MESUJI LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Warga Kabupaten Mesuji tengah dihebohkan dengan beredarnya kabar soal perampokan berkostum pocong di wilayahnya. Informasi itu ramai berseliweran di media sosial sejak Minggu (24/5/2026).
Modus perampok menyamar sebagai pocong sedang ramai juga diperbincangkan di beberapa wilayah Jabodetabek, terutama Tangerang dan Bekasi, per Mei 2026.

Di beberapa tempat, seperti Madiun, kabar serupa dinyatakan sebagai hoaks. Namun, masyarakat tetap dihimbau untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk modus kejahatan baru.
Di Kediri, Senin (25/5/2026), aparat kepolisian mengamankan tiga pelaku berkostum pocong karena meresahkan warga sekitar. Pelaku mengaku hanya untuk membuat konten video di media sosial
Di Kabupaten Mesuji, dalam rekaman video pendek dan pesan berantai di Facebook hingga WhatsApp yang beredar, tampak sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah warga sambil mengetuk pintu pada larut malam.
Begitu dibukakan pintu, saat penghuni rumah panik lalu membuka pintu, pelaku langsung mengancam korban menggunakan senjata agar tidak berteriak sebelum menggasak barang berharga di dalam rumah.
Kabar itu cepat menyebar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya. Ada yang menanggapinya serius, ada pula yang setengah bercanda sambil berkata, “Sekarang yang bikin takut bukan lagi hantu, tapi manusia yang pura-pura jadi hantu.”

Isu yang sama juga mulai beredar di Kota Bandarlampung
Meski terdengar seperti kisah dalam film horor kampung, isu tersebut membuat sebagian warga memilih lebih berhati-hati. Beberapa bahkan mengaku enggan keluar rumah malam-malam hanya untuk memastikan suara ketukan di depan pintu.
Pesan berantai yang tersebar pun mengimbau masyarakat agar tidak langsung membuka pintu ketika mendengar ketukan misterius pada malam hari. Warga diminta memastikan lebih dulu siapa tamu yang datang, atau mengeceknya bersama anggota keluarga maupun tetangga sekitar.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kebenaran informasi tersebut maupun laporan resmi terkait aksi pencurian dengan modus pocong itu. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan yang dapat meresahkan lingkungan.
Aparat kepolisian menduga ini adalah taktik kriminal untuk menakut-nakuti warga agar pelaku bisa lebih leluasa melancarkan aksi pencurian atau perampokan saat suasana sepi karena kepanikan.
Pelaku biasanya beraksi pada tengah malam hingga subuh (sekitar pukul 00.00 - 04.00). Tujuannya adalah memancing warga keluar rumah karena penasaran atau membuat warga takut sehingga tidak berani keluar saat pencurian terjadi.
Warga dihimbau segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Jangan sampai ketukan tengah malam berubah menjadi awal kepanikan satu kampung. (Aan S)

