Helo Indonesia

Diduga Asal-asalan, Kepala Tiyuh Koordinir Proyek Jalan Rp12 M, Perusahaan Cuci Tangan

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 10 Juni 2025 15:45
    Bagikan  
PROYEK
HELO LAMPUNG

PROYEK - Salah satu titik hasil pengerjaan proyek jalan (Foto Rohman)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM– Pengerjaan proyek jalan SP Daya Murni-Gunung Batin senilai Rp11.905.837.000 diduga "disubkontrakan" kepada warga yang dikoordinir kepala tiyuh (desa) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Hal itu dikatakan Enal yang bertugas sebagai pengawasan lapangan proyek ketika dikonfirmasi pada Senin (2/6/2025). “Kalau untuk bagian media itu Kepala Tiyuh Fajar yang mengkoordinir,” katanya.

Kepala Tiyuh Fajar sulit dikonfirmasi media. Lewat ponsel, dia belum mengangkat dan membalas konfirmasi soal keterlibatannya mengkoordinir pembangunan jalan tersebut.

"Yang mengerjakan warga sini (tiyuh setempat), gambar sudah kita kasih, matrial kita sediakan, jadi bagus atau jeleknya pekerjaan ini mereka lah yang mengerjakan,” ujarnya.

Enal juga menjelaskan proyek yang dimenangkan CV Raden Galuh, berdasarkan kontrak Nomor 01/KTR/PPK-K.15/JLN.065/V.03/III/2025 itu sudah ada konsultan yang mengawasinya dari Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.

Proyek tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak rekanan. Kurangnya pengawasan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.

Seorang warga setempat mengatakan jika dikerjakan asal-asalan hasilnya bakal merugikan bagi masyarakat selaku penerima manfaat akibat turunnya kualitas dan mutu hasil pekerjaan.

Lanjutnya, selama ini masyarakat butuh hasil yang maksimal. Pada prinsipnya apapun yang dibangun oleh Pemkab Tubaba maupun Pemprov Lampung dapat dinikmati dalam waktu yang lama.

"Buruknya kualitas pekerjaan itu karena adanya dugaan lemahnya pengawasan dari pihak PPTK Dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Bina konstruksi
Pemprov Lampung atau konsultan pengawas,"pungkasnya.

Pantauan Helo Lampung, Kamis (5/6/2025), drainase dan penggalian bahu jalan terkesan asal jadi. Belum lagi, pembangunan badan jalannya yang diduga tak sesuai spesifikasi draf proyeknya.

Apabila memang ditemukan kesalahan pengerjaannya, Wahrul Fauzi Silalahi dari Fraksi Partai Gerindra akan meminta Dinas BMBK supaya menyetop pekerjaan sebelum ada komitmen pihak perusaan memperbaikinya. (Rohman)


 -