LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Umat muslim menunaikan ibadah puasa sunnah Arafah 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah yang jatuh Kamis (5/6/2025) ini, usai menjalankan puasa sunnah Tarwiyyah 8 Dzulhijjah jatuh Rabu (4/6/2025) kemarin.
Merujuk Hadist Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan Abusy Syekh al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar, puasa sunnah Tarwiyyah dapat menghapus dosa setahun bagi yang menjalankannya.
Sedang bagi muslim yang menjalankan puasa Arafah, Hadist Riwayat yang sama menyebut puasa sunnah ini dapat menghapus dosa dua tahun. Atau tepatnya sebagaimana Hadist Riwayat Muslim, dosa setahun lalu dan dosa setahun yang akan datang. Masya Allah.
Seperti diketahui, karena terdapat perbedaan penanggalan kalender Hijriah dengan Masehi, misal Indonesia yang memedomani kalender Masehi, penetapan hari Idul Adha selalu berubah dari tahun ke tahun (11 hari lebih awal), karena kalender ini mengacu pada siklus solar (matahari), mendasari fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya).
Berbeda dengan negara penerap kalender Hijriah yang penetapan harinya selalu sama setiap tahun, karena sistem penanggalan kalender ini mengacu siklus lunar (bulan) atau berdasar fase bulan (kalender candra).
Kalender Masehi ada 365 hari, atau 366 hari pada tahun Kabisat (jatuh empat tahun sekali terakhir pada 2024 lalu); lebih banyak 11 hari dari kalender Hijriah atau 12 hari pas Kabisat.
Konsekuensi Hijriah irit 11 hari dari Masehi, Idul Adha dapat terjadi dua kali dalam setahun —seperti pada 1974 dan 2006, mendatang akan terjadi lagi tahun 2039, 2072, 2104, 2137, 2169, 2202, 2235, 2267, 2300 dan 2332 Masehi. Alias disebut siklus 32 atau 33 tahunan.
Sama dengan Ramadan? Persis. Setotal 1,8 miliar pemeluk Islam, agama terbesar kedua di dunia saat ini versi Pew Research (lebih dari 22 persen dari total populasi); dengan sekitar 62 persen diantaranya tinggal di Asia-Pasifik, 20 persen di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta hampir 16 persen di Afrika sub-Sahara.
Jumlahnya dikirka samai pemeluk Kristen sedunia tahun 2050 kelak. Bahkan muslim di Amerika Serikat akan lebih banyak dibanding penganut Yahudi, identik agama non-Kristen terbesar di Amrik selama ini.
Miliaran umat muslim ini, akan menjalankan puasa Ramadan yang akan terjadi dua kali dalam setahun pada 2030 mendatang.
Disitat dari Al Jazeera dan hijri-calendar.com, fenomena unik 5 tahun ke depan, bulan suci Ramadan 1451 Hijriah —pertama, akan dimulai pada sekitar 5 Januari 2030; dan bulan suci Ramadan 1451 Hijriah —kedua, akan dimulai pada sekitar 26 Desember 2030.
Tetapi meskipun Ramadan berlangsung dua kali tahun 2030 nanti, untuk perayaan Idul Fitri di tahun tersebut hanya terjadi sekali. Sebab Ramadan kedua 2030, Lebaran 1 Syawalnya akan jatuh pada Januari 2031.
Menilik kalender Hijriah, maju 11 hari dari Masehi; awal Ramadan 1451 Hijriah tadi akan jatuh 5 Januari 2030, dan 30 Ramadan 1451 Hijriah akan jatuh pada 3 Februari 2030.
Selanjutnya, awal Ramadan kedua, atau Ramadan 1452 Hijriah diperkirakan dimulai pada 26 Desember 2030, dan akhir Ramadan 1452 Hijriah akan jatuh pada pekan keempat Januari 2031.
Satu lagi, Ramadan 1446 Hijriah tahun 2025 yang baru berlalu ini, notabene merupakan Ramadan pertama dari siklus Ramadan per 33 tahun sekali, dimana 1 Ramadan 1479 Hijriah kelak dikirka dimulai 1 Maret 2058 Masehi.
