Helo Indonesia

Di Hari Kartini, Kusnawati Tewas Gugur Lemari Ketika Banjir Dini Hari

Senin, 21 April 2025 21:59
    Bagikan  
Di Hari Kartini, Kusnawati Tewas Gugur Lemari Ketika Banjir Dini Hari

EVAKUASI - Petugas BPBD dan Polresta Bandarlampung mengevakuvasi korban banjir 21 April 2025. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Pada Hari Peringatan Kartini, seorang nenek gugur tertimpa lemari ketika tiba-tiba datang banjir bandang menerjang rumahnya di Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung, Senin dini hari (21/4/2025).

Lansia bernama Kusnawati (60) tak bisa mengelak takdirnya, tewas tragis di Hari Kartini, hari peringatan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini atas perjuangan emansipasi yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara.

Kusnawati ibu rumah tangga yang pasti sudah berjasa besar setidaknya bagi keluarganya. Dia harus pergi akibat masih buruknya drainase di Kota Bandarlampung. Sejak awal tahun, kota ini selalu banjir.

Akibat banjir, tak hanya merengut nyawa Kusnawati, ada dua korban tewas pada saat dan di wilayah yang sama akibat hanyut terbawa arus banjir, yakni Diding (52) dan keponakannya, M Aipin (20). Keduanya buruh warga Kampung Selirit.

Salah satu korban banjir ditemukan ditemukan di kolong sebuah mobil yang terparkir pada pukul 06.20 WIB. Polsekta Panjang olah TKP dan mengevakuasi ketiga korban usai ditemukan. Pada jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan dan penganiayaan.

Sebagian warga via video amatir melaporkan tinggi genangan air yang tanpa permisi masuk menerobos rumah mereka, bahkan hingga mencapai sepinggang orang dewasa. Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Masyarikul Anwar juga terdampak. Tembok gedung jebol dan sebagian atap gedung ikut ambruk.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Bencana banjir berujung korban tewas ini kembali mengundang pilu warga kota. Mereka tak saling komando, nun sekompak bersolidaritas.

Beberapa elemen terpantau galang donasi. Koordinator Relawan Peduli Al Quds Lampung HM Yasir Setiawan, misal, buka donasi tunai guna dibelanjakan paket nasi siap santap.

Pun halnya, tokoh pendidikan, mantan Rektor IIB Darmajaya kini Bendahara Yayasan Alfian Husin Lampung, Dr Firmansyah Yunialfi Alfian, bersama founder/CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, RM Embun Pagi Raya, dan RM Dua Sahabat Bandarlampung, galang senada, guna dibelanjakan paket nasi siap santap dan beras guna disalurkan kepada warga korban banjir. Serta bagi keluarga sahibul musibah.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melalui orang-orang dekatnya juga terpantau sigap menurunkan bantuan dan menyalurkan donasi paket makanan siap santap.

Dari wilayah lainnya, banjir dilaporkan juga menggenangi wilayah Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan; beberapa kecamatan di Way Kanan,

Semoga almarhum Diding dan M. Aipin, serta almarhumah Kusnawati diterima di sisi terbaik Alloh. Keluarga ditinggalkan ikhlas, tabah.

Pengingat, banjir sebagaimana lainnya: tanah longsor dan likuifaksi, ialah konsekuensi logis terganggunya keseimbangan ekosistem alam akibat kekurang dan atau ketidakbijaksanaan manusia sebagai khalifah di muka Bumi. (Muzzamil)