LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- - Rest In Peace. Duka menyelimuti jejaring gerakan prodemokrasi Tanah Air. Salah satu aktivis 1998, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eksekutif Nasional (EN) Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) kedua kurun 1999-2000, Wasekjen DPP Pro Jokowi (Projo) 2014-kini, dan Komisaris PT Pertamina Perta Arun Gas 2023-kini, Sinnal Blegur, berpulang.
Perempuan aktivis asal Kota Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Kupang berjarak sekitar 110 km, juga dikenal sebagai "Kota Membeku" lantaran bercuaca lebih dingin dibandingkan kota lainnya di Pulau Timor ini menghembuskan napas terakhirnyi di ICU RS Pelni Jakarta, Jl KS Tubun 92 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (12/2/2025) sekitar pukul 14.55 WIB.
Pemilik nama lahir Sinnaliwati Rikani Blegur itu, kelahiran Surakarta 25 September 1973, dikenal sosok feminim, wafat di usia 51 tahun.
"RIP Sinnal. Sinnal sudah meninggal. Lelayu, mantan Sekjen LMND Sinnal Blegur meninggal barusan," info salah satu juru warta lara, eks aktivis LMND Lampung mukim di Kalimantan Timur, Laela Achmad, Rabu pukul 14.56 WIB.
Laela Achmad mengkonfirmasi, hingga Rabu petang, jenazah Sinnal masih di RS Pelni. Jenazahnyi terlebih dahulu disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jl Abdul Rahman Saleh Nomor 24 Senen Jakarta Pusat sebelum dibawa untuk dikebumikan di Solo.
"Barangkali akan diberangkatkan dari Rumah Duka RSPAD, Kamis (13/2/2025) pagi atau dini hari (waktu keberangkatannya masih belum dapat dipastikan) menuju rumah Solo," info Laela, menginfokan alamat duka di bilangan RT 2 RW 5 Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah.
Sejawat jejaring Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD) Lampung pimpinan advokat cum politisi Partai Demokrat, Ali Akbar, berbelasungkawa mendalam. Mereka turut layangkan doa penghormatan terakhir.
Berkebetulan, Sinnal Blegur semasa hidupnyi, saat masih sesama aktivis rantau di Jakarta, pernah menjalin hubungan asmara dengan salah satu aktivis SMID/PRD asal Lampung. Kurun dekade 2000-an silam.
Semasa hidupnyi, Sinnal menyelesaikan kuliah Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, 1999.
Aktif berorganisasi sejak kuliah hingga saat akhir hayat, Sinnal antara lain melegenda sebagai aktivis perempuan supel saat ia menjabat Sekjen LMND kedua, 1999-2000.
LMND sendiri, diketahui sejak didirikan hingga kini merupakan organisasi kemahasiswaan nasional progresif ekstrakampus, organ sayap Partai Rakyat Demokratik (PRD).
LMND, orsap mahasiswa kedua PRD setelah orsap pertama cum pendiri PRD, Solidaritas Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (SMID) pimpinan duet ketum-sekjen, Andi Arief dan Nezar Patria. Andi kini Komisaris PLN, Nezar kini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Pensiun dari gerakan mahasiswa, Sinnal lalu berkutat dengan dunia baru: meneliti. Dari sekian, beberapa hasil penelitiannyi tercatat telah diabadikan dalam bentuk buku.
Antara lain "Pemetaan Peran dan Kepentingan Para Aktor Dalam Konflik di Papua" terbitan 2004, dan buku "Agenda dan Potensi Damai" yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005. Sinnal tercatat bagian alumni Gwangju Asian Human Rights Folk School 2005 di Korea Selatan.
Satu dekade berlalu, usai bergabung sejak dari proses pendiriannya, Sinnal pada 2014 didapuk jadi Wasekjen DPP Projo pimpinan ketum kini cum Menteri Koperasi Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, Budi Arie Setiadi. Sinnal tak tergantikan sebagai Ketua Satuan Tugas Peduli Pekerja Migran Indonesia Projo (PP Satgas) sejak itu hingga akhir hayat.
Tahun yang sama, Sinnal mendirikan Butik Griya Mode Kita (Grimot), usaha mandiri sarana menyalurkan bakat terpendam ia lainnya, rancang busana.
Setahun kemudian, selaku koordinator program penelitian maritim di lima kabupaten di Indonesia, ia pun berkesempatan keliling Nusantara meneliti lima daerah, yakni Aceh Besar (Aceh), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tulung Agung (Jawa Timur), Pangkajene Kepulauan (Sulawesi Selatan), dan Raya Empat (Papua Barat), tahun 2015-2016.
Saat pernah ngobrol singkat disela kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf Amin pada kampanye putaran akhir Pilpres 2019 silam, di sisi tenda logistik Projo di luar kompleks GBK Senayan Jakarta, 13 April 2019.