Ramadan tahun 2031 dan 2047 akan jadi Ramadan dengan durasi terpendek di negara belahan Bumi utara yang meletak separuh permukaan Bumi di utara garis Khatulistiwa antara Lintang 0° dan 90° Lintang Utara (Northern Hemisphere countries).
Sebaliknya, dengan durasi terpanjang akan terjadi di negara belahan Bumi selatan, separuh permukaan Bumi selatan Khatulistiwa meliputi Benua Antartika, Australia, sebagian Amerika Selatan, sebagian Afrika dan Asia (Southern Hemisphere countries).
Dan sesuai syariat, pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025) esok, umat muslim berbusana bersih wangi akan jalankan salat sunnah Idul Adha 7 pagi (salat Idul Adha: salat sunnah muakkad, sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan), disunnahkan menempuh jalan berbeda pas berangkat dan pulang misal berangkat lewat Gang Buntu pulang lewat Gang Genggong, disunnahkan pula berjalan kaki ke tempat salat seperti teladan Rasulullah SAW.
Seusainya, menyembelih hewan kurban baik domba, kambing, lembu, kerbau, sapi, atau unta; demi meneladani keteladanan Nabi Ibrahim AS beserta putranya, Nabi Ismail AS, atas kepatuhannya ikhlas karena Allah SWT semata: Ibrahim ikhlas akan menyembelih putranya atas perintah Allah nun saat hendak dijalankan dan Ismail bersiap sebagaimana difirmankan Allah dalam Quran Surat (Q.S.) As-Saffat ayat 101-110, Allah memerintahkan Malaikat Jibril mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing (sebut sebagian riwayat: domba). Lalu, Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih kambing itu, menyedekahkan sebagian dagingnya kepada fakir miskin.
Inspirasi Krajan, Dusun Viral Banjarnegara
Kisah teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini, dilakukan warga Desa Krajan sebagai upaya meneladani keikhlasan kedua Nabi ayah dan anak ini yang kemudian jadi tonggak dari Hari Raya Idul Adha dirayakan umat Islam sedunia. Termasuk di Indonesia, disebut juga Hari Raya Qurban, Lebaran Kurban atau Lebaran Haji.
Demi meneladaninya, termasuk kaum muslim warga Dusun Krajan namanya, dusun viral dua tahun terakhir gegara kabar muslim dusun ini mampu berkurban ratusan ekor meski telah mentradisikannya sejak puluhan tahun silam, dusun "ngelip" alias terpencil bukan terkucil di wilayah pegunungan tenar Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di kaki Gunung Petarangan sekitar 11 Km sebelah barat Dataran Tinggi Dieng dan 42 Km dari ibu kota kabupaten, per administratif masuk Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.
Tahun 2023 lalu, Ketua Panitia Qurban Dusun Krajan, Ahmad Hidayat, merinci total 327 ekor hewan kurban terdiri 73 sapi dan 254 kambing yang disembelih pada Idul Adha 1444 H/2023, dari total 1.458 Kepala Keluarga dengan 6.024 jiwa, dan 753 orang shohibul qurban (muslim yang berkurban), pada Rabu 28 Juni 2023. Beres sembelih, total daging kurban 25 ton.
Sedang untuk Desa Batur sendiri, H+1, Kades Ahmad Fauzi merinci rekapitulasi Pemdes sini, total hewan kurban disembelih 28-29 Juni 2023 ada 605 ekor (189 sapi, 416 kambing).
Lantas, pada Hari Raya Idul Adha 1445 H yang jatuh 17 Juni 2024 lalu, total hewan kurban disembelih di Dusun Krajan 367 ekor, terdiri 74 sapi, 293 kambing, seluruhnya berasal dari warga dusun, proses penyembelihan dan pemotongan daging melibatkan 778 warga, hasilkan 25 ton setara 9.300 paket daging.
