LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (Aspaqin) Provinsi Lampung menawarkan kerja sama atau kemitraan dengan pondok pesantren dalam pembesaran kambing buat memenuhi kebutuhan aqiqah.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program yang disepakati kepengurusan baru Aspaqin Provinsi Lampung periode 2025-2029 pada rapat di LA Garden, Kota Bandarlampung, Kamis (6/2/2025).
Rapat dihadiri La Garden, Prima Aqiqah, Jasmine Aqiqah, Omahe Embe, Aqiqah Care, SAF Aqiqah, Nawasena Aqiqah, dll.
Menurut Gubernur Aspaqin Lampung Sujatmoko, S.TP, program lainnya sosialisasi kepengurusan 2025-2029. "Program kerja apapun jika ingin berhasil harus PDCA (Plan Do Cek Action)," katanya.
Untuk program kemitraan dengan pondok pesantren, Sujatmoko mengatakan Aspaqin yang akan menyiapkan bibit kambing berusia sekitar dua bulanan.
Setelah usianya sudah sesuai syarat aqiqah, pihak pondok dapat menjual sendiri kambingnya jika nilai jualnya lebih bagus atau ditampung Aspaqin dengan harga pasar. Dia juga menjelaskan sistem bagi hasilnya.
Program ini sejalan dengan visi Aspaqin untuk "Bersinergi Membangun Pengusaha Aqiqah Yang Profesional Menuju Bangsa Yang Mandiri."
Dengan visi tersebut, Aspaqin ingin menjadi penggerak utama dalam meningkatkan mutu layanan aqiqah nasional, memperkuat kerja sama antarpelaku usaha, dan menjawab kebutuhan masyarakat dengan solusi profesional. (Miki)
