LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ratusan truk singkong yang sebagian besar dari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) masih antre panjang masuk pabrik tapioka di Kampung Sukajadi dan Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).
Menurut para sopir, pabrik tapioka masih tutup di Kabupaten Lamtim Sedangkan di Sidokerto, Lamteng, pabrik membeli singkong dengan harga mulai bagus, yakni Rp1.330 per kg dengan potongan 25.
Di Sukajadi, Lamteng, pabrik membeli Rp1.350 per kg dengan refaksi 19 persen. "Meski harus antre lama, gak apa-apa Mas, harga dan potongannya juga bagus," ujar Ardi, sopir truk asal Kota Metro Kibang kepada Helo Indonesia, Selasa (04/02/25).
Menurut Ahmadi, sopir truk asal Sukoharjo 3, Kabupaten Lampung Tengah, harga segitu sudah bagus. Soal potongan, gak masalah, katanya. "Yang penting, singkong petani bisa terjual," ujarnya.
Jumat (31/1/2025), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman Sulaiman "ketok palu" harga singkong Rp1350 per kg. "Tidak ada yang boleh menolak," kata Ketua Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung Minder Ilyas.
.Mentan Arman tegas, pengusaha selama ini sudah untung sehingga saatnya membantu petani. Siapa yang membangkang berhadapan dengan Kementan.
Mentan Amran menilai tindakan pengusaha impor tapioka tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan pengabaian terhadap kesejahteraan petani Indonesia.
Enam perusahaan besar yang hadir Mentan Arman dan 35 stakeholder, yakni PT. Budi Starch and Sweetener,. Umas Jaya Sgrotama, Sinar Pematang Mulia, Sinar Laut Group, Tedco, dan PT. Kapal API Group
Dia juga menegaskan stop impor tepung tapioka. Alasannya, ada pengganti tepung tapioka, yakni tepung jagung. Mentan juga akan mempertimbangkan singkong masuk tanaman ketahanan pangan.
Sejak akhir tahun lalu, para petani menuntut agar harga beli singkong sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), yakni Rp1.400 per kg. Harga rendah akibat pengusaha impor tapioka.
Amran menegaskan bahwa importir yang lebih mengutamakan produk dari negara lain dibanding produk dalam negeri merusak kedaulatan pangan dan merugikan petani. Ia bahkan meragukan patriotisme mereka.
"Mengimpor produk pangan dari negara lain lebih dari produk dalam negeri, diragukan patriotismenya. Tandanya itu mereka lebih sayang petani luar," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk melindungi petani kecil dan memastikan kesejahteraan mereka. Menurutnya, siapa pun yang merugikan petani Indonesia adalah pengkhianat bangsa.
"Menzalimi petani, menzalimi rakyat Indonesia itu adalah pengkhianat bangsa," ujarnya.(Zen Sunarto)