Namun jika direkap keseluruhan Desa Batur, jumlah disembelih mencapai 668 ekor, terdiri 200 sapi dan 468 kambing. Berkebetulan, Hari Raya Idul Adha 2024 lalu sekompak, bareng hari yang sama antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, hingga Pemdes Batur bisa langsung rekap seluruh.
Untuk 2024, paket daging dibagikan dikemas masing-masing seberat 2,5 Kg.
Bahkan, pembagian daging kurban itu tidak dilakukan per keluarga, melainkan per jiwa, sehingga bayi yang baru lahir maupun tamu yang sedang berkunjung di Desa Batur pun turut mendapatkan daging kurban.
Hebatnya ulah "matei kak nayah" (melimpah), usai beres dibagikan sesuai syariat (sepertiga adalah hak shohibul qurban) dan dibagi rata masing-masing 2 Kg per jiwa dari bayi baru lahir sampai nenek renta, barulah selebihnya dibagikan ke warga tetamu yang kebetulan menginap dan juga ke warga luar desa.
Distribusinya tak cuma ke 253 desa dan 12 kelurahan di 20 kecamatan se-Banjarnegara yakni Kecamatan Batur sendiri, Banjarmangu, Banjarnegara, Bawang, Kalibening, Karangkobar, Madukara, Mandiraja, Pagedongan, Pagentan, Pandanarum, Pejawaran, Punggelan, Purwanegara, Purwareja Klampok, Rakit, Sigaluh, Susukan, Wanadadi, dan Wanayasa.
Tetapi bahkan melampaui batas kabupaten!
Hingga tujuh, mulai dari timur dari Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Cilacap, sampai Batang.
Dusun Krajan/Desa Batur, dusun/desa kaya? Jika kaya dimaksud, katakanlah dusun/desa miliarder, nggak juga. Ditengok demografinya, sebagian besar penduduk desa ini berprofesi sebagai petani. Lahan pertanian di Batur dan sekitar ditanami sayur-mayur seperti kentang, kubis, wortel, yang mulai marak sejak 80-an. Sebelumnya, lebih banyak tanaman keras (jagung, teh, tembakau, ubi jalar), ditanam.
Pekurban mayoritas warga golongan ekonomi menengah ke bawah. Hampir separuh itu petani penggarap, dengan rerata penghasilan Rp80.000 per hari atau Rp2,4 juta per bulan. Cuma terpaut Rp230 ribuan lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah 2025 sebesar Rp2.169.349.
Baru, sebagian lainnya petani pemilik lahan, dan pedagang. Warga sukarela sisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per hari. Ceban ban-go sehari, setahun go tujuh kabupaten!
Dari itu terhadap pertanyaan kaya tadi, demi menjawabnya, lebih afdol disebut 'kaya hati'.
Oleh karena, sekitar 60 persen dari 3.500-an keluarga warga Batur ikhlas sisihkan sebagian penghasilan untuk iuran yang dikumpulkan selama setahun sejak Hari Raya Idul Adha tahun sebelumnya, per kepala keluarga, disesuaikan latar pekerjaan masing-masing.
Misal jika bekerja sebagai pedagang pasar, iuran dikumpulkan 5 hari sekali, sesuai tradisi lampau Jawa (5 hari pasaran dalam sepekan).
Yang pegawai atau karyawan menyisihkannya per bulan, petani dari per hasil panen, lainnya adapula yang pakai sistem iuran harian.
Semua uang terkumpul dihitung dekat Hari Raya, andai belum genap untuk beli hewan kurban, sesuai mufakat ada iuran tambahan yang tak memberatkan.
Praktik menahun ini sekaligus melestarikan tradisi baik warga Desa Batur terus memupuk karakter keikhlasan, rela berkurban, saling peduli tenggang rasa tepo seliro saling berbagi antar warga. Kesalehan warga sesuai syariat: saleh spiritual sekaligus saleh sosial.
Lantaran dilakukan sukarela dan sukacita pun tergambar dari raut semringah warga saat momen bersama hari penyembelihan hewan kurban, pemotongan hingga pembagian daging, fenomena sosial di Dusun Krajan dan Desa Batur umumnya menampakkan betapa menjuranya lestari budaya gotong royongnya, dan betapa tingginya jiwa, kesetiakawanan dan kedermawanan sosial mereka.
Ada Si Gemoy, Sapi Kurban Prabowo
Terpisah, sebagaimana pula tradisi tahunan kepresidenan di negara berpopulasi muslim terbesar di dunia atau sekitar 244,7 juta jiwa setara 86,98 persen dari total populasi, pada Idul Adha tahun ini, untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto juga akan turut berkurban sapi.
Istimewanya, Prabowo beda. Ada sentuhan pembaruan kebijakan dilakukan. Apa itu? Jika terakhir hingga 2024 lalu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berkurban masing-masing satu ekor sapi jumbo untuk 38 provinsi.
Pada 2025 ini, Presiden ke-8 berjuluk PS08 itu melalui Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Pertanian, dilaporkan berkurban masing-masing satu ekor sapi jumbo untuk 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia alias, hitung ekor, 552 semuanya.
Dan mengingat tiap tahun pula, publik juga hangat membincang tidak saja bobot maupun kualitas tapi juga soal nama sapi kurban sang presiden, berdasar penelusuran, dari sekian nama unik, ada satu yang menggelitik dari deret sapi kurban Presiden Prabowo tahun ini.
Perkenalkan, sapi jenis Simental umur 4 tahun lebih, berat 845 Kg yang dibeli Presiden dari Suyatno (55), peternak asal Rojo Koyo Farm, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, Jawa Timur, dan rencananya akan disembelih di Masjid Muhajirin kompleks kantor Pemkot Surabaya, Idul Adha Jum'at nanti, diberi nama unik: Bruno Gemoy. Haha.
Sadar istimewa, Suyatno beri si Bruno Gemoy, perawatan khusus: terus rutin dipijat, dua hari sekali dimandikan, sterilisasi kandang dengan disediakan alas karpet, kipas angin blower, diperdengarkan alunan musik, dijaga asupan gizinya dengan diberi vitamin, sentrat dan jamu tradisional agar Bruno Gemoy tetap sehat nan prima.
Alkisah, Suyatno yang cuma punya 5 ekor sapi ternaknya, membeli Bruno Gemoy dari rekan peternak di Tulung Agung, Jawa Timur, 2021. Kala tahun kedua pandemi itu beratnya masih 300 Kg. Dia kepincut karena melihat tulang dan posturnya bagus. Usai dibeli, dari situ dia rawat dengan serius.
Seperti diceritakannya kepada awak media yang tiada henti hilir mudik menyambangi kandangnya, Suyatno menggunakan metode perawatan kombinasi pakan hijauan dan konsentrat protein tinggi, dalam proses penggemukan Bruno Gemoy. Dia rutin pula beri pakan tambahan seperti ampas tahu, dedak halus, onggok, vitamin. Bruno Gemoy makan tiga kali sehari, dan air bersih harus selalu tersedia. Apalagi, jenis Simental.
"Kadang saya tambahi susu juga kalau musim hujan biar stamina dia tetap stabil,” imbuh dia Suyatno, mengaku juga membangun ikatan emosional dengan si sapi. "Bruno itu teman saya. Kalau saya datang ke kandang, dia langsung nyamperin. Saya sering ajak ngobrol kayak anak sendiri," ungkapnya pula.
Sadar bukan peternak besar, saat memulai usaha ternaknya 2009 dengan modal 2 sapi betina saat itu dia gigih jalani sembari kerja serabutan dan garap lahan sawah keluarga.
Suyatno mengenang, dirinya nyaris berhenti beternak lantaran terperosoknya harga jual sapi, yang turut ambyar kala situasi kahar pandemi. Namun, dia tetap bertahan sebab merasa hanya itulah satu-satunya pekerjaan yang bisa dia lakukan.
"Sekarang, Allah kasih kejutan besar lewat Bruno," haru dia. "Saya besarkan dengan sepenuh hati. Saya ikhlas melepas Bruno sebagai hewan kurban Presiden. Pak Prabowo memberi semangat ke peternak Indonesia. Sangat, saya sangat bersyukur sapi saya terpilih jadi hewan kurban Bapak Presiden. Ini kehormatan bagi saya," tutur dia, sukses menyimpan rapat-rapat info harganya.
Sementara, yang ada bocoran harganya yakni sapi Bali jantan seberat 772 kg usia 4,5 tahun yang Presiden Prabowo beli seharga Rp75 juta dari Ketut Sukata (55), peternak warga Desa Petandakan Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dan, akan dikurbankan di Masjid Jami Safinatusalam, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.
Senang, Ketut Sukata juga merasa bangga lantaran ini menjadi kali kedua sapi miliknya berhasil lolos seleksi ketat hingga dibeli oleh Presiden RI. Rupanya, sebelumnya Presiden Jokowi juga pernah membeli sapinya bobot 632 kg saat itu. "Dulu juga senang. Tapi yang sekarang lebih istimewa. Lebih berat, lebih mahal, lebih bikin bangga," ekspresi Bli Ketut.
Selain itu, dan Bruno Gemoy tadi, ada Bima, sapi simental cross limosin jantan berusia 3,5 tahun, berat 1,1 ton, belian Presiden seharga Rp94,5 dari Ari Diponegoro (35), peternak, warga Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Ari hoki, pasalnya terbersit sama sekali pun tidak, buat daftarkan Bima ikut seleksi jadi calon hewan kurban presiden. Gegara diojrok sesama rekan komunitas peternak, Bima si 160 centi panjang 2 meter itupun lalu terpilih. Dasar rezeki, tak diuber datang hampiri.
Bima tak sendiri. Ada Buleleng rekannya sama jenis simmental cross seberat 900 Kg lebih yang Presiden beli dari Madura, tepatnya dari peternakan Katandur Farm, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, senilai Rp100 juta.
Masih dari Jawa Timur, yakni Kabupaten Jember, di mana Presiden membeli sapi milik Haji Anwar Fanani berjenis Peranakan Ongole (PO) berpostur impresif: panjang 2 meter, tinggi gumba 160 cm, lingkar dada 234 cm, lahir dari proses inseminasi buatan oleh Hadi Triono, petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jember, bobot akhir 1,1 ton usia 3,5 tahun. Suro Gentho, nama sapi Rp110 jeti ini.
Dari Jember kita ke Kota Tangerang, Banten. Di sini, Presiden Prabowo membeli si Parjo, dari Saripudin sang pemilik, bos peternakan Putra Bungsu Kelurahan Neroktog Kecamatan Pinang, sapi setinggi 1,58 meter panjang 2,3 meter berusia 3,5 tahun yang disebut-sebut terbesar di kota ini dan terjual Rp120 juta.
Dari Tangerang kita ke Palembang, Sumatra Selatan, kota mpek-mpek tempat diternaknya Blembo, sapi simental berbobot lebih dari satu ton yang pernah masuk nominasi sapi terganteng di sebuah kontes ternak di sini, sebelum turut terpilih menjadi satu dari total 552 ekor sapi kurban Presiden Prabowo 2025.
Sang pemilik yang dilaporkan sangat terharu, salah satunya memberi Blembo pakan hingga 10 persen dari berat tubuhnya, bagian disiplin perawatan penjaga kondisi Blembo tetap senantiasa bugar dan prima.
Rencana, pada mau salat Idul Adha dimana? Di Lampung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat akan menggelarnya di Lapangan Saburai Korem Gatam Enggal Bandarlampung pada Jum'at pagi lusa, mulai pukul 07.00 WIB.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akan salat membaur bersama warga di sini, yang akan dihelat dengan petugas Bilal yakni ASN Kanwil Kementerian Agama Lampung, Kodri; Imam yakni Guru Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandarlampung Arimbi Kusairi; dan Khatib yaitu Guru Besar UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Yusuf Baihaqi. (Muzzamil)
