LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Tokoh masyarakat dan Karang Taruna, Fauzy Asryad Temenggung (Fauzi AT) menilai terjadinya kemelut KONI Lampung karena diduga pengelolaannya sembrono, tak serius dan ikhlas.
Mantan anggota DPRD Provinsi Lampung itu juga mengusulkan audit eksternal terhadap KONI Lampung agar dibuktikan kredibel dalam pengelolaan keuangan organisasi agar nantinya tak jadi fitnah adanya penyimpangan.
“Saya sarankan cobalah diaudit saja secara eksternal, dan nantinya kan akan diaudit dari BPK. Kalau semua clear dan terang benderang kan lebih enak,” ujar mantan pengurus IPSI Lampung tahun 90-an.
Terkait aspirasi cabor tersebut, Fauzi menilai hal yang biasa dalam berorganisasi dan dinamika yang berlangsung di tengah masyarakat olahraga.
"Pengurus harusnya bersyukur ada yang berani melakukan kritik agar tidak terlalu dalam kesalahan organisasi. Jangan malah ditekan dan dimusuhi. Kalian itu kan mitra, KONI dan cabor komunikasi dua arah, jangan satu arah," tandasnya.
Penulis novel “Hantu yang Terkunci” ini menyarankan pengurus KONI harus mampu bersinergi dengan cabang olahraga, karena keduanya sebenarnya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
“Kalau tidak salah, anggaran KONI yang diajukan ke pemerintah provinsi adalah untuk cabang olahraga kan? Jadi KONI sebagai pengelola anggaran harus memberikan dan menyalurkan anggaran kepada cabor sesuai dengan aturan yang sudah jelas. Kan intinya itu anggaran untuk cabor?” ungkapnya.
Makanya, lanjut Fauzi, jangan sembrono mengelola organisasi agar tidak menimbulkan keraguan dari anggotanya. “Mungkin selama ini komunikasi tidak berjalan lancar naka timbul mosi seperti itu,” katanya.
JANGAN SEMBRONO
Fauzi juga mengingatkan agar janganlah mengelola organisasi dengan sembrono. Karena ini kan amanat masyarakat olahraga, dan disupport pendanaan dari pemerintah yang nota bene adalah uang dari rakyat.
"Jadi semua harus dijalankan sesuai pada relnya, AD-ART nya.” Kata Fauzi, melalui selulernya kepada media ini Selasa (18/03/2025).
MOSI
Ketua KONI Lampung Arinal Djunaidi digoyang 60 anggota cabor dan KONI kabupaten/kota. Mereka menilai kepemimpinannya arif dan bijaksana, GOR berubah jadi masjid, tata kelola keuangan tak tepat sasaran.
Mereka mendesak KONI Lampung segera menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) dalam surat MOSI tidak percaya yang telah disampaikan ke KONI Provinsi Lampung, Rabu (12/3/2025).
Surat mosi tidak percaya tertanggal 1 Februari 2025 itu juga ditembuskan ke Ketua Umum KONI Pusat, Gubernur Lampung, Kadispora Provinsi Lampung, dan Ketua DPRD Provinsi Lampung. (HBM)
