Helo Indonesia

Tim Pengabdian USM Beri Pendampingan Perencanaan Saluran Irigasi di Desa Sambirejo

Senin, 30 Juni 2025 12:44
    Bagikan  
Tim Pengabdian USM Beri Pendampingan Perencanaan Saluran Irigasi di Desa Sambirejo

Tim pengabdian masyarakat USM saat melakukan pendampingan teknis pengelolaan irigasi

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Guna mendukung pembangunan infrastruktur pertanian di wilayah pedesaan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Universitas Semarang (PkM USM) melakukan Pendampingan Perencanaan Saluran Irigasi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu 14 Juni 2025.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Ir Kukuh Wisnuaji Widiatmoko ST MT, anggota Bagus Acung Billahi ST MT. dan Ir Faizal Mahmud ST MT.

Baca juga: Penunjukan Plt Kadinkes Kendal Disorot, Ketua Komisi D DPRD: Harusnya Figur Internal

Dalam pelaknsanaannya, Tim PkM USM berkolaborasi menggandeng Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Sambirejo yang diketuai oleh Darno, untuk memberikan pendampingan teknis dalam perencanaan dan pengelolaan saluran irigasi yang lebih efektif.

Menurut Kukuh, tujuan kegiatan untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok tani dan P3A, dalam merancang sistem irigasi yang sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan pertanian lokal.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan observasi lapangan, pengukuran teknis, diskusi kelompok, serta penyusunan rencana saluran irigasi yang dirancang berdasarkan pendekatan partisipatif.

''Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari peran akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap hasil dari pendampingan ini dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan desa,'' ujarnya.
Wawasan Baru
Ketua P3A Desa Sambirejo, Darno mengapresiasi penuh kegiatan ini. Dia menilai kehadiran tim dari Universitas Semarang membawa wawasan baru bagi para petani dalam memahami pentingnya perencanaan teknis pada saluran irigasi.

''Selama ini kami hanya mengandalkan pengalaman dan kerja bakti. Sekarang kami mendapatkan panduan teknis yang jelas dan bisa dipahami,'' tuturnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam rangka penguatan sektor pertanian berbasis teknologi dan pemberdayaan.

Dia berharap, keberhasilan program ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. (Aji)