LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Proyek pelebaran dan peningkatan Jalan Martadinata di Kecamatan Telukbetung Timur yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Lampung menyebabkan sejumlah jaringan pipa air bersih milik Perumda Way Rilau mengalami kebocoran. Akibatnya, distribusi air bersih kepada pelanggan di beberapa wilayah sempat terganggu.
Direktur Teknik Perumda Way Rilau Dirmansyah, mengatakan kebocoran terjadi karena alat berat yang digunakan dalam proses konstruksi beberapa kali mengenai jaringan pipa yang telah lama tertanam di bawah badan jalan.Memang di Jalan Martadinata sedang ada kegiatan pelebaran dan peningkatan jalan yang dilaksanakan oleh PU Provinsi.

Dalam pelaksanaan di lapangan terjadi beberapa kebocoran pipa PDAM akibat pekerjaan konstruksi sehingga memengaruhi pelayanan kepada masyarakat," kata Sudirmansyah,Kami.( 23/7/2026).diruang kerjanya.
Ia menjelaskan, hingga kini tercatat sekitar lima hingga enam titik kebocoran dengan tingkat kerusakan yang cukup besar. Perumda Way Rilau terus berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi dan pelaksana proyek agar perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin tanpa menghambat pembangunan jalan.
Menurutnya, setiap proses perbaikan mengharuskan aliran air dihentikan sementara sehingga berdampak pada pelayanan kepada pelanggan.
"Kami menyadari akan ada keluhan dari masyarakat. Namun setiap terjadi kebocoran kami langsung melakukan perbaikan secepat mungkin. Saat proses perbaikan, aliran air memang harus dihentikan sementara," ujarnya.
Dalam penanganan kebocoran, Perumda Way Rilau menerapkan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari menerima laporan, mengidentifikasi kondisi jaringan, menyiapkan material dan peralatan, hingga mengerahkan petugas ke lokasi.
Untuk pipa berdiameter besar, proses perbaikan sesuai SOP dapat berlangsung hingga empat hari. Meski demikian, pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian dengan mengerahkan petugas bekerja hingga malam hari.
"Kalau sesuai SOP bisa tiga sampai empat hari. Namun kami upayakan selesai dalam satu hari satu malam, sepanjang peralatan tersedia dan kondisi di lapangan memungkinkan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Way Rilau juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki apabila proses perbaikan berlangsung cukup lama. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang umumnya disampaikan melalui ketua RT.
Sementara itu, rencana pemindahan jalur pipa agar tidak lagi berada di bawah badan jalan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Meski demikian, Perumda Way Rilau mengaku telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung terkait kemungkinan pembangunan jalur pipa baru yang terintegrasi dengan proyek jalan di masa mendatang.
"Penggeseran pipa memang belum bisa dilakukan sekarang karena memerlukan proses penganggaran. Namun hal itu sudah mulai kami rencanakan agar ke depan jaringan pipa dapat mengikuti pembangunan jalan," tutup Dirmansyah.( Hajim).
