Oleh HBM*
USAI merayakan lebaran Idul Fitri 1446 H bersama orangtua dan sanak-saudara, warga dari dalam dan luar kota menyerbu ikon wisata baru Kota Bandarlampung: Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial di Lungsir, Kecamatan Telukbetung Utara.
Saya tergoda mampir dan tenggelam sesaat di tengah kesumringahan para pengunjung dan pedagang pada Jumat sore (4/4/2025).
Tempat parkir kendaraan penuh di halaman samping Masjid Alfurqon hingga meluber ke sekitar menara masjid setinggi 144 meter yang dibangun diakhir jabatan Wali Kota Herman HN.

Plat kendaraannya aneka ragam, mulai dari BE, BG, A, B, bahkan ada yang R. Para relawan parkir Masjid Alfurqon yang seragam pakai rompi hijau warga sekitar kebagian rezeki yang diberikan para pengunjung.
Di halaman depan masjid menuju JPO Siger Milenial, para pedagang UMKM, rata-rata suami isteri, terlihat ikut sumringah melayani para pengunjung yang sebagian besar membawa keluarganya ke destinasi wisata kota tersebut.

Teras bagian bawah JPO Milenial, lebih ramai lagi, banyak tenent-tenent yang menjual aneka ragam pangganan yang wanginya bikin ngiler para pengunjung kawasan destinasi wisata baru yang seperti alun-alun kota tersebut.
Para pengunjung banyak yang tergoda untuk mencicipi panganan sambil duduk-duduk lebih lama di kursi-kursi samping tenda panjang dan panggung hiburan yang dikelola anak-anak muda KLF (Kuliner Lampung Festival).

Para anak muda milenial kreatif menambah meriahnya liburan di Kota Bandarlampung. Mereka menggelar KLF selama sepekan dari tanggal 4 sampai 13 April 2024. Pas, saya mampir untuk melihat momen lebaran di JPO Siger Milenial.
Masuk JPO gratis, para pengunjung bebas keluar-masuk. Mereka terlihat berfoto ria dalam berbagai gaya dan sudut jembatan, ada yang pas di pintu masuk, di tengah, hingga lokasi bundaran yang memang dibuat untuk melihat kota di tengah JPO Siger Milenial.
Para keluarga muda, setelah foto dengan anak-anaknya, tak lupa mengabadikan diri foto mesra dengan pasangannya sebelum saling foto. Bahkan, ada yang sampai duduk selonjor ingin cepat-cepat mengunggah fotonya ke akun sosial medianya.
"Gue ade di JPO tengah kota nih?" ujar anak muda yang entah sedang VC dengan siapa.
Wisatawan bergantian mengabadikan foto dengan latar belakang perbukitan hijau dan Teluk Lampung yang biru. Di sisi lainnya, pengunjung mengabadikan diri dengan latar belakang perumahan bukit dan ikon gajah di tebingnya.
JPO dan kawasan Lungsir kini semakin menarik sebagai destinasi wisata baru di Kota Bandarlampung. Setelah Taman Gajah yang dibangun era Gubernur Ridho Ficardo dan diratakan era Gubernur Arinal Djunaidi, agaknya, Lungsir menjadi taman kota satu-satunya yang bisa dinikmati gratis warga secara gratis.
Lungsir telah berubah menjadi ruang publik, tempat terbuka yang dapat diakses dan dinikmati warga Kota Bandarlampung maupun dari luar kota.
Warga sekitar kawasan tersebut ikut kebahagian rejeki dengan lapak-lapak kecil pangganannya untuk melayani pengunjung. Keberatan Lungsir sebagai ruang publik atau public space menjadi oase di tengah Kota Bandarlampung yang semakin sesak dengan kendaraan, cafe, hotel, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga permukiman.
Wali Kota Eva Dwiana meresmikan JPO Siger Milenial setelah dirinya terpilih kembali jadi wali kota periode kedua pada Jumat (14/2/2025).
Dua tahun waktu, sejak Juli 2023, yang dibutuhkan untuk menyelesasikannya. Tak terasa, matahari mulai tergelincir di ufuk Barat, saya memutuskan kembali ke parkir kendaraan.
Setelah menyodorkan secara sukarela Rp5000 kepada relawan yang mengatur parkir, Suzuki Side Kick tahun 2000 yang catnya sudah mengelupas akhirnya meluncur turun ke jalan protokol, Jl. Diponegoro, menuju "Lamban Lunik"Gotongroyong.
(*) Pemred Club