Pewarta sempat salah satunya menanyai Sinnal bagaimana kabar hubungan baik keluarganya, terutama BD Blegur sang ayah, dengan sohib lawas sejak era kemerdekaan, sesama eks politisi Partai Kristen Indonesia (Parkindo) --parpol dirian 10 November 1945 hingga dibubarkan saat berfusi ke PDI 1973--, yakni mantan Sekjen Parkindo dan eks politisi banteng mendiang Sabam Sirait, ayahanda Maruarar Sirait (kini Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabinet Merah Putih).
"Tau aja. Baik lah," sahut Sinnal berbinar. Ia berderai tawa kala pewarta meledek dengan tanya adakah ia masih ingat satu nama asal Lampung. "Aamiin," sahut kilat ia pula saat pewarta menyebut kata "komisaris", demi turut mendoakan semoga ia dapat turut berkontribusi di palagan pengabdian lebih luas sebagai bagian inheren dari kekuatan relawan die hard capres petahana Jokowi. Yang kelak, terbukti.
Ya, Sinnal Blegur tercatat terlantik sejak hari ia ditetapkan sebagai anggota Dewan Komisaris PT Perta Arun Gas, berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Secara Sirkuler pada 17 November 2023, BUMN anak usaha Pertamina yang berkantor pusat di Grha Patra Jasa, Jl Gatot Subroto Kav 32-34, Jakarta Selatan. Dan kantor area di Jl Medan – Banda Aceh, Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam.
Sohib mendiang, pegiat Kontras dan AJAR (Asia Justice and Rights), alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Peace and Justice Studies Branford University, dan FH Oslo University, Indria Fernida, mengungkap betapa ia turut termasuk yang amat terpukul kehilangan.
"Mohon doa untuk sahabat baik Sinnal Blegur yang baru saja berpulang. Udah gak sakit lagi Nal.. Gue belum sanggup berpikir dan berkata banyak. Berduka sangat! Tapi seluruh kenangan baik dan kebersamaan kita tak akan terlupakan. Selamat jalan, semoga surga menyambutmu!" tulis akun Indria, Rabu.
Aktivis 98 UNS Solo, pengurus KPP PRD era Pemilu 1999, mantan Tim Ad Hoc Penyelidikan Peristiwa Kerusuhan Mei 1998 Komnas HAM, hingga kini penulis produktif Liliek HS, melukiskan getir kehilangan dengan mengunggah satu foto momen karib.
"Ini kunjungan balasan ke rumah Sinnal Blegur Oktober 2024 lalu. Cerita, ngikik-ngikik, ngeteh-ngeteh (minum teh, red) dan main sama guguk (anjing, red). Kok ya kamu pergi duluan to Nal... Nal... Wes (bahasa Jawa: sudah), usah ada kesakitanmu lagi yaaa," pengantar perginyi.
Terkait penyebab meninggalnya, penelusuran, diduga akibat deraan penyakit liver yang Sinnal derita, seperti diketahui tak sengaja dari obituari seorang sahabat Sinnal, kakak tingkat mendiang saat kuliah di Semarang.
"Sinnal Blegur adalah adik tingkat, persis setahun di bawah saya saat kuliah di Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata," ujar aktivis cum akademisi, Dian Indraswari.
"Belakangan mengikuti jejak saya, mengambil magister (S2) Intervensi Sosial Fakultas Psikologi UI (Universitas Indonesia). Kuliah yang kemudian banyak cuti karena kondisi. Kamis lalu masih WA, bercerita dengan riang bahwa cutinya digratiskan oleh UI," lanjut eks Research Associates PACIVIS Center for Global Civil Society Studies UI 2009-2015 ini.
Mantan dosen Universitas Pembangunan Jaya Tangerang Banten 2010-2014 didalamnya ia pernah menadi Kepala Jurusan Psikologi ini, sebelum hijrah bekerja di The Australian National University (ANU) 2014-2016, serta mantan Direktur Eksekutif Yayasan Pulih Page 2019-2024 ini mengaku ia sempat janjian bertemu Sinnal, kemungkinan minggu depan.
Tuhan menentukan lain. "Hari ini sejak pagi, hati saya rasanya tidak karuan. Jelang sore ada jawaban, Sinnal telah berpulang. Satu matahari saya telah pergi. Adik yang penggembira, selalu ceria meski dalam kesakitan yang nyata. Semoga damai bersamamu di surga," larung Dian berkabung.
Rekam jejak mendiang Sinnal dalam aktivisme politik gerakan mahasiswa proreformasi, juga turut membekas di benak mantan 500-an massa gabungan peserta aksi Peringatan Satu Tahun Tragedi UBL Berdarah 28 September 1999 di halaman kantor DPRD Provinsi Lampung, 28 September 2000 silam.
Oleh Panitia Bersama, Sinnal turut diundang hadir selaku Sekjen LMND, bersama Sekjen PP Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) Suroso, dan Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kini elit DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dita Indah Sari. Orasi Sinnal saat itu berapi-api.
"Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat!" antara lain pekik yel Sinnal Blegur. Nyaris seperempat abad kelak kini kemudian, pekik magis itu bak terinterupsi nun tak turut terkubur.
Selamat jalan pejuang, selamat beristirahat, Sinnal Blegur. (Muzzamil)
