Helo Indonesia

Bupati Rembang Tegaskan Kota Pusaka Lasem Perlu Perhatian Khusus

Jumat, 28 Maret 2025 13:43
    Bagikan  
Bupati Rembang Tegaskan Kota Pusaka Lasem Perlu Perhatian Khusus

Bupati Rembang Harno

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) di Pendapa Museum RA Kartini, Kamis 27 Maret 2025.

Dalam forum tersebut, salah satu tokoh masyarakat, Abdul Hamid, menyoroti keberlanjutan Kota Pusaka Lasem.

Baca juga: Wujudkan Janji Kampanye, Agustina Serahkan Bisyaroh kepada 6.572 Warga Istimewa

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa Kota Pusaka Lasem memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah keberadaan pasar kreatif yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.

“Pasar kreatifnya juga belum begitu berjalan, ya. Itu nanti bagaimana agar pasar kreatifnya bisa berjalan. Nanti setelah Lebaran saya akan berkunjung ke Lasem,” ujar Harno.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Afan Martadi, menyampaikan bahwa penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan secara bertahap dan telah masuk dalam proyek strategis nasional di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

“Hasil audiensi dengan Dirjen Kebudayaan, Kota Pusaka Lasem tetap ada dan nantinya akan diarahkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). Langkah teknis yang bisa kita lakukan adalah memasukkan isu strategis ini ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” jelas Afan.

Pentingnya FGD

Dia juga menekankan pentingnya Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan guna menyusun desain Kota Pusaka Lasem secara komprehensif. Menurutnya, potensi heritage, budaya, serta ekonomi kreatif (ekraf) di Lasem sangat besar, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan.

“Potensi dari sisi heritage, budaya, maupun ekraf di Lasem sangat besar. Sedangkan tantangannya melibatkan berbagai elemen, seperti komunitas, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, hingga pengusaha. Oleh karena itu, kami membutuhkan FGD yang cukup intensif,” tuturnya.

Baca juga: Special Talkshow USM Update, Farida Sebut Perbaikan Pelayanan Publik Dukung Kualitas Hidup

Lebih lanjut, Afan menegaskan bahwa program KCBN akan diselaraskan dengan konsep city branding yang berlandaskan nilai-nilai sejarah dan budaya guna memperkuat identitas Kota Pusaka Lasem.

Musrenbangkab ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Rembang untuk menampung aspirasi masyarakat agar pembangunan lebih maksimal dan dapat mempercepat terwujudnya Kabupaten Rembang yang sejahtera. (Aji)