesia

Pondok Pesantren Garda Terdepan Melawan Bullying dan Kekerasan Seksual

Minggu, 26 Januari 2025 07:21
    Bagikan  
Pondok Pesantren Garda Terdepan Melawan Bullying dan Kekerasan Seksual

PESANTREN: Suasana Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kendal. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Pesantren harus siap menjadi garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal ini seiring dengan tema Naharul Ijtima' yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo, Kabupaten KendalSabtu (25/1/2025).

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, KH Ahmad Fadlullah Turmudzi mengatakan, tema Naharul Ijtima' kali ini adalah "Revitalisasi Pesantren dan Penguatan Spiritual untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Dengan tujuan untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

"Revitalisasi pesantren menjadi penekanan dalam Naharul Ijtima'. Kebutuhan kita adalah mengangkat dan menumbuh kembangkan lagi penguatan spiritualitas pesantren untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045," ujar

Disampaikan Fadlullah, pesantren juga harus siap melihat bagaimana perkembangan dinamika sesuai era saat ini. "Sehingga ada halaqoh pengasuhan pesantren, manajemen pengasuhan, pesantren riset, pesantren media. Juga dalam hal ini tidak hanya pesantren tapi bagaimana RMI bisa mengkoordinir madrasah diniyah, sehingga ada juga halaqoh manajemen penguatan madrasah diniyah," bebernya.

Kontribusi

Ia menambahkan, bahwa santri Jawa Tengah siap berkontribusi untuk mengisi  kebutuhan Fardhu Kifayah dalam pembangunan menuju Indonesia Emas. "Kiai, bu nyai dan santri sebagai bagian penting dari ekosistem pesantren siap berkontribusi dalam membangun Indonesia dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," imbuhnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih, Taj Yasin Maimoen yang hadir di Naharul Ijtima' berharap pondok pesantren menjadi garda terdepan dalam melawan bullying dan kekerasan seksual.   Ditegaskan pesantren tidak menerima aksi kekerasan berupa perundungan atau bullying dan kekerasan dalam kehidupan dan belajar mengajar.

"Aksi perlawanan ini diharapkan dapat menjadi tren yang diikuti oleh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Sehingga kali ini ada pembahasan bagaimana pondok pesantren ada tren bahwa pondok pesantren anti atau tidak ada bullying. Perlu kita sebarkan bahwa pondok pesantren tidak ada bullying lagi," tegas Gus Yasin.

Gus Yasin berharap setiap pondok pesantren memiliki manajemen dalam menangani permasalahan anak remaja tersebut. Di dalam acara itu, Gus Yasin menyerap aspirasi dari setiap perwakilan pesantren dan nantinya akan diciptakan modul dari hasil pembahasan acara tersebut.

"Yang nantinya saya juga mengikuti ada modulnya nanti yang dibawa ke pondok-pondok pesantren untuk mengatasi masalah tersebut, akan ada pendampingan, bahkan nanti akan ada ahli-ahli dalam psikolog dan sebagainya untuk mengatasi bullying dan kekerasan seksual di pesantren," kata dia.

Pendampingan

Senada, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, KH Muhammad Fatwa, menyampaikan dukungannya mengenai wacana pendampingan pondok pesantren dengan psikolog dan psikiater. Menurutnya pendampingan tersebut harus dilakukan demi mencegah terjadinya aksi kekerasan yang saat ini marak dan menjadi tren isu di kalangan remaja di berbagai institusi pendidikan.

"Pendampingan dan psikolog sangat diperlukan agar pengentasan masalah bullying dapat diselesaikan dan tidak menjadi momok dan permasalahan bagi pesantren," kata Kiai Fatwa.

Dia menyampaikan bahwa penanganan permasalahan bullying dan kekerasan seksual merupakan tanggungjawab pesantren untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.  "Para Kyai, Bu Nyai Pengasuh Pesantren se Jawa Tengah akan selalu memperjuangkan hak dak hakikat santri dan santriwatinya, sehingga pesantren tidak dilihat dari sebelah mata," ungkap Kiai Fatwa.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembacaan ikrar bersama untuk bersikap untuk menjaga keutuhan NKRI dan melawan segala bentuk kekerasan di dalam pesantren.

Adapun isi ikrar tersebut diantaranya pengasuh 0ondok 0esantren se-Jawa Tengah siap menjaga keutuhan NKRI , selalu Istiqomah dalam menjaga marwah pesantren dan siap mengantarkan para santri mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Anik)