Helo Indonesia

IESR Dorong Wisata Kepulauan Karimunjawa Gunakan EBT 100 Persen

Minggu, 4 Mei 2025 15:35
    Bagikan  
IESR Dorong Wisata Kepulauan Karimunjawa Gunakan EBT 100 Persen

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa saat menjadi narasumber dalam Central Java Youth Sustainability Forum 2025

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Status Jawa Tengah sebagai provinsi energi surya karena banyaknya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mendapat apresiasi dari Institute for Essential Services Reform (IESR).

Bahkan, IESR mendorong agar Jateng punya ikon wilayah yang 100 persen warganya menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara.

Baca juga: Hidupkan Gotong Royong, Ketua Dekranasda Kendal Pimpin Bersih-Bersih Sampah di Stadion Kebondalem

Kepulauan wisata yang saat ini tengah digarap sebagai ikon wisata oleh Pemprov Jateng, baru sebagian wilayah memanfaatkan PLTS dukungan PLN. Sedangkan wilayah lain masih menggunakan mesin diesel.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menandaskan, pihaknya mendukung penuh upaya industri, desa, sekolah memanfaatkan EBT dengan tenaga surya untuk menjalankan operasionalnya.

''Saat ini terus mendorong agar Karimunjawa bisa menggunakan PLTS secara 100 persen. Nantinya, tempat ini bukan hanya sebagai wisata eksotik, tapi ikon yang menjadi contoh pemanfaatan energi baru terbarukan, terutama listrik hijau. Ganti saja diesel dengan energi surya yang memasok listrik selama 24 jam,'' kata Fabby, di sela acara Central Java Youth Sustainability Forum 2025 di Legacy Convention Hall, Semarang, Sabtu 3 Mei 2025.

Tingkatkan Value

Dia berharap hingga 2029 nanti, PLN bisa mengganti tenaga diesel dengan tenaga surya. Sehingga ada target bahwa empat tahun lagi, Karimunjawa sudah 100 persen memanfaatkan energi baru terbarukan.

''Dengan menjadikan Karimunjawa sebagai ikon EBT, maka bisa menjadi legacy Pak Gubernur, bahwa Jateng sudah mandiri energi dengan energi baru terbarukan. Dan lebih penting, meningkatkan value pariwisita Karimunjawa,'' ungkapnya.

Baca juga: Buka Potensi Wisata dan UMKM, Borobudur International Bike Week akan Jadi Acara Tahunan

Pada sisi lain, Fabby juga mengakui bahwa di Jateng inisiatif-inisiatif kecil di tingkat komunitas mulai bermunculan untuk gerakan EBT. Di lereng Merapi mulai mengembangkan pertanian organik tahan iklim, atau startup di Semarang yang menciptakan solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi, komunitas petani Banyumas memanfaatkan PLTS dan pompa tenaga surya untuk irigasi pertanian.

Di Karimunjawa juga giat mengkampanyekan pariwisata berkelanjutan.

''Kami kira transisi energi membuka pintu bagi inovasi teknologi hijau, menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan, dan mendorong model ekonomi sirkular yang lebih efisien,'' tandasnya. (Aji)