Helo Indonesia

Warga Pertanyakan Lambatnya Proses Hukum Dugaan Penggelapan 50 Ton Beras Bansos di Lamteng

Kamis, 10 April 2025 00:11
    Bagikan  
Warga Pertanyakan Lambatnya Proses Hukum Dugaan Penggelapan 50 Ton Beras Bansos di Lamteng

Puluhan Warga Datangi Polres Lampung Tengah, tanyakan penanganan Kakam mereka yang Terkesan lambat

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM ----- Dua puluhan wakil warga mendatangi Kapolres AKBP Andik Purnomo Sigit dan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijay di Mapolres setempat, Rabu (09/04/2025). Mereka mempertanyakan proses hukum kasus dugaan penjualan 50 ton beras bansos oleh SKD, kepala Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai.

Warga menilai proses hukum laporan mereka terhadap Kakam SKD terkesan lambat. Dua bulan lalu, Senin (24/2/2025), pukul 13.30 WIB, warga sempat aksi menyegel Balai dan Kantor Kepala Kampung Gunungagung, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Wakil warga sempat adu mulut dengan Kapolres Lampung Tengah termasuk Bupati Ardito Wijaya, yang kebetulan berada di lokasi dalam rangka peresmian Gedung Pelayanan Terpadu. Ardito Wijaya meminta warga bersabar.

"Semua itu butuh proses, menyelesaikan masalah jangan timbul masalah. Silahkan bapak-bapak pulang dengan baik, bekerja dengan baik, dan kalau ada masalah lagi laporkan ke kami," ujar Ardito Wijaya.

Kapolres AKBP Andik Purnomo Sigit senada meminta warga bersabar karena perlu proses dalam penanganannya. Korbannya banyak sehingga penyidik menunggu hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat dalam penentuan kerugian keuangan negara.

"Semuanya butuh proses, untuk menentukan kerugian keuangan negara, karena korbannya banyak," ujarnya. Kapolres berjanji akan menyelesaikan persoalan oknum Kepala Kampung Gunungagung itu dengan gamblang dan tuntas.

Koordinator warga Gunungagung Riyan Asyandi mengatakan kedatangan mereka untuk menanyakan sejauhmana penanganan terkait dugaan korupsi beras bantuan pangan nasional senilai ratusan juta rupiah tersebut.

"Sudah lama ini, tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya, sehingga warga datang ke Mapolres," ujar Taufik tokoh masyarakat Gunungagung.

Taufik selaku salah satu warga setempat mengatakan, masyarakat geram melihat ulah aparatur kampung yang merampas hak orang miskin. Dia pun kesal karena bantuan dari pemerintah pusat untuk rakyat kecil justru dijadikan ladang bisnis untuk kantong pribadi.

Taufik mengaku, seluruh beras bansos yang dijual Kepala Kampung Gunung Agung lebih dari 50 ton.b"Total sudah 4 kali Kepala Kampung Gunungagung menjual beras bansos, terakhir dia tepergok menjual 4 ton beras kemasan 10 kilogram ke Tulangbawang Barat," kata Taufik, Selasa (25/2/2025). (Zen Sunarto)