LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Walau hari libur, Wali Kota Eva Dwiana dan jajaran pentingnya gaspol kembali keliling memeriksa drainase pascabanjir besar di kawasan Kali Belau dan Way Lunik. Dia menemukan lagi drainase sempit penghambat laju air.
Kedua lokasi yang baru ditemukannya, Minggu (26/1/2025), ada di Kampung Kerawang, RT. 01 dan RT. 02 Lk 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras dan di RT.16, Kelurahan Waylunik, Kecamatan Panjang.
Di Kampung Kerawang, Wali Kota Eva Dwiana menemukan drainase yang terlalu kecil hingga tidak mengalir ke pintu air yang menuju ke sungai. Dia langsung mengintruksikan Dinas PU memperbesarnya dengan box culvert.
Sementara di Waylunik, ada penyempitan drainase oleh salah satu perusahan dan ada warga yang membuat usaha kolam ikan. "Semua itu akan kita rapihkan koordinasi dengan Balai Besar," katanya di Gang Pure.
Untuk yang di bawah perlintasan kereta api, ada terowongan kecil yang jelas tidak sanggup menahan debit air. "Kita tetap akan bekerjasama dengan semua pihak untuk memperlebarnya," ujarnya.
Mudah-mudahan dengan perbaikan terowongan dan talud, tidak ada lagi warga yang terdampak banjir di Kota Bandarlampung, harapnya.
Selain itu, Wali Kota Eva juga melihat perlunya perbaikan jalan di permukiman warga Kampung Kerawang dengan paving block, supaya kuat dan tidak gampang rusak.
Pemantauan Helo Indonesia, pejabat yang mendampingi Wali Kota Eva Dwiana adalah Sekda Kota Iwan Gunawan, Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ahmad Husna, Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sukarma Wijaya, Kadis Damkar Anthony Irawan, Kalak BPBD Wakhidi.
Lainnya, Kadis PU Dedi Sutioso, Kadis Kominfo Rizki Agung, Kadisos Aklim Sahadi , Plt Kadis LH Veny Devialesti, Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo dr. Teti Herawati, Inspektorat Robby Suliska Sobri, Kadishub Socrat Pringandanu, Camat Bumi Waras Budi Ardianto, dan Camat Panjang.
Sehari sebelumnya, Sabtu (25/1/2025), Wali Kota Eva Dwiana mengeksekusi langkah-langkah menormalisasi pascabanjir besar di Kota Bandarlampung. Ada dua langkah, yakni normalisasi aliran sungai dan membantu warga terdampak banjir.
"Ada rumah yang berada pada bibir sungai sehingga air tak jalan, mutar-mutar jadi penyebab banjir," ujarnya, Sabtu (25/1/2025). Dia juga meminta perhatian adanya gorong-gorong Balai Besar yang luar biasa kecilnya tak sesuai debit air di Waylunik.
Mulai Minggu (26/1/2025), Wali Kota Eva Dwiana telah memerintahkan jajarannya bergerak untuk pendataan kerugian warga terdampak banjir. Ada 20 kecamatan dipimpin OPD-OPD dan dikoordinir sekda dan para asisten.
Pemkot Bandarlampung juga akan fokus memperbaiki rumah-rumah warga terdampak banjir. Rumah yang berada di bibir sungai akan dirobohkan lalu dibangun kembali agar tak mengganggu aliran sungai.
Wali Kota Eva Dwiana mengeksekusi langkah-langkah tersebut setelah keliling meninjau kawasan terdampak banjir di Kelurahan Pesawahan (TBS) dan Kelurahan Kuripan (TBB), Kelurahan Kota Karang (TBT), serta Kelurahan Waylunik (Panjang), pukul 16.00 hingga 18.46 WIB. (Hajim)
-
