LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM--- -- Menteri PU Dody Hanggodo terun langsung melihat kondisi infrastruktur Kota Bandarlampung, Sabtu (6/4/2025). Kesimpulannya, jalan bagus tapi drainase buruk percepat kerusakkannya.
Sebelum kedatangannya, Dinas PU Kota Bandarlampung berbenah menggali sedimen drainase beberapa titik pascabanjir saat lebaran di Sukabumi, Tanjungkarang Barat, lanjut ke Panjang
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, percuma perbaikan jalan jika tak ada perbaikan drainase. "Jika drainase atau sungai tak diperbaiki, hujan deras sedikit saja banjir dan jalan jadi rusak," katanya.
Kata dia, drainasenya harus dibetulin dulu, baru perbaikan jalan. Dody Hanggodo mengatakan sudah bicara dengan Cipta Karya. "Mesti ngobrol dengan Ibu Wali Kota (Eva Diana) nih," ujarnya kepada awak media.
Dody Hanggodo mengatakan pembenahan drainase Kota Bandarlampung merupakan langkah krusial agar jalan tetap baik. Pendapatnya, perbaikan jalan akan sia-sia jika tak disertai perbaikan dranase.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah merencanakan langkah-langkah penanganan dan pencegahan terus dilakukan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Wali Kota Bandar Lampung, melalui Asisten I Sukarma Wijaya, menyampaikan bahwa ada beberapa langkah antisipasi yang telah dan akan dilakukan.
1. Kerja sama lintas wilayah
Pemkot Bandar Lampung bekerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan wilayah sedimen di catchment area atau kawasan register 17 dan 19.
2. Peningkatan sistem drainase
Upaya pelebaran dan pendalaman drainase dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kontur tanah agar aliran air lebih lancar.
3. Normalisasi sungai
Normalisasi sungai dilakukan secara rutin dengan dukungan fasilitas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk beberapa sungai besar di Bandar Lampung.
4. Pemeliharaan drainase
Pembersihan drainase dari sampah dan sedimen dilakukan secara berkala untuk mencegah penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir.
5. Peninggian talud sungai
Talud sepanjang sungai ditinggikan guna mengurangi risiko luapan air saat curah hujan tinggi.
6. Selain itu, Pemkot Bandar Lampung juga berencana melakukan penanaman pohon dan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) guna menahan aliran permukaan (runoff) serta meningkatkan kualitas udara. Sistem peringatan dini juga akan dipasang di sekitar register 17 dan 19 serta di daerah yang berkontur rendah atau dekat lereng.
Langkah tambahan lainnya mencakup pembangunan embung dan sumur resapan serta pembuatan jalur evakuasi untuk mempermudah mobilisasi warga saat banjir terjadi.
"Upaya lain yang tak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang risiko tinggal di lereng dan bantaran sungai," ujar Sukarma Wijaya dalam konferensi pers yang dihadiri BPBD, DLH, Damkar, dan OPD Lainnya di ruang rapat Disdkcpil Bandar Lampung, Kamis (27/2/2025).
lebih lanjut, Terkait banjir yang telah terjadi, Wali Kota Bandar Lampung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk cepat tanggap membantu warga terdampak.
"Meskipun saat ini ada kebijakan efisiensi anggaran, kebutuhan warga terdampak harus segera dipenuhi. Oleh karena itu, kami memanfaatkan dana bantuan tak terduga," tutupnya.(HBM)
