SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) yang diketuai Sri Wanto ST MT bersama anggota Dr Lila Angraini ST MT, Hendra Masvika ST MEng, Ir Bambang Tutuko MM MT melakukan penelitian kualitas air bersih di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.
Ketua tim peneliti, Sri Wanto mengatakan, tujuan kegiatan tersebut mencari solusi sederhana dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode penyaringan sederhana atau gravity fed filtering system, yaitu sistem penyaringan yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan air melalui beberapa lapisan media filter tanpa menggunakan pompa maupun tekanan tambahan.
Baca juga: Modal Skill dan Sertifikat, Pelatihan Bakery FTP USM Siapkan Masyarakat Masuk Dunia Usaha
Metode tersebut dipilih karena mudah diterapkan masyarakat, biaya pembuatannya relatif murah, serta dapat dikembangkan secara mandiri sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.
''Pada sistem ini, air dialirkan secara perlahan dari bagian atas menuju bagian bawah melalui lapisan media penyaring. Selama proses tersebut, partikel kotoran dan beberapa zat pencemar dapat tertahan di dalam media filter sehingga kualitas air menjadi lebih baik,'' ujarnya.
Dalam pelaksanaan penelitian, katanya, tim terlebih dahulu melakukan kajian literatur untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air bersih. Selanjutnya dilakukan penyusunan instrumen penelitian, pembuatan alat filter, pengambilan sampel air, pengumpulan data, pengujian parameter laboratorium, hingga analisis data dan penyusunan kesimpulan.
Alat filter yang digunakan dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh masyarakat, antara lain pipa pralon, keni, lem, dop, gergaji, mesin bor, dan T-pipa. Sementara media penyaring yang digunakan terdiri atas karbon aktif, mangan zeolit, pasir silika, kerikil, dan saringan.
Sampel air kemudian diuji di Laboratorium Kesehatan Kota Semarang untuk mengetahui perubahan kualitas air sebelum dan sesudah proses filtrasi.
''Hasil pengujian menunjukkan adanya perbaikan pada beberapa parameter kualitas air. Sebelum penyaringan, kadar amoniak total tercatat sebesar 0,78 mg/l dan padatan zat tersuspensi sebesar 50 mg/l,'' ujarnya.
Baca juga: MTQ Nasional XXXI 2026: Momentum Emas Kota Semarang Dongkrak UMKM dan Kenalkan Wajah Toleran
Setelah melalui proses filtrasi, katanya, kadar amoniak total menurun menjadi 0,17 mg/l, sedangkan padatan zat tersuspensi turun signifikan menjadi 3 mg/l. Nilai pH air juga tetap berada pada kisaran netral, yakni dari 7,60 menjadi 7,46.
''Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem penyaringan sederhana mampu meningkatkan kualitas air secara nyata,'' ungkapnya.
Jadi Alternatif
Menurutnya, ke depan, pihaknya berencana mengembangkan teknologi penyaringan sederhana tersebut agar semakin efektif, mudah diterapkan, dan dapat menjadi alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah, khususnya daerah yang masih menghadapi permasalahan kualitas air.
''Kami berharap, dengan pendekatan teknologi tepat guna yang sederhana namun efektif, hasil penelitian ini dapat menjadi model solusi penyediaan air bersih yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh masyarakat luas,'' tandasnya.
Kepala Desa Kalikayen, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim USM. Menurutnya, masyarakat merasakan manfaat langsung dari hasil penelitian tersebut karena kualitas air yang digunakan sehari-hari menjadi lebih baik.
''Kami merasa sangat terbantu dengan adanya penelitian ini. Hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi warga Desa Kalikayen,'' ungkapnya.
Selain memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Semarang dalam mengembangkan penelitian yang dapat menjawab permasalahan nyata di lingkungan masyarakat. (Aji)
